Gagal Ginjal pada Gen Z, Ternyata Karena Kebiasaan Sehari-Hari yang Sering Diabaikan
Gagal Ginjal pada Gen Z, Ternyata Karena Kebiasaan Sehari-Hari yang Sering Diabaikan
Gagal ginjal pada generasi Z (Gen Z) menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya kasus diabetes pada usia muda. Penyakit ini seringkali diabaikan hingga mencapai tahap yang parah, sehingga penting untuk memahami penyebab dan dampaknya.
Diabetes kini tak lagi didominasi pasien berusia di atas 40 tahun. Penyakit tersebut semakin banyak ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda, yaitu 20-30 tahun, bahkan remaja. Rumah sakit di Vietnam menangani sekitar 6.000 pasien diabetes, dengan 50 hingga 60 persen dari total konsultasi harian, atau setara 700 hingga 900 pasien setiap hari.
Apa yang Terjadi?
Perubahan pola hidup menjadi penyebab utama meningkatnya kasus diabetes pada usia muda. Konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan, minim aktivitas fisik, serta terlalu lama menghabiskan waktu di depan layar membuat semakin banyak anak muda mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas. Pola tidur yang tidak teratur, stres berkepanjangan, dan penggunaan perangkat elektronik secara berlebihan juga dapat mengganggu kesehatan metabolik.
Dr Nguyen Thi Thanh Hai mengingatkan bahwa sekitar 30 hingga 40 persen pasien diabetes mengalami komplikasi pada ginjal. Diabetes juga menjadi penyebab utama penyakit gagal ginjal kronis di dunia. Sayangnya, banyak pasien berusia muda menganggap remeh penyakit ini dan hanya memperhatikan kadar gula darah tanpa rutin memeriksakan kondisi ginjal.
Mengapa dan Dampak
Kerusakan ginjal akibat diabetes umumnya berkembang secara perlahan dan hampir tanpa gejala pada tahap awal. Ketika tanda-tanda seperti bengkak, urine berbusa, sering buang air kecil pada malam hari, atau tubuh mudah lelah mulai muncul, fungsi ginjal biasanya sudah mengalami penurunan yang cukup berat. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mempertahankan fungsi ginjal.
Pengidap diabetes disarankan menjalani pemeriksaan fungsi ginjal setidaknya satu hingga dua kali dalam setahun. Pemeriksaan meliputi tes urine untuk melihat kadar albumin, serta tes darah seperti kreatinin dan estimasi laju filtrasi glomerulus (eGFR). Selain pemeriksaan rutin, pasien juga dianjurkan menjaga kadar gula darah tetap terkendali, mengontrol tekanan darah dan kolesterol, mengurangi konsumsi garam, serta menghindari penggunaan obat-obatan tanpa anjuran dokter.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Tanpa perubahan gaya hidup dan meningkatnya kesadaran masyarakat, semakin banyak anak muda berisiko mengalami komplikasi permanen akibat diabetes dan harus menjalani pengobatan seumur hidup. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal, terutama pada pasien diabetes.
Dengan demikian, kita dapat mencegah gagal ginjal pada Gen Z dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Kita harus lebih waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan, terutama dengan memperhatikan kebiasaan sehari-hari yang sering diabaikan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8551059/kebiasaan-yang-tak-disadari-kaum-gen-z-jadi-biang-kerok-gagal-ginjal, without altering the facts of the original article.