Brent Tembus US$83, Minyak Dunia Terus Meningkatkan Harga
**Brent Tembus US$83, Minyak Dunia Terus Meningkatkan Harga** Dalam perdagangan Jumat (7/8/2026) pagi, harga minyak dunia melanjutkan penguatan seiring kembali meningkatnya kekhawatiran terhadap kelancaran lalu lintas energi di Selat Hormuz. Berdasarkan Refinitiv, harga minyak Brent berada di US$83,21 per barel, naik 0,87% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di US$82,49 per barel. **Momen Penentu di Menit Akhir** Tiga fakta yang bikin kejadian ini berbeda adalah: – Iran bersama Oman sedang membahas aturan baru yang berpotensi membatasi kapal-kapal yang dianggap bermusuhan untuk melintas di jalur tersebut. – Rancangan aturan itu memuat usulan denda hingga 20% dari nilai muatan bagi kapal yang melanggar. – Empat sumber industri yang dikutip Reuters menyebut skema tersebut sulit diterapkan karena masih terbentur sanksi Amerika Serikat terhadap Iran serta klausul asuransi yang membatasi mekanisme pembayaran. Kondisi itu membuat harga minyak tetap memperoleh dukungan. Analis pasar utama KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan pasar masih menyimpan keraguan terhadap efektivitas kesepakatan baru karena sebelumnya sudah ada upaya serupa yang hanya bertahan sementara. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali bertambah setelah kelompok Houthi di Yamen mengklaim melancarkan serangan rudal dan drone ke posisi Saudi di wilayah Marib dan Hadramout pada Kamis. Hal ini membuat premi risiko geopolitik kembali masuk ke pasar. Brent pun kembali bertahan di atas US$80 per barel setelah sempat turun di bawah level tersebut untuk pertama kalinya sejak 13 Juli. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Selama jalur strategis tersebut masih dibayangi ketidakpastian, volatilitas harga minyak diperkirakan tetap tinggi. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan perang diyakini akan segera berakhir, namun pelaku pasar masih menunggu kepastian mengenai implementasi aturan pelayaran di Selat Hormuz. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,75% menjadi US$77,87 per barel dari US$77,29 per barel. Kenaikan ini memperpanjang reli minyak setelah sehari sebelumnya kedua kontrak melonjak lebih dari US$3 per barel. Kondisi ini menandakan bahwa harga minyak masih dipengaruhi oleh faktor geopolitik dan keamanan. Oleh karena itu, pelaku pasar harus siap menerima kenaikan harga minyak yang tidak menentu.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260807091311-17-757311/minyak-mulai-memanas-brent-tembus-us-83, without altering the facts of the original article.