Ilmuwan Kaget! Batu 2 Miliar Tahun Dibuka, Ternyata Isinya Masih Hidup
Ilmuwan menemukan mikroba hidup di dalam batu berumur lebih dari 2 miliar tahun, menjadikannya temuan langka yang menarik perhatian ilmuwan. Penemuan ini disebut bisa mengubah pengetahuan soal evolusi makhluk hidup di Bumi. Mikroba hidup tersebut ditemukan pada batu tertua yang pernah diketahui. “Kami tidak tahu apakah batu berusia 2 miliar tahun bisa ditinggali. Sampai saat ini, lapisan geologi tertua yang di dalamnya ditemukan mikro-organisme hidup berusia 100 juta tahun yang terkubur di bawah dasar laut. Artinya, ini penemuan yang mengesankan,” kata Yohey Suzuki, salah satu peneliti dari Graduate School of Science di University of Tokyo.
Asal-Usul Batu Kuno
Batu kuno objek penelitian diambil dari Afrika Selatan menggunakan metode pengeboran ultra-dalam. Batuan tersebut berusia 2 miliar tahun, dan di dalamnya ditemukan mikroba hidup. Penemuan ini membuka peluang untuk meneliti ekosistem dan evolusi biologi miliaran tahun lalu. Dalam laporan riset, peneliti menyatakan mikroba tersebut adalah makhluk “asli” di batu kuno yang dipecahkan dan berevolusi dengan sangat lambat.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Berikut adalah tiga fakta yang membuat penemuan ini berbeda:
1. Umur batu: Batu kuno yang ditemukan berusia 2 miliar tahun, menjadikannya salah satu batuan tertua yang pernah diketahui.
2. Kehidupan mikroba: Mikroba hidup ditemukan di dalam batu kuno, yang menunjukkan bahwa kehidupan dapat bertahan hidup dalam waktu yang sangat lama.
3. Implikasi evolusi: Penemuan ini dapat membantu ilmuwan memahami evolusi makhluk hidup di Bumi dan bagaimana kehidupan dapat bertahan hidup dalam waktu yang sangat lama.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Penelitian lebih lanjut menggunakan mikroba itu bisa memberikan pengetahuan baru soal genetika. “Dengan meneliti DNA dan genomik mikroba seperti ini, kita bisa memahami evolusi pada era terawal di Bumi,” kata Suzuki. Penemuan mikroba di batu kuno juga akan berdampak ke upaya mencari kehidupan lain di luar Bumi. NASA, misalnya, saat ini memiliki robot Perseverance di Mars yang salah satu misinya adalah mengambil sampel fisik untuk dikirim ke Bumi.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Peneliti batu kuno di Bumi memperkirakan sampel dari Mars usianya akan sama dengan batu yang dibor di Afrika Selatan. “Menemukan kehidupan mikroba di Bumi dari 2 miliar tahun lalu dan bisa mengkonfirmasi keasliannya membuat saya semangat, ingin tahu apa yang bisa kita temukan dari sampel di Mars,” kata Suzuki. Dengan penemuan ini, ilmuwan memiliki harapan baru untuk memahami evolusi makhluk hidup di Bumi dan mencari kehidupan lain di luar Bumi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260629062220-37-746358/batu-2-miliar-tahun-dibuka-ilmuwan-kaget-isinya-masih-hidup, without altering the facts of the original article.