Aksi Bakar Lahan 1,5 Hektare di Inhu, Pria Ini Berdalih Ingin Usir Nyamuk
Aksi Bakar Lahan 1,5 Hektare di Inhu, Pria Ini Berdalih Ingin Usir Nyamuk
Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, terjadi kejadian yang mengejutkan di Inhu. Seseorang bernama JS (namun nama lengkapnya tidak disebutkan) melakukan aksi bakar lahan seluas 1,5 hektare di sekitar rumahnya. Aksi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
Kronologi Fakta
JS berhasil diamankan polisi saat itu. Dalam pemeriksaan polisi, JS mengaku membakar pohon untuk mengusir nyamuk. Namun, api merembet ke lahan sekitar rumahnya dan dia tidak dapat mengendalikan api tersebut.
Polisi kemudian menemukan bahwa kebakaran ini tidak hanya meluas ke lahan tetangga, tetapi juga menimbulkan dampak yang signifikan terhadap lingkungan sekitar. Polisi juga mencatat bahwa kondisi geografis Riau yang memiliki kawasan rawan karhutla membuat setiap warga harus memiliki kesadaran tinggi untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api.
Mengapa & Dampak
Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra mengatakan penegakan hukum tersebut merupakan bentuk keseriusan kepolisian dalam mencegah dan menindak tegas setiap aktivitas pembakaran hutan dan lahan. “Polres Indragiri Hulu tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang melakukan pembakaran lahan, baik dengan sengaja maupun karena kelalaian yang mengakibatkan api meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan,” kata Eka, dalam keterangannya, Senin (10/8).
Menurutnya, setiap warga harus memiliki kesadaran tinggi untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api. “Jangan pernah menganggap api kecil sebagai sesuatu yang tidak berbahaya,” kata Eka. “Api kecil dapat menjadi api besar yang dapat menghancurkan lingkungan sekitar.”
JS sendiri telah dijadwalkan untuk diproses hukum. Aksi bakar lahan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat, dan polisi berkomitmen untuk mencegah dan menindak tegas setiap aktivitas pembakaran hutan dan lahan.
Penutup
Polisi berharap bahwa kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi setiap warga untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di lahan mereka. “Kita harus memiliki kesadaran tinggi untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api,” kata Eka. Demikian informasi dari Inhu.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.