Krisis Keuangan Mengancam, CANI Jual 4 Kapal untuk Selamatkan Bisnis

**Krisis Keuangan Mengancam, CANI Jual 4 Kapal untuk Selamatkan Bisnis** **Momen Penentu di Menit Akhir** PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk. (CANI) terpaksa menjual 4 kapal untuk selamatkan bisnisnya dari krisis keuangan. Transaksi penjualan aset berupa 4 unit kapal kepada PT Adhi Berlian Shipping senilai Rp 20,1 miliar atau setara dengan US$ 1,11 juta. Penjualan ini dilakukan untuk menghemat biaya dan meningkatkan kemampuan keuangan perusahaan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), 4 kapal tersebut adalah Kapal Tunda (Tug Boat) bernama ASL Abadi dengan harga jual sebesar Rp 5 miliar, Kapal Tunda (Tug Boat) bernama ASL Abadi 3 dengan harga jual sebesar Rp 5,3 miliar, Kapal Tunda (Tug Boat) bernama ASL Abadi 4 dengan harga jual sebesar Rp 4,9 miliar, dan Kapal Tunda (Tug Boat) bernama ASL Abadi 5 dengan harga jual sebesar Rp 4,9 miliar. Seluruh aset tersebut dijual kepada PT Adhi Berlian Shipping, sementara pihak penjual adalah PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk. (CANI). Perseroan mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026, ekuitas perusahaan tercatat negatif US$34,55 juta. Sementara itu, total aset perseroan pada periode yang sama sebesar US$7,16 juta. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penjualan kapal tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan keuangan perusahaan dan menjaga kelangsungan usaha. Dengan nilai transaksi mencapai 15,52% dari total aset perseroan per 31 Desember 2025, aksi korporasi ini memenuhi kriteria sebagai transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 17 Tahun 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Menurut manajemen, manfaat yang diharapkan dari penjualan kapal tersebut akan menyehatkan kondisi keuangan, menjaga kelangsungan usaha, dan memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham Perseroan dalam jangka panjang. Dengan demikian, perusahaan dapat terus beroperasi dan meningkatkan keuntungan di masa depan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Namun, penjualan kapal tersebut belum berarti bahwa perusahaan telah keluar dari krisis keuangan. Ekuitas negatif yang tercatat pada laporan keuangan interim per 31 Maret 2026 masih merupakan tantangan yang harus dihadapi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan keuangan dan menjaga kelangsungan usaha. Dalam jangka panjang, perusahaan harus terus meningkatkan keuntungan dan meningkatkan nilai ekuitas. Dengan demikian, perusahaan dapat terus beroperasi dan meningkatkan keuntungan di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260730084229-17-754970/modal-minus-cani-terpaksa-jual-4-kapal-demi-kelangsungan-usaha, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *