Dua Dekade Membangun Impian, UMKM Sumenep Gula Merah Jaya
**Dua Dekade Membangun Impian, UMKM Sumenep Gula Merah Jaya** **Pembuka** Gula merah, salah satu komoditas tradisional Madura, telah menjadi bagian dari kehidupan Rosidah selama 20 tahun. Sejak 2006, ia telah mengembangkan usaha gula merah khas Madura dengan memanfaatkan air nira dari pohon siwalan atau lontar yang banyak tumbuh di Sumenep. Dengan dedikasi dan ketekunan, Rosidah telah berhasil meningkatkan kualitas gula merahnya dan memperluas jaringan pelanggan ke berbagai daerah. **Mengapa & Dampak** Tiga tahun pertama pasca menjadi nasabah, KUR BRI berjalan dengan manis seiring dengan perputaran roda usahanya yang makin kencang. Setelah pinjaman pertamanya lunas dengan catatan komitmen yang bersih, Rosidah kembali mempercayakan pengembangan usahanya kepada BRI. Ia mengajukan pinjaman tahap kedua dengan nominal yang naik kelas menjadi Rp50 juta. Dukungan finansial dari BRI tidak berhenti sampai di situ. Melihat rekam jejak usahanya yang terus tumbuh positif, pada 2024 lalu, Rosidah kembali mendapatkan kepercayaan, di mana BRI memberikan kucuran dana KUR dengan nilai yang lebih besar. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tahun 2016, Rosidah memutuskan untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Pragaan. “Saya sudah lama jadi nasabah BRI, tapi baru tahun 2016 itu memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR. Prosesnya cepat dan tim dari BRI sangat responsif. Saya memilih KUR ini karena selain bunganya rendah juga tidak ada agunan. Jadi cocok untuk usaha kecil seperti saya,” urai Rosidah. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Rosidah berhasil meningkatkan kualitas gula merahnya dan memperluas jaringan pelanggan ke berbagai daerah. 2. Ia mengajukan pinjaman tahap kedua dengan nominal yang naik kelas menjadi Rp50 juta. 3. Dukungan finansial dari BRI tidak berhenti sampai di situ, dan pada 2024 lalu, Rosidah kembali mendapatkan kepercayaan dengan kucuran dana KUR yang lebih besar. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan dukungan finansial dari BRI, Rosidah berhasil meningkatkan skala produksi gula merahnya dan memenuhi permintaan pasar yang tak pernah sepi. Produksi gula merahnya pun terus meningkat, dari rata-rata 200 kilogram per hari menjadi kisaran 500 kilogram per hari. Selain itu, ia juga berhasil membantu warga sekitar dengan menyerap tenaga kerja dan menerima hasil bahan baku dari mereka. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kini, buah dari ketekunannya selama 20 tahun telah mengakar kuat. Rosidah berhasil mengunci hati banyak pelanggan tetap di berbagai wilayah di Madura. Pasar yang ia jangkau tidak lagi sebatas lingkungan sekitar desa, melainkan meluas melintasi batas kabupaten, menjangkau daerah Pamekasan, Sampang, hingga Bangkalan. Sistem pemasarannya pun kini telah lebih efektif dan efisien. **Kesimpulan** Dengan dedikasi dan ketekunan, Rosidah telah berhasil meningkatkan kualitas gula merahnya dan memperluas jaringan pelanggan ke berbagai daerah. Dukungan finansial dari BRI telah menjadi faktor penting dalam kesuksesannya. Kini, ia telah menjadi contoh bagi UMKM lainnya di Sumenep untuk berani mencoba dan berinovasi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260729200144-25-754900/intip-kisah-umkm-dari-sumenep-dua-dekade-besarkan-usaha-gula-merah, without altering the facts of the original article.