Singapura Ungguli RI 7 Tahun, Teknologi Kebanggaan RI Dijiplak

Singapura resmi mengumumkan program PayNow Generasi 2, sebuah sistem pembayaran digital nasional yang mengadopsi kode QR tunggal, mirip dengan QRIS yang sudah beroperasi di Indonesia sejak 2019. Deputi Perdana Menteri sekaligus Ketua Otoritas Moneter Singapura (MAS) Gan Kim Yong menyatakan bahwa Singapura akan meluncurkan proyek percontohan pada akhir tahun 2026. Dengan sistem ini, pengguna aplikasi yang mendukung PayNow dapat memindai dan membayar menggunakan kode QR NETS yang ditampilkan pedagang, tanpa perlu bingung memilih aplikasi yang sesuai.

Apa yang Terjadi di Singapura?

Singapura mengambil langkah besar dalam pengembangan sistem pembayaran digital nasional. Melalui PayNow Generasi 2, Singapura berencana menerapkan kode QR tunggal yang dapat digunakan oleh semua aplikasi dompet digital dan bank yang beroperasi di negara tersebut. Empat fokus utama peningkatan tersebut adalah interoperabilitas kode QR, penyederhanaan pembayaran online, peningkatan batas transaksi untuk layanan pemerintah, serta perluasan konektivitas lintas batas.

Sebelumnya, ekosistem pembayaran Singapura terbagi menjadi dua jalur terpisah yaitu PayNow dan NETS, yang masing-masing memiliki kode QR tersendiri dan tidak saling kompatibel. Dengan mengikuti pola QRIS, Singapura ingin menghilangkan hambatan tersebut demi kenyamanan konsumen dan efisiensi pedagang.

Mengapa Singapura Mengadopsi Kode QR Tunggal?

Keputusan Singapura untuk mengadopsi kode QR tunggal merupakan pengakuan tak langsung dari negara maju terhadap kualitas sistem pembayaran Indonesia. QRIS telah membuktikan diri sebagai sistem pembayaran paling inklusif dan praktis di Asia Tenggara. Inti dari QRIS adalah satu kode QR tunggal yang dapat dibaca oleh semua aplikasi dompet digital dan bank yang beroperasi di Indonesia.

Dengan sistem ini, pengguna tidak perlu lagi menyimpan tangkapan layar kode QR untuk melanjutkan pembayaran. “Ketika sistem pembayaran menjadi lebih cepat, saling terhubung, dan kaya data, semua pihak akan mendapatkan manfaatnya,” ujar Gan Kim Yong.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kini, keunggulan QRIS sudah teruji secara luas. Hingga pertengahan 2026, QRIS digunakan oleh lebih dari 30 juta pedagang dan 45 juta pengguna aktif di seluruh Indonesia, serta telah terhubung lintas negara dengan Singapura, Malaysia, Thailand, dan negara lain. Bahkan sejak November 2023, QRIS sudah terintegrasi dengan SGQR di Singapura, memudahkan wisatawan Indonesia bertransaksi di sana.

Dengan adopsi kode QR tunggal oleh Singapura, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan konsumen dan efisiensi pedagang. Selain itu, integrasi sistem pembayaran lintas negara juga dapat meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Singapura.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah mencapai kesuksesan dengan QRIS, Indonesia masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan sistem pembayarannya. Dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan integrasi sistem pembayaran lintas negara dan meningkatkan keamanan sistem pembayaran digital.

Dengan demikian, Indonesia dapat mempertahankan posisinya sebagai negara dengan sistem pembayaran digital yang paling maju di Asia Tenggara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260629135441-37-746533/teknologi-kebanggaan-ri-dijiplak-singapura-ketinggalan-7-tahun, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *