Burhanuddin Abdullah Jadi Calon Gubernur BI, Airlangga: Ini Kata Penjelasannya

Momen Penentu di Menit Akhir

Nama Burhanuddin Abdullah seketika muncul dalam bursa calon gubernur Bank Indonesia (BI), setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan orang nomor satu di bank sentral. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan publik harus menunggu nama calon yang akan disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepada DPR.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Perry mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026 melalui pengiriman surat kepada kepala negara. Setelah Perry mengundurkan diri, pada 26 Juli 2026, dewan gubernur BI mengadakan rapat dan memutuskan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat Gubernur sementara sesuai pasal 50 ayat (2) UU BI. Mekanisme itu sesuai dengan pasal 48 ayat (1) huruf (a) UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan UU No. 4 Tahun 2026, Destry akan menjabat sebagai gubernur sementara BI sampai Prabowo mengirimkan nama calon gubernur BI yang baru ke DPR untuk diuji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test oleh Komisi XI DPR.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal mengungkapkan usulan calon yang diberikan oleh Presiden maksimal ditetapkan sebanyak 3 nama, berdasarkan aturan dalam UU P2SK. Adapun, DPR belum menerima surat dari Presiden karena DPR saat ini memasuki masa reses. “Kita masih menunggu usulan Presiden, maksimal 3 nama,” ujar Hekal dalam Power Lunch, CNBC Indonesia TV, Senin (27/7/2026).

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Burhanuddin Abdullah merupakan Gubernur Bank Indonesia sejak 2003 hingga 2008 dan merupakan Gubernur untuk International Monetary Fund (IMF), Washington DC, di Indonesia. Pria kelahiran Garut, Jawa Barat pada 10 Juli 1947 itu juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di era Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Burhanuddin Abdullah merupakan Ketua Dewan Pakar dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran saat Pilpres 2024. Burhanuddin memperoleh gelar Sarjana Pertanian (Ir.) dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung tahun 1974, Master of Arts (M.A.) di bidang Ekonomi dari Universitas Negeri Michigan, Amerika Serikat (1984), dan Doktor Honoris Causa di bidang Ekonomi dari Universitas Diponegoro (2006). Dengan demikian, proses pemilihan gubernur BI akan berlangsung lebih lama dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menentukan nama calon gubernur yang baru.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260728082442-4-754297/heboh-burhanuddin-abdullah-jadi-calon-gubernur-bi-ini-kata-airlangga, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *