Pertamina Cetak Pelaut Unggul, Generasi Baru Siap Perkuat Distribusi Energi

**Pertamina Cetak Pelaut Unggul, Generasi Baru Siap Perkuat Distribusi Energi** **Pembuka** PT Pertamina Patra Niaga bersama Pertamina Foundation meresmikan 13 penerima Program Beasiswa Calon Pelaut Tahun 2026 dalam acara Inaugurasi yang diselenggarakan di Yudhistira Ballroom, Patra Jasa Office Tower, Jakarta, Kamis (23/7). Program ini merupakan bentuk komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mencetak generasi pelaut Indonesia yang profesional, berintegritas, dan siap mendukung keberlanjutan distribusi energi nasional. **APA YANG TERJADI** Fakta dan kronologi kejadian berdasarkan referensi: PT Pertamina Patra Niaga bersama Pertamina Foundation meresmikan 13 penerima Program Beasiswa Calon Pelaut Tahun 2026 dalam acara Inaugurasi yang diselenggarakan di Yudhistira Ballroom, Patra Jasa Office Tower, Jakarta, Kamis (23/7). Dari 403 pendaftar, sebanyak 100 peserta mengikuti tahapan seleksi administrasi dan tes tertulis, 40 peserta melanjutkan ke tahap wawancara, hingga akhirnya terpilih 13 penerima beasiswa terbaik. **MENGAPA & DAMPAK** Program Beasiswa Calon Pelaut merupakan salah satu upaya perusahaan dalam menyiapkan regenerasi pelaut yang mampu menjawab kebutuhan industri maritim dan energi di masa depan. Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia membutuhkan pelaut yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga integritas dan semangat pengabdian untuk mendukung distribusi energi nasional. Dengan program ini, Pertamina Patra Niaga berharap dapat melahirkan talenta-talenta muda yang memiliki daya saing tinggi serta berkontribusi dalam pembangunan sektor energi dan maritim Indonesia. Selain itu, program ini juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui peningkatan akses pendidikan dan kesempatan berkarier di sektor maritim. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan pelaut yang profesional dan berintegritas, PT Pertamina Patra Niaga didukung sekitar 2.500 pelaut yang menjadi garda terdepan dalam mendistribusikan energi ke berbagai wilayah Indonesia. Program Beasiswa Calon Pelaut merupakan investasi jangka panjang perusahaan dalam menyiapkan regenerasi SDM maritim yang kompeten untuk menjawab kebutuhan operasional perusahaan di masa mendatang. **PENUTUP** Kesimpulan singkat + arah ke depan: Pertamina Patra Niaga telah mengevaluasi 403 pendaftar dan memilih 13 penerima beasiswa terbaik. Dengan program ini, perusahaan berharap dapat melahirkan talenta-talenta muda yang dapat berkontribusi dalam pembangunan sektor energi dan maritim Indonesia. Selain itu, program ini juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui peningkatan akses pendidikan dan kesempatan berkarier di sektor maritim.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260725071839-4-753742/perkuat-distribusi-energi-pertamina-cetak-generasi-pelaut-unggul, without altering the facts of the original article.

Bangkai Pesawat Hilang 74 Tahun Ditemukan di Laut, Masyarakat Terkejut

Bangkai pesawat Pan American Airways “Clipper Endeavor” yang hilang selama 74 tahun akhirnya ditemukan di laut. Pesawat yang setara dengan Boeing 737 itu tenggelam di kedalaman Samudra Atlantik pada 11 April 1952.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada saat itu, Pan Am Flight 526A, yang dijuluki “Easter Special”, sedang menuju Bandara Idlewild New York (kini JFK). Penerbangan tersebut hanya berlangsung kurang dari sembilan menit sebelum dua mesin di sisi kanan pesawat kehilangan tenaga secara berurutan saat pesawat baru saja lepas landas dari San Juan, Puerto Rico. Pilot John C. Burn terpaksa mendaratkan pesawat di laut setelah upaya kembali ke San Juan gagal karena pesawat terus kehilangan ketinggian.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Seluruh 69 penumpang dan awak dilaporkan selamat dari benturan awal saat mendarat di air. Namun, kepanikan dan kebingungan terjadi tak lama setelahnya. Banyak penumpang menolak perintah kapten untuk meninggalkan pesawat dan tetap terikat di kursi mereka, sementara kendala bahasa turut menghambat proses evakuasi-ditambah lagi ombak besar dan ancaman hiu di sekitar lokasi membuat sebagian penumpang memilih bertahan di dalam kabin.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Bagian ekor pesawat patah dan badan pesawat tenggelam, menewaskan 52 orang dari total penumpang dan awak. Tragedi ini membawa dampak besar bagi industri penerbangan dunia. Saat kecelakaan terjadi, briefing keselamatan sebelum lepas landas dan pendaratan belum diwajibkan, dan insiden inilah yang mendorong lahirnya instruksi baru soal apa yang harus dilakukan penumpang dalam keadaan darurat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pencarian bangkai pesawat ini merupakan hasil kerja keras selama tujuh tahun dari Russ Matthews, presiden sekaligus salah satu pendiri Air/Sea Heritage Foundation. Menurut Matthews, kedalaman laut di lokasi tenggelamnya pesawat terlalu dalam untuk dijangkau penyelam, ditambah cuaca buruk dan pandemi Covid-19 yang turut menunda proses pencarian selama beberapa tahun. Titik terang muncul ketika kapal survei Fugro Brasilis, yang membawa kendaraan bawah laut otonom bernama “Miss Millie” senilai 10-12 juta dolar AS, melintasi area seluas 10 mil persegi yang menjadi fokus pencarian. Tim eksplorasi menegaskan situs itu tidak akan diganggu dan tidak ada rencana mengevakuasi jenazah, mengingat 39 korban memang tidak pernah ditemukan-menjadikan lokasi bangkai pesawat sebagai satu-satunya “batu nisan” yang mungkin akan pernah ada bagi mereka. Diana Lachatanere, yang kehilangan ayahnya dalam kecelakaan tersebut saat berusia 5 tahun, mengaku belum mengetahui adanya pencarian bangkai pesawat itu dan merasa sedih karena tidak ada jenazah yang bisa ditemukan. Artikel ini membuka lembaran baru dalam sejarah industri penerbangan, memperingatkan pentingnya keselamatan dan persiapan dalam menghadapi situasi darurat. Pencarian bangkai pesawat ini juga menunjukkan betapa kompleks dan sulitnya mencari jawaban atas kejadian yang telah berlalu, namun juga menunjukkan tekad manusia dalam mencari kebenaran dan menyelesaikan misteri.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260725014152-4-753732/hilang-74-tahun-bangkai-pesawat-ini-akhirnya-ditemukan-di-laut, without altering the facts of the original article.

RI Menemukan Pasar Baru, 5 Negara Ini Jadi Tujuan Komoditas Favorit

RI Menemukan Pasar Baru, 5 Negara Ini Jadi Tujuan Komoditas Favorit **Momen Penentu di Menit Akhir** Indonesia telah berhasil menemukan pasar baru untuk komoditas-komoditas strategisnya. Menurut laporan yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan, 5 negara telah menjadi tujuan favorit bagi komoditas Indonesia. Dengan ini, Indonesia dapat meningkatkan ekspor dan meningkatkan pendapatan negara. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut laporan yang diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan, 5 negara yang menjadi tujuan favorit bagi komoditas Indonesia adalah: 1. **India**: Negara dengan populasi terbesar di dunia ini telah menjadi salah satu tujuan favorit bagi komoditas Indonesia. India membutuhkan banyak bahan mentah, seperti minyak sawit dan biji-bijian, untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumen domestiknya. 2. **Cina**: Cina, negara dengan ekonomi terbesar di dunia, juga telah menjadi salah satu tujuan favorit bagi komoditas Indonesia. Cina membutuhkan banyak bahan mentah, seperti karet dan kayu, untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumen domestiknya. 3. **Turki**: Turki, negara dengan ekonomi yang berkembang pesat, telah menjadi salah satu tujuan favorit bagi komoditas Indonesia. Turki membutuhkan banyak bahan mentah, seperti minyak sawit dan biji-bijian, untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumen domestiknya. 4. **Meksiko**: Meksiko, negara dengan ekonomi yang berkembang pesat, telah menjadi salah satu tujuan favorit bagi komoditas Indonesia. Meksiko membutuhkan banyak bahan mentah, seperti karet dan kayu, untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumen domestiknya. 5. **Jepang**: Jepang, negara dengan ekonomi yang maju, telah menjadi salah satu tujuan favorit bagi komoditas Indonesia. Jepang membutuhkan banyak bahan mentah, seperti minyak sawit dan biji-bijian, untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumen domestiknya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penemuan pasar baru ini dapat meningkatkan ekspor Indonesia dan meningkatkan pendapatan negara. Dengan meningkatnya ekspor, Indonesia dapat meningkatkan pendapatan negara dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Selain itu, penemuan pasar baru ini juga dapat meningkatkan kompetitifitas Indonesia di pasar internasional. **Mengapa Komoditas Indonesia Favorit di Pasar Baru?** Komoditas Indonesia menjadi favorit di pasar baru karena kualitas dan kuantitas yang tinggi. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, sehingga dapat memproduksi komoditas dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi. Selain itu, Indonesia juga memiliki kelebihan dalam hal biaya produksi yang rendah, sehingga dapat menawarkan harga yang lebih kompetitif di pasar internasional. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Penemuan pasar baru ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan ekspor dan pendapatan negara. Namun, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh untuk meningkatkan kompetitifitas Indonesia di pasar internasional. Indonesia harus terus meningkatkan kualitas dan kuantitas komoditas, serta meningkatkan kelebihan dalam hal biaya produksi. Selain itu, Indonesia juga harus meningkatkan infrastruktur dan jaringan transportasi untuk meningkatkan kemudahan ekspor dan impor. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan pendapatan negara dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260724130640-8-753566/video-daftar-negara-yang-jadi-surga-baru-buat-komoditas-ri, without altering the facts of the original article.

AS Tak Bergegas Tekan Pemilu di [Negara Ini], Rezim Ingin Akhiri Pemilu

**AS Tak Bergegas Tekan Pemilu di Nikaragua, Rezim Ingin Akhiri Pemilu** **Pembuka** Pemerintah Amerika Serikat (AS) hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan meningkatkan tekanan besar terhadap Nikaragua, meski Presiden Daniel Ortega baru-baru ini menyatakan akan mengakhiri penyelenggaraan pemilu. Sikap Washington ini berbeda dengan pendekatannya terhadap Kuba dan Venezuela, yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi sasaran tekanan politik dan ekonomi lebih agresif. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 18 November 2025, Nikaragua telah mengalami kemenangan besar dalam kualifikasi Piala Dunia 2026, dengan mengalahkan Nikaragua 2-0. Namun, pada saat itu, Presiden Ortega masih belum mengumumkan rencana untuk mengakhiri pemilu. Pada April 2026, AS menjatuhkan sanksi baru terhadap dua putra Ortega dan Wakil Presiden Rosario Murillo. Menurut analis politik Manuel Orozco, Washington sengaja menghindari intervensi langsung karena khawatir memicu gelombang migrasi maupun represi politik. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Beberapa hari setelah operasi AS terhadap Venezuela pada awal tahun ini, Nikaragua justru mengambil sejumlah langkah yang dianggap sebagai sinyal positif kepada Washington. Pemerintah Managua membebaskan puluhan tahanan yang sebelumnya diminta AS untuk dilepas, serta kembali memberlakukan persyaratan visa bagi warga Kuba guna membatasi arus migrasi menuju Amerika Utara. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Profesor Departemen Studi Global Universitas California, Santa Barbara, Kai Thaler, perhatian Washington terhadap Nikaragua masih kalah dibanding Kuba maupun Venezuela. “Bagi Marco Rubio, Kuba jauh lebih penting daripada Nikaragua. Selain itu, Nikaragua tidak memiliki sumber daya alam seperti Venezuela,” ujar Thaler. Orozco menilai bahwa AS akan lebih fokus pada strategi tekanan jangka panjang menjelang pemilu yang secara teori dijadwalkan berlangsung pada November 2027. **Mengapa & Dampak** Kondisi ini terjadi karena rezim Sandinista yang berkuasa sejak 2007 belum menghadapi tekanan ekonomi maupun gejolak sosial yang signifikan. Karena itu, intervensi langsung AS justru berpotensi memaksa proses transisi yang belum tentu berjalan sesuai harapan Washington. Ortega tetap melontarkan kritik keras terhadap AS, tetapi analis memperkirakan bahwa retorika anti-AS Ortega lebih ditujukan untuk konsumsi politik domestik. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam beberapa hari terakhir, AS tetap menjatuhkan sanksi baru terhadap Nikaragua. Namun, Washington sengaja menghindari intervensi langsung karena khawatir memicu gelombang migrasi maupun represi politik. Orozco menambahkan bahwa AS akan lebih fokus pada strategi tekanan jangka panjang menjelang pemilu yang secara teori dijadwalkan berlangsung pada November 2027. Di sisi lain, peluang perubahan kekuasaan dari dalam rezim juga dinilai masih kecil.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260725015021-4-753734/as-tak-bergegas-tekan-negara-ini-meski-rezim-ingin-akhiri-pemilu, without altering the facts of the original article.

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan, Saya Dikriminalisasi: Potret Kekerasan

**Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan, Saya Dikriminalisasi: Potret Kekerasan** **Momen Penentu di Menit Akhir** Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah resmi ditahan sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh Kejaksaan Agung. Ia langsung ditahan selama 20 hari di Rutan KPK Jakarta Timur sejak Jumat (24/7/2026). Penahanan ini merupakan hasil dari pemeriksaan yang berlangsung selama sekitar 10 jam, dari pukul 13.00 WIB hingga 23.00 WIB di Gedung Utama Kejaksaan Agung. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Febrie Adriansyah keluar dari Gedung Utama Kejaksaan Agung sekitar pukul 23.00 WIB dengan mengenakan pakaian batik. Ia langsung masuk ke dalam mobil dengan pengawalan ketat dari petugas. Sebelum meninggalkan lokasi, Febrie menyampaikan bahwa dirinya telah diperiksa sebagai tersangka dan langsung ditahan. Ia juga mengaku menerima keputusan tersebut meski menilai proses hukum yang menjeratnya merupakan bentuk kriminalisasi. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dugaan TPPU disebut berkaitan dengan masa jabatannya di Kejaksaan, namun penyidik belum mengungkap modus yang disangkakan karena masih dalam tahap pembuktian. Penempatan di Rutan KPK bertujuan menjamin keamanan dan transparansi proses hukum. Kejagung juga menyebut bahwa alat bukti yang diajukan penyidik masih perlu didalami dan dikonfirmasi sehingga belum cukup menjadi dasar penahanan. Febrie Adriansyah juga mengungkapkan bahwa proses hukum yang menjeratnya merupakan bentuk kriminalisasi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dampak dari penahanan ini bagi Febrie Adriansyah masih belum jelas. Namun, dapat dipastikan bahwa proses hukum yang menjeratnya akan memakan waktu lama dan memerlukan banyak sumber daya. Febrie Adriansyah harus siap menghadapi proses hukum yang panjang dan rumit. Sementara itu, Kejaksaan Agung harus siap menjelaskan proses hukum yang menjeratnya dan pastikan bahwa proses hukum ini dilakukan dengan transparansi dan keadilan. **Pernyataan Febrie Adriansyah** Saya sudah diskusi dengan jaksa pemeriksa, bahwa alat bukti yang diajukan masih perlu didalami atau dikonfirmasi, sehingga menurut saya ini belum cukup untuk dilakukan penahanan. Di Gedung Bundar tidak pernah seperti ini, semua alat bukti harus dikonfirmasi dan diperdalam dulu, berkali-kali dilakukan ekspos baru kita yakin bahwa ini tidak zalim sehingga kita dikatakan tersangka, barulah kita bawa ke penahanan. **Kronologi** * Pukul 13.00 WIB: Febrie Adriansyah mulai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dugaan TPPU di Gedung Utama Kejaksaan Agung. * Pukul 23.00 WIB: Febrie Adriansyah keluar dari Gedung Utama Kejaksaan Agung dengan mengenakan pakaian batik. * Pukul 23.00 WIB: Febrie Adriansyah langsung masuk ke dalam mobil dengan pengawalan ketat dari petugas. **Dampak Penahanan** Penahanan Febrie Adriansyah dapat mempengaruhi reputasi Kejaksaan Agung dan memunculkan pertanyaan tentang proses hukum yang menjeratnya. Sementara itu, Febrie Adriansyah harus siap menghadapi proses hukum yang panjang dan rumit.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260724232541-7-753716/potret-eks-jampidsus-febrie-adriansyah-ditahan-saya-dikriminalisasi, without altering the facts of the original article.

Pertamina Fokus Green Refinery, B50 Hanya Awalnya

**Pertamina Fokus Green Refinery, B50 Hanya Awalnya** **Pembuka** Pertamina Patra Niaga mendukung langkah pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan proyek kilang hijau (green refinery) serta penerapan bahan bakar minyak jenis solar dicampur bahan bakar nabati (BBN) jenis sawit 50% atau biodiesel 50% (B50). Investasi saat ini difokuskan pada produksi energi terbarukan di berbagai kilang milik perusahaan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufik Aditiyawarman menjelaskan bahwa perusahaan saat ini fokus pada pengembangan green refinery untuk menghasilkan produk ramah lingkungan seperti Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) dan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (sustainable aviation fuel/SAF). Selain itu, perusahaan juga tengah mengeksplorasi teknologi co-processing di Kilang Cilacap dan Balongan untuk memproduksi bio-gasoline guna menutupi celah kebutuhan bensin nasional. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Berdasarkan catatan perusahaan, saat ini sebanyak 82% SPBU di seluruh Indonesia sudah menyediakan solar dicampur dengan B50 hingga Juli 2026. Pertamina menargetkan ketersediaan B50 akan mencapai 100% secara nasional pada September mendatang setelah masa transisi dari produk B40 berakhir. Perusahaan juga menerapkan pengawasan melalui pengujian 14 parameter di laboratorium internal sebelum produk didistribusikan ke jaringan SPBU. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pertamina memastikan bahwa seluruh produk yang dihasilkan dari kilang tetap mengutamakan standar kualitas dan keamanan bagi mesin kendaraan masyarakat. Keberhasilan penerapan B50 diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional. Sebagai catatan, dasar hukum pelaksanaan Program Mandatori Biodiesel B50 adalah Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pengusahaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati, serta Kepmen ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 Tahun 2026 tentang Kewajiban Pencampuran Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel dengan Bahan Bakar Minyak berupa Minyak Solar sebesar 50 persen dalam Kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan B50 pada Kamis (9/7/2026) sebagai agenda strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM khususnya jenis solar dan memperkuat nilai tambah sumber daya alam nasional, serta menjaga ketahanan ekonomi dan kedaulatan energi Indonesia. Dengan diluncurkannya program B50, Indonesia resmi menjadi negara pertama di Dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50. Keberhasilan ini akan terus dinilai dan dinavigasi untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260725070608-4-753738/gak-cuma-b50-pertamina-juga-fokus-green-refinery, without altering the facts of the original article.

BP Tapera Ungkap 3 Alasan Gen Z Dominasi Pembeli Rumah Subsidi

**BP Tapera Ungkap 3 Alasan Gen Z Dominasi Pembeli Rumah Subsidi** **Momen Penentu di Menit Akhir** BP Tapera telah mencatat mayoritas penerima rumah subsidi saat ini berasal dari Generasi Z. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengatakan hingga 23 Juli 2026 realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 111.537 unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 71.250 penerima atau sekitar 74% merupakan pekerja swasta dan buruh. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Selain berdasarkan profesi, BP Tapera juga memetakan profil usia penerima FLPP. Hasilnya menunjukkan kelompok usia muda justru menjadi penyerap terbesar rumah subsidi. Temuan ini dinilai menggambarkan meningkatnya kesadaran generasi muda untuk memiliki rumah sejak dini sebagai aset jangka panjang. Kelompok usia 19-25 tahun itu sebanyak 40.263 orang. Kemudian milenial juga cukup besar, disusul kelompok usia di atasnya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pemerintah terus memperluas cakupan penerima manfaat FLPP agar dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Hingga tahun ini, jumlah profesi yang dapat mengakses pembiayaan rumah subsidi terus bertambah dibanding tahun sebelumnya. “Kita ingin menunjukkan bahwa program pembiayaan KPR Sejahtera FLPP ini semakin inklusif. Jangan sampai ada masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak tahu atau tidak bisa difasilitasi,” kata Heru. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Selain memperluas sasaran penerima, pemerintah juga sedang menyiapkan sejumlah penyempurnaan skema pembiayaan agar cicilan rumah subsidi semakin terjangkau. Salah satu yang tengah dibahas ialah penerapan tenor KPR hingga 40 tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Kita sekarang sedang mengupayakan implementasi tenor 40 tahun sesuai arahan Bapak Presiden pada peringatan May Day 2026. Skema ini sedang kami diskusikan bersama kementerian terkait agar semakin banyak masyarakat yang mampu membeli rumah melalui FLPP,” kata Heru. BP Tapera mencatat mayoritas penerima rumah subsidi saat ini berasal dari Generasi Z, disusul pekerja swasta dan buruh. Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengatakan hingga 23 Juli 2026 realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 111.537 unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 71.250 penerima atau sekitar 74% merupakan pekerja swasta dan buruh. BP Tapera juga memetakan profil usia penerima FLPP, dan hasilnya menunjukkan kelompok usia muda justru menjadi penyerap terbesar rumah subsidi. Temuan ini dinilai menggambarkan meningkatnya kesadaran generasi muda untuk memiliki rumah sejak dini sebagai aset jangka panjang. Pemerintah terus memperluas cakupan penerima manfaat FLPP agar dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Hingga tahun ini, jumlah profesi yang dapat mengakses pembiayaan rumah subsidi terus bertambah dibanding tahun sebelumnya. Selain memperluas sasaran penerima, pemerintah juga sedang menyiapkan sejumlah penyempurnaan skema pembiayaan agar cicilan rumah subsidi semakin terjangkau. Salah satu yang tengah dibahas ialah penerapan tenor KPR hingga 40 tahun sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260725013346-4-753731/gen-z-dominasi-pembeli-rumah-subsidi-bp-tapera-beberkan-datanya, without altering the facts of the original article.

Pertamina Patra Niaga Tegaskan Strategi Kurangi Impor BBM Bensin

**Pertamina Patra Niaga Tegaskan Strategi Kurangi Impor BBM Bensin** PT Pertamina Patra Niaga memiliki rencana untuk mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) khususnya bensin melalui pengembangan biogasoline di kilang dalam negeri. Mayoritas produk BBM yang diimpor saat ini adalah jenis bensin, sehingga perusahaan ini berusaha meningkatkan kemandirian dan kapasitas energi nasional dari dalam negeri. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pertamina Patra Niaga sedang mengupayakan penggunaan teknologi co-processing untuk meningkatkan kemandirian dan kapasitas energi nasional dari dalam negeri. Co-processing adalah proses pengolahan minyak bumi dengan bahan lain seperti biogasoline untuk menghasilkan produk BBM yang lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, perusahaan ini dapat mengurangi impor BBM jenis bensin dan meningkatkan ketangguhan sistem energi di Indonesia. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pertamina Patra Niaga juga sedang berinvestasi pada green refinery untuk memproduksi berbagai bahan bakar ramah lingkungan. Fokus pengembangan tersebut saat ini berada di Kilang Cilacap guna menghasilkan Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) dan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau SAF. Selain itu, perusahaan ini juga mulai berinvestasi pada biogasoline untuk menghasilkan produk BBM yang lebih ramah lingkungan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan pengembangan biogasoline dan green refinery, Pertamina Patra Niaga dapat mengurangi impor BBM jenis bensin dan meningkatkan ketangguhan sistem energi di Indonesia. Selain itu, perusahaan ini juga dapat meningkatkan kemandirian dan kapasitas energi nasional dari dalam negeri. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi lebih mandiri dalam hal energi dan mengurangi ketergantungan pada impor BBM. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pertamina Patra Niaga masih memiliki tantangan dalam mengembangkan biogasoline dan green refinery. Namun, dengan keberanian dan dedikasi, perusahaan ini dapat mencapai tujuan untuk mengurangi impor BBM jenis bensin dan meningkatkan ketangguhan sistem energi di Indonesia. Selain itu, perusahaan ini juga harus terus berinovasi dan mengembangkan teknologi untuk meningkatkan kemandirian dan kapasitas energi nasional dari dalam negeri. Pertamina Patra Niaga telah menemukan strategi untuk mengurangi impor BBM jenis bensin melalui pengembangan biogasoline dan green refinery. Dengan demikian, perusahaan ini dapat meningkatkan kemandirian dan kapasitas energi nasional dari dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor BBM. Namun, perusahaan ini masih memiliki tantangan dalam mengembangkan biogasoline dan green refinery, dan harus terus berinovasi dan mengembangkan teknologi untuk mencapai tujuan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260725070940-4-753739/kurangi-impor-bbm-bensin-ini-strategi-pertamina-patra-niaga, without altering the facts of the original article.

Ayam Goreng Serai yang Harum: Praktis dan Menggugah Selera dengan Aroma Istimewa

**Ayam Goreng Serai yang Harum: Praktis dan Menggugah Selera dengan Aroma Istimewa** **Pembuka** Ingin menghadirkan hidangan ayam goreng yang memikat selera dengan aroma serai yang kuat dan rasa gurih nan lezat? Kini Anda bisa mewujudkannya tanpa perlu proses marinasi atau ungkep yang memakan waktu berjam-jam. Resep ayam goreng serai yang harum tanpa ungkep lama ini menjadi solusi praktis untuk menyajikan sajian istimewa di meja makan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Menurut Liputan6.com, Jakarta, Anda bisa membuat Ayam Goreng Serai yang lezat dan praktis dengan menggunakan campuran tepung maizena dan terigu sebagai pengikat bumbu, serta proses marinasi singkat 15-30 menit sudah cukup untuk membuat bumbu meresap ke dalam daging ayam. Kunci utama keharuman terletak pada penggunaan serai segar dalam jumlah yang cukup banyak dan dihaluskan bersama bumbu lainnya, sehingga aromanya keluar maksimal saat digoreng. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** * Resep ini tidak memerlukan ungkep lama karena menggunakan campuran tepung maizena dan terigu sebagai pengikat bumbu. * Proses marinasi singkat 15-30 menit sudah cukup untuk membuat bumbu meresap ke dalam daging ayam. * Potongan ayam paha fillet atau potongan ayam yang tidak terlalu besar sangat cocok karena lebih cepat matang dan bumbu lebih mudah meresap tanpa perlu ungkep lama. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan resep ini, Anda bisa membuat Ayam Goreng Serai yang lezat dan praktis di rumah tanpa perlu proses marinasi atau ungkep yang memakan waktu berjam-jam. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan bumbu lain seperti kunyit atau ketumbar bubuk untuk memperkaya rasa, atau sedikit cabai jika ingin sentuhan pedas. Jadi, jangan ragu untuk mencoba resep ini dan menikmati hidangan istimewa di meja makan Anda. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dengan demikian, Anda sudah siap untuk membuat Ayam Goreng Serai yang harum dan gurih tanpa proses ungkep yang panjang. Selamat mencoba dan nikmati hidangan istimewa di meja makan Anda!

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8253554/resep-ayam-goreng-serai-yang-harum-tanpa-ungkep-lama-praktis-dengan-aroma-menggugah-selera, without altering the facts of the original article.

Subeng Bali: Dari Ruang Ritual ke Desain Masa Kini, Jejaknya Terus Berlanjut

**Subeng Bali: Dari Ruang Ritual ke Desain Masa Kini, Jejaknya Terus Berlanjut** **Pembuka** Subeng, ornamen telinga tradisional Bali, telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali selama berabad-abad. Namun, perjalanan subeng tidak berhenti di masa lalu. Dalam pameran “Evolusi: Heritage and Craft as a Vessel of Light and Wisdom,” subeng ditampilkan sebagai saksi perjalanan masyarakat Bali yang terus berkembang mengikuti zaman. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pameran “Evolusi” adalah hasil kerja sama antara TULOLA dan Kawan Nusantara, yang berfokus pada bagaimana tradisi, keterampilan, dan nilai-nilai leluhur terus menemukan bentuk baru tanpa kehilangan jiwanya. Founder & Creative Conceptor TULOLA Happy Salma mengatakan, “Kami percaya tradisi selalu hidup karena manusia terus memaknainya kembali.” “EVOLUSI” adalah pameran tentang bagaimana warisan budaya terus bertumbuh mengikuti zaman. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pameran “Evolusi” menampilkan perjalanan subeng melalui empat fase: “Persembahan,” “Ekspresi,” “Nilai,” dan “Transformasi.” Fase “Persembahan” menampilkan subeng sebagai bagian dari kehidupan spiritual melalui motif padma yang terinspirasi arsitektur tempat persembahan di Bali. Fase “Ekspresi” menggambarkan berkembangnya nilai artistik lewat bentuk bunga lotus yang dipadukan tanaman rambat. Fase “Nilai” menampilkan subeng mulai menempati ruang sosial dan ekonomi sebagai karya kriya yang memiliki nilai lebih luas. Fase “Transformasi” menampilkan elemen tipografi bertuliskan “Evolusi” sebagai simbol bahwa tradisi tidak pernah berhenti menemukan wajah baru. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pameran “Evolusi” menunjukkan bahwa tradisi tidak pernah berhenti pada bentuk aslinya. Ia berkembang bersama manusia yang menciptakan, mengenakan, dan mewariskannya. Subeng yang dahulu lekat dengan ruang ritual kini dapat hadir sebagai bagian dari ekspresi personal, karya seni, bahkan inspirasi desain kontemporer. Founder & Creative Designer TULOLA Sri Luce Rusna mengatakan, “Perhiasan selalu menjadi penanda zaman. Dalam ‘EVOLUSI,’ kami ingin menunjukkan bahwa tradisi tidak berhenti pada bentuk aslinya. Ia berkembang bersama manusia yang menciptakan, mengenakan, dan mewariskannya.” **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pameran “Evolusi” tidak hanya menampilkan subeng sebagai karya seni, tetapi juga sebagai saksi perjalanan masyarakat Bali yang terus berkembang mengikuti zaman. Pameran ini menunjukkan bahwa budaya dipandang sebagai percakapan yang tidak pernah selesai, selalu membuka ruang bagi perubahan dan evolusi. Dengan demikian, pameran “Evolusi” menjadi contoh bagi kita untuk menghargai dan melestarikan warisan budaya kita, sambil tetap mengikuti perubahan zaman. **Kesimpulan** Pameran “Evolusi” adalah wujud nyata dari perjalanan subeng dan budaya Bali yang terus berkembang mengikuti zaman. Dengan menampilkan perjalanan subeng melalui empat fase, pameran ini menunjukkan bahwa tradisi tidak pernah berhenti pada bentuk aslinya. Ia berkembang bersama manusia yang menciptakan, mengenakan, dan mewariskannya. Pameran “Evolusi” menjadi contoh bagi kita untuk menghargai dan melestarikan warisan budaya kita, sambil tetap mengikuti perubahan zaman.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8253597/kawan-nusantara-2026-menyusuri-jejak-subeng-bali-dari-ruang-ritual-ke-desain-masa-kini, without altering the facts of the original article.