Era AI Membawa Revolusi di Dunia Craftsmanship, Desainer SEIKO Ungkap Tren Jam Tangan Masa Kini
**Era AI Membawa Revolusi di Dunia Craftsmanship, Desainer SEIKO Ungkap Tren Jam Tangan Masa Kini** **Pembuka** Dalam era teknologi yang semakin canggih, dunia craftsmanship telah mengalami perubahan signifikan. Desainer jam tangan SEIKO, Naoya Sukeda, menyatakan bahwa desain jam tangan masa kini tidak hanya mengejar bentuk menarik, tetapi juga harus menghadirkan cerita dari proses pembuatannya. Konsep ini terlihat dalam jam tangan Machining Marks, yang dirancang oleh Naoya. **Momen Penentu di Menit Akhir** Naoya Sukeda, Design Director SEIKO Selection Team, melihat desain jam tangan masa kini bergerak ke arah yang lebih bermakna. Sesebuah timepiece tidak lagi sekadar menawarkan tampilan baru, tapi juga perlu memperlihatkan karakter, cerita, serta nilai yang membuatnya berbeda. “Saya merasa desain jam tangan saat ini semakin penting untuk mengekspresikan cerita dan nilai unik yang dimiliki setiap jam tangan, bukan sekadar mengusulkan bentuk atau gaya baru. Di era AI, saya percaya nilai desain yang dapat memperlihatkan proses pembuatan oleh tangan manusia akan semakin meningkat,” katanya dalam wawancara tertulis dengan Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 31 Juli 2026. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Konsep Machining Marks, yang dirancang oleh Naoya, terlihat dari cara case dan dial dibuat. Keduanya dikerjakan dari satu blok logam, sementara indeks dan logo juga dibentuk menggunakan proses pemesinan. Teknik tersebut membuat proses manufaktur tampil sebagai bagian dari identitas desain, bukan sekadar tahap teknis yang tersembunyi. Bagi Naoya, pendekatan eksperimental tersebut tetap harus memiliki hubungan kuat dengan DNA desain SEIKO. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Konsep Machining Marks menjadikan keterampilan dan kontrol manusia sebagai bagian penting dari hasil akhir, sekaligus memperlihatkan bahwa presisi dapat memiliki bahasa visual tersendiri. Perspektif tersebut sejalan dengan cara SEIKO membaca perubahan selera konsumen. Naoya mengatakan, merek perlu memahami perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip kualitas dan craftsmanship yang telah menjadi fondasi. “Tujuannya bukan sekadar mengikuti tren. Kami berfokus pada bagaimana teknologi, kekuatan, dan keahlian yang dimiliki SEIKO dapat diekspresikan dalam bentuk yang terasa bermakna dan relevan saat ini,” ujarnya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Naoya juga melihat tren dan desain timeless dapat berjalan beriringan. Jam tangan yang relevan dengan zaman tetap membutuhkan kualitas estetika yang membuat pemiliknya ingin mengenakannya dalam waktu panjang. “Daripada memilih salah satunya, menurut saya yang penting adalah menemukan keseimbangan yang tepat. Desain ideal menggabungkan perspektif dan ekspresi baru yang sesuai dengan zaman sekaligus memiliki daya tarik yang membuat orang ingin memakainya selama bertahun-tahun,” tuturnya. Dalam era AI, dunia craftsmanship telah mengalami perubahan signifikan. Desainer jam tangan SEIKO, Naoya Sukeda, menyatakan bahwa desain jam tangan masa kini tidak hanya mengejar bentuk menarik, tetapi juga harus menghadirkan cerita dari proses pembuatannya. Konsep Machining Marks, yang dirancang oleh Naoya, terlihat dari cara case dan dial dibuat dengan menggunakan proses pemesinan. Teknik tersebut membuat proses manufaktur tampil sebagai bagian dari identitas desain, bukan sekadar tahap teknis yang tersembunyi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8266254/era-ai-bikin-craftsmanship-makin-bernilai-desainer-seiko-ungkap-tren-jam-tangan-masa-kini, without altering the facts of the original article.