Tren Mixology Terbaru, Saat Cabai hingga Keju Masuk ke Dalam Racikan Minuman

**Tren Mixology Terbaru, Saat Cabai hingga Keju Masuk ke Dalam Racikan Minuman** **Momen Penentu di Menit Akhir** Tren mixology terus berkembang dengan menghadirkan kombinasi bahan yang semakin berani, mulai dari rempah, herba, kopi, hingga bahan-bahan yang selama ini lebih akrab sebagai pelengkap makanan. Hal ini membuat setiap racikan memiliki karakter rasa sekaligus pengalaman yang berbeda. Jika sebelumnya kreasi minuman identik dengan tambahan buah atau sirup, kini banyak peracik minuman mulai mengeksplorasi elemen yang tidak biasa. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Gupta Sitorus, restaurateur dan praktisi kuliner, konsep mixology memiliki tujuan yang serupa dengan food pairing, yaitu menciptakan harmoni rasa. “Food pairing adalah tentang menciptakan harmoni rasa. Karbonasi dan tingkat keasaman yang ringan membantu menyegarkan kembali indera pengecap, sehingga cocok dipadukan dengan hidangan yang kaya rasa,” kata Gupta saat jumpa pers di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026. Salah satu racikan yang paling mencuri perhatian adalah Pickled Cola, perpaduan minuman berkolaborasi dengan pickled gherkins dan pickled jalapeño. Kombinasi dalam Pickled Cola menghadirkan rasa segar dengan sentuhan asam, gurih, serta sedikit pedas yang tidak lazim ditemukan dalam sajian minuman sehari-hari. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Eksplorasi rasa juga terlihat pada menu City Pop, racikan yang memadukan minuman berkabonasi dengan calamansi dan rosemary. Aroma herba dari rosemary memberikan karakter yang lebih kompleks, sementara calamansi menghadirkan kesegaran sitrus yang ringan. Kreasi lain, No Jito, menggabungkan mentimun, jeruk nipis, dan daun mint untuk menghasilkan minuman dengan cita rasa segar yang cocok dinikmati bersama berbagai hidangan. Memadukannya dengan makanan pedas, secara khusus, tentunya akan kian nikmat. Eksplorasi mixology juga terlihat pada menu Midnight Float, racikan yang memadukan espreso, minuman berkarbonasi, grapefruit, dan cream cheese. Perpaduan kopi dengan lapisan cream cheese menghasilkan tekstur lembut yang berpadu dengan kesegaran sitrus, sehingga menghadirkan karakter rasa yang lebih kaya dalam satu gelas. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Penggunaan seperti teh, kopi, cream cheese, dan herba membuka lebih banyak kemungkinan dalam menciptakan minuman yang memiliki karakter unik, sekaligus mampu melengkapi pengalaman menikmati berbagai hidangan. Perkembangan mixology menunjukkan bahwa racikan minuman kini tidak hanya mengejar tampilan yang menarik, tapi juga menghadirkan pengalaman baru melalui perpaduan rasa, aroma, dan tekstur. Setiap racikan memiliki fungsi yang berbeda, bergantung pada karakter hidangan yang disandingkan. Karbonasi, tingkat keasaman, dan aroma dari berbagai bahan dapat membantu menyeimbangkan cita rasa makanan sehingga pengalaman bersantap terasa lebih utuh. Pandangan serupa disampaikan President Director PT Coca-Cola Indonesia Eva Lusiana. Menurutnya, eksplorasi cita rasa melalui food pairing dan mixology diharapkan dapat menghadirkan lebih banyak momen kebersamaan di sekitar meja makan. Dalam beberapa tahun terakhir, tren mixology telah berkembang pesat, dengan banyak peracik minuman yang mulai mengeksplorasi elemen yang tidak biasa. Dari rempah, herba, kopi, hingga bahan-bahan yang selama ini lebih akrab sebagai pelengkap makanan, semuanya digunakan untuk menciptakan minuman yang memiliki karakter unik. Dengan demikian, pengalaman menikmati minuman menjadi lebih kaya dan kompleks. Dengan adanya perkembangan mixology, kita dapat mengharapkan bahwa pengalaman bersantap akan menjadi lebih menarik dan kompleks. Dengan perpaduan rasa, aroma, dan tekstur yang unik, minuman dapat menjadi lebih menarik dan dapat memenuhi kebutuhan kita akan pengalaman yang baru.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8260627/tren-mixology-terbaru-saat-cabai-hingga-keju-masuk-ke-dalam-racikan-minuman, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *