Sahate, Makanan Rumahan yang Menggebrak Pasar Global Bersama BRI

Momen Penentu di Menit Akhir

Di tengah pandemi Covid-19, ketika kesadaran akan makanan yang lebih sehat mulai meningkat, Lince Sulastri melihat sebuah peluang sederhana. Dari dapur rumahnya di Kota Bandung, ia mulai mencoba membuat camilan yang tidak hanya enak, tetapi juga lebih sehat, hingga akhirnya lahirlah Sahate pada 2022. Dengan bahan dasar beras, Lince mengembangkan keripik dan aneka kue kering yang gluten-free dan rendah gula, namun tetap gurih dan renyah.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Usaha yang awalnya kecil perlahan mulai dikenal, dengan pelanggan yang datang kembali dan pesanan yang terus bertambah. Seiring berjalannya waktu, Lince menyadari bahwa membangun usaha bukan hanya soal menjaga rasa. Ia mulai mencari cara untuk belajar lebih banyak, memahami pasar, serta memperluas jaringan agar usahanya bisa berkembang lebih jauh.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Bagi Lince, kehadiran LinkUMKM menjadi ruang untuk belajar, berjejaring dan bertukar pengalaman dengan sesama pelaku usaha, sekaligus tempat belajar untuk melihat peluang yang sebelumnya belum terpikirkan. LinkUMKM merupakan platform pemberdayaan UMKM dari BRI yang perlahan membantunya memahami pasar, memperluas jaringan, dan menemukan cara agar usahanya bisa melangkah lebih jauh. Melalui pelatihan dan pendampingan yang dijalaninya, Lince mulai membenahi berbagai aspek usaha, mulai dari kualitas produk hingga cara memasarkan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Perubahan tersebut mulai nyata terlihat. Produk keripik beras Sahate kini menjadi andalan dan semakin diminati pelanggan. Pemasarannya pun meluas, tidak hanya melalui marketplace dan pameran, tetapi juga melalui kerja sama dengan berbagai mitra di sejumlah daerah. Langkah Sahate pun terus berkembang. Produknya telah lolos kurasi untuk peluang pemasaran ke Denmark dan Hong Kong. Saat ini, Lince juga tengah mempersiapkan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points sebagai bagian dari upaya menjangkau pasar yang lebih luas. Dalam perspektif Lince, keberhasilan Sahate juga berdampak pada ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ia berharap bahwa usaha ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Saya menggunakan QRIS BRI untuk memudahkan transaksi karena tidak perlu lagi repot mencari uang kembalian,” kata Lince. “Harapan saya, usaha ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar serta semakin dikenal oleh masyarakat luas.”

Kesimpulan Singkat

Pengalaman Lince Sulastri dalam membangun usaha Sahate menjadi contoh nyata bagaimana pengusaha UMKM dapat tumbuh dan berkembang dengan bantuan platform pemberdayaan UMKM seperti LinkUMKM. Perjalanan Sahate menunjukkan bahwa dengan ruang untuk belajar, pengusaha UMKM Indonesia mampu bertahan sekaligus terus berkembang. Sebagai Corporate Secretary BRI, Dhanny melihat perjalanan Sahate sebagai contoh bagaimana BRI dapat membantu pelaku usaha untuk membawa produknya melangkah lebih jauh dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260726164422-25-753884/berawal-dari-dapur-rumahan-sahate-tembus-pasar-global-bersama-bri, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *