Perang Dagang AS vs China Memanas! Ini Barang yang Jadi Target Terbaru

Momen Penentu di Menit Akhir

Mengutip laporan Reuters, draf pembatasan ketat yang sedang dirancang oleh Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) ini akan menyasar seluruh model inverter baru asal luar negeri. Hal ini diproyeksikan bakal resmi diterbitkan paling cepat akhir tahun ini. Merespons draf boikot yang bocor ke publik tersebut, Kedutaan Besar China di Washington langsung melayangkan protes keras dan menolak mentah-mentah draf aturan baru yang dianggap mendiskriminasi korporasi mereka.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Kekhawatiran AS dan Eropa dinilai sangat beralasan mengingat China saat ini berstatus sebagai produsen inverter terbesar di dunia. Investigasi mendalam oleh para pakar keamanan AS pada tahun lalu secara mengejutkan menemukan adanya perangkat komunikasi gelap tanpa izin yang sengaja ditanam di dalam beberapa komoditas inverter surya asal China yang terhubung ke jaringan listrik utama. “Eropa dan Amerika mulai terbangun akan risiko kehilangan kendali kedaulatan atas sistem kekuasaan mereka sendiri melalui perangkat inverter,” ungkap Uri Sadot, CEO firma keamanan energi SolarDefend.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Rencana intervensi pasar oleh FCC ini menandai kembalinya pendekatan defensif Washington yang kian agresif dalam menjegal ancaman teknologi China, setelah sempat melunak pada tahun lalu demi mengejar detoksifikasi hubungan bilateral oleh Donald Trump. Langkah ini sejalan dengan komitmen para pemimpin negara G7 yang sepakat untuk memperketat draf kerja sama global guna memangkas ketergantungan rantai pasok mineral kritis dan teknologi dari China. Draf pelarangan oleh FCC ini bukan yang pertama kalinya dieksekusi secara sepihak oleh Washington, mengingat pada bulan Desember dan Maret lalu lembaga regulasi tersebut juga telah sukses memberlakukan boikot serupa untuk model inverter baru pada komoditas pesawat nirawak (drone) dan perangkat router internet asing.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Mantan pejabat era pertama Trump, Robert Strayer, yang dahulu memimpin kampanye pemblokiran jaringan telekomunikasi Huawei di Eropa, menilai bahwa sikap proaktif Uni Eropa saat ini merupakan momentum emas bagi penguatan aliansi Barat. “Ini adalah pertanda mereka (Eropa) mulai sadar dan saya pikir ini adalah draf momen yang sangat subur untuk kerja sama bilateral,” tandas Strayer mengomentari kekompakan baru AS-Eropa dalam menekan pengaruh teknologi Beijing. Dengan demikian, perang dagang antara AS dan China diprediksi akan terus memanas, dan perangkat inverter akan menjadi salah satu target terbaru dalam konflik ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260701080850-4-747010/perang-dagang-panas-lagi-as-tampar-china–barang-ini-jadi-targetnya, without altering the facts of the original article.

Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *