Di Balik Kegigihan Caregiver, Kisah Perjuangan Orang Sakit yang Butuh Lebih dari Obat
Di Balik Kegigihan Caregiver, Kisah Perjuangan Orang Sakit yang Butuh Lebih dari Obat
Maryam masih mengingat betul suasana bangsal rumah sakit (RS) saat menemani anaknya menjalani perawatan pada akhir 2024. Kala itu, pandangannya tertuju pada seorang pasien lanjut usia (lansia) yang terbaring sendirian. Dari pagi hingga sore, tak ada satu pun anggota keluarga yang menemani lansia yang sakit itu. “Aku tanya anaknya ke mana? Anaknya kerja, jadi cuma adanya malam saja. Pagi sampai sore itu sendiri. Jadi enggak ada teman ngobrolnya,” kenang Maryam.
Rasa empati itulah yang kemudian mengubah jalan hidup perempuan lulusan sarjana ekonomi yang sebelumnya bekerja sebagai marketing properti. Berawal dari mencari tahu tentang jasa pendamping pasien melalui internet, perempuan asal Depok itu memutuskan menekuni profesi caregiver sejak 2025. “Saya cari-cari di internet, jasa yang nemenin orang sakit itu apa. Habis itu ada di Jepang namanya Kaigo. Saya cari lagi, ternyata ada caregiver,” ujarnya.
Jalan Hidup Baru sebagai Caregiver
Maryam mengubah haluan. Langkahnya mantab membuatnya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan sebagai marketing properti. “Saya memutuskan untuk menjadi caregiver karena saya ingin membantu orang yang membutuhkan,” kata perempuan yang kini berusia 35 tahun ini.
Sejak menjadi caregiver, Maryam telah membantu banyak pasien yang membutuhkan perawatan. Dia mengatakan bahwa pekerjaannya tidak hanya tentang memberikan obat, tetapi juga tentang memberikan perhatian dan dukungan kepada pasien. “Saya tidak hanya memberikan obat, tapi juga membantu pasien untuk mengobrol, bermain, dan bahkan membantu mereka untuk berbaring,” katanya.
Perjuangan Orang Sakit yang Butuh Lebih dari Obat
Maryam mengatakan bahwa orang sakit yang butuh lebih dari obat adalah mereka yang membutuhkan perawatan emosional dan psikologis. “Mereka tidak hanya membutuhkan obat, tapi juga membutuhkan perhatian dan dukungan dari keluarga dan teman-teman,” katanya.
Sebagai caregiver, Maryam telah melihat banyak kasus di mana pasien membutuhkan perawatan yang lebih dalam. Dia mengatakan bahwa pasien tersebut biasanya memiliki latar belakang yang kompleks, seperti pernah mengalami kejadian traumatis atau memiliki masalah kesehatan mental.
Mengapa Masyarakat Perlu Sadar akan Pekerjaan Caregiver
Maryam mengatakan bahwa masyarakat perlu sadar akan pekerjaan caregiver. “Caregiver bukan hanya orang yang membantu orang sakit, tapi juga orang yang membantu keluarga dan teman-teman untuk mendukung pasien,” katanya.
Masyarakat perlu sadar bahwa pekerjaan caregiver tidak hanya tentang memberikan perawatan fisik, tetapi juga tentang memberikan perhatian dan dukungan emosional dan psikologis kepada pasien. “Masyarakat perlu sadar bahwa caregiver adalah bagian dari sistem kesehatan yang lebih besar,” katanya.
Penutup
Maryam mengatakan bahwa dia merasa bangga menjadi caregiver. “Saya merasa bangga karena saya dapat membantu orang yang membutuhkan,” katanya.
Perlu diingat bahwa pekerjaan caregiver tidak hanya tentang memberikan perawatan fisik, tetapi juga tentang memberikan perhatian dan dukungan emosional dan psikologis kepada pasien. Masyarakat perlu sadar akan pekerjaan caregiver dan memberikan dukungan kepada mereka.
Demikian informasi tentang kisah Maryam, caregiver yang berdedikasi dalam membantu pasien yang membutuhkan perawatan. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/8265044/jalan-hidup-caregiver-orang-sakit-tak-hanya-butuh-obat-mereka-perlu-teman, without altering the facts of the original article.