Kementan Ambil Langkah Cepat, Proses Rehab 129 Hektare Sawah Rusak Akibat Banjir
Kementan Ambil Langkah Cepat, Proses Rehab 129 Hektare Sawah Rusak Akibat Banjir
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya telah mengusulkan rehabilitasi 129 hektare lahan sawah yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir tahun 2025 kepada Kementerian Pertanian (Kementan). Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) setempat, Marzuki SE, mengatakan usulan tersebut telah diterima Kementan dan saat ini proses penanganannya tengah berjalan.
Pada akhir tahun 2025, bencana hidrometeorologi melanda Kabupaten Nagan Raya, menyebabkan kerusakan luas pada lahan sawah. Pemerintah daerah kemudian mengusulkan rehabilitasi lahan sawah yang rusak untuk memulihkan kondisi lahan tersebut dan meningkatkan produktivitas pertanian. Usulan tersebut kemudian disampaikan kepada Kementan untuk mendapatkan bantuan dan dukungan dalam proses rehabilitasi.
Kepala DTPHP, Marzuki SE, mengatakan bahwa pihak Kementan telah menerima usulan tersebut dan saat ini proses kontrak Dokumen Rancangan Teknis (DRT) dengan Universitas Syiah Kuala (USK) sedang berlangsung. Dengan adanya kontrak DRT, diharapkan dapat mendukung rencana rehabilitasi lahan sawah yang diusulkan Pemkab Nagan Raya.
“Insya Allah jika tidak ada kendala, setelah proses kontrak DRT selesai, Kementan direncanakan melakukan survei langsung ke lokasi lahan sawah yang diusulkan,” ujar Marzuki. “Hasil survei tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam proses rehabilitasi lahan sawah yang lebih lanjut,” tambahnya.
Dengan proses rehabilitasi lahan sawah yang berjalan lancar, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Nagan Raya dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut. Selain itu, proses rehabilitasi lahan sawah juga dapat membantu dalam meningkatkan ketersediaan pangan di daerah tersebut dan meningkatkan keseimbangan ekosistem.
“Kami berharap bahwa proses rehabilitasi lahan sawah dapat berjalan dengan lancar dan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut,” ujar Marzuki. “Kami juga berharap bahwa proses rehabilitasi lahan sawah dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi bencana hidrometeorologi,” tambahnya.
Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa proses rehabilitasi lahan sawah yang berjalan dengan lancar akan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Nagan Raya dan meningkatkan ketersediaan pangan di daerah tersebut.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1038688/kementan-proses-usulan-nagan-rehab-129-hektare-sawah-rusak-akibat-banjir, without altering the facts of the original article.