BRI Peduli Bantu Perempuan Ini Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut

**BRI Peduli Bantu Perempuan Ini Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut** **Pembuka** Rosyidah, seorang perempuan dari Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, telah mencapai kesuksesan dalam mengembangkan usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. Dengan bantuan dari Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan oleh BRI, Rosyidah berhasil meningkatkan penjualan produknya dan memperluas pilihan produk yang ditawarkan kepada konsumen. **Mengapa & Dampak** Empat tahun bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Rosyidah. Setelah kembali ke Indonesia, ia melihat potensi yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir, yaitu hasil laut yang tersedia dalam jumlah melimpah namun belum diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Dengan demikian, Rosyidah melihat sebuah peluang yang layak diperjuangkan untuk membuka kesempatan bagi para ibu nelayan di sekitar lingkungannya untuk ikut berkarya dan memperoleh tambahan penghasilan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Rosyidah mulai merintis usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. Namun, perjalanan membangun usaha tidaklah mudah. Tantangan terbesar yang dihadapi Rosyidah justru datang dari proses membangun kepercayaan diri sebagai seorang pelaku usaha. Ia harus belajar mengubah pola pikir, bangkit dari berbagai keraguan, hingga memahami cara memasarkan produknya agar semakin dikenal masyarakat. Keinginan untuk terus berkembang membawanya mengikuti Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan oleh BRI. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** – Rosyidah mengikuti Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan oleh BRI untuk memperkuat kemampuan berwirausaha sekaligus memperluas wawasan mengenai pengembangan usaha. – Melalui pelatihan tersebut, Rosyidah memperoleh perspektif baru yang membantunya melihat usahanya dengan cara yang berbeda. – Rosyidah juga memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Perubahan tersebut turut berdampak pada perkembangan usahanya. Jika sebelumnya penjualan C’milzea rata-rata hanya mencapai sekitar 50 kemasan, kini meningkat menjadi sekitar 70 hingga 100 kemasan. Selain itu, produk yang awalnya terbatas kini berkembang menjadi tiga variasi produk. Bagi Rosyidah, perjalanan dari negeri rantau hingga membangun usaha di kampung halaman menjadi bukti bahwa kesempatan untuk bertumbuh selalu terbuka bagi siapa saja yang mau belajar. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dukungan melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan fasilitas KUR BRI membantu Rosyidah untuk terus berkembang dan meningkatkan penjualan produknya. Namun, perjalanan membangun usaha masih panjang dan penuh tantangan. Rosyidah akan terus belajar dan berkembang untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan meningkatkan kesuksesan usahanya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260719143046-25-751953/bri-peduli-bantu-perempuan-ini-kembangkan-usaha-olahan-hasil-laut, without altering the facts of the original article.

Pelatihan Sertifikasi Halal BRI Peduli Bantu UMKM Tingkatkan Omzet

**Pelatihan Sertifikasi Halal BRI Peduli Bantu UMKM Tingkatkan Omzet** **Pembuka** Banyak usaha kecil yang lahir dari masa-masa sulit, termasuk BUNCY, usaha rumahan milik Lucy Emilda yang mulai dirintis pada tahun 2020 ketika pandemi memaksa banyak orang mencari cara untuk tetap bertahan. Dari dapur sederhana di Cimahi, Jawa Barat, Lucy mengolah cheese stick dengan harapan sederhana, menghadirkan camilan yang disukai banyak orang sekaligus menjadi penopang ekonomi keluarga. **Momen Penentu di Menit Akhir** Usaha BUNCY terus berkembang dengan mengedepankan cita rasa dan kualitas pada setiap produk yang dihasilkan. Namun, membangun sebuah usaha bukanlah perjalanan yang mudah. Di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin ketat, membangun kepercayaan konsumen menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Lucy dalam mengembangkan usahanya. Baginya, kepercayaan merupakan modal penting agar sebuah produk dapat diterima oleh masyarakat. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Lucy mengaku bahwa usaha kuliner, khususnya yang telah memiliki sertifikat halal, lebih mudah mendapatkan kepercayaan konsumen. Melalui fasilitasi Program Sertifikasi Halal dari BRI, BUNCY memperoleh kesempatan untuk melengkapi legalitas usahanya. Sertifikat halal menjadi pijakan awal bagi Lucy untuk melangkah lebih jauh dalam mengembangkan usahanya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Setelah mendapatkan sertifikasi halal, Lucy tidak berhenti sampai di situ. Ia melanjutkan pengurusan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) agar produknya memiliki legalitas yang semakin lengkap dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. “Setelah memiliki Sertifikasi Halal saya lanjut mengurus Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dengan kelengkapan tersebut saya bisa lebih luas melakukan jangkauan pasar dan berdampak pada peningkatan revenue usaha saya,” cerita Lucy. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Bagi Lucy, manfaat program ini tidak hanya terletak pada sertifikat yang diterima, tetapi juga pada proses pendampingan yang membuat seluruh tahapan pengurusan terasa lebih mudah. Mulai dari persyaratan hingga administrasi, setiap proses dilalui dengan arahan yang jelas sehingga pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya. “Terima kasih kepada BRI yang telah memfasilitasi saya mendapatkan sertifikat halal, dengan segala kemudahan syarat dan administrasi, petunjuk dari petugas saya merasa sangat terbantu. Usaha saya sangat terbantu dengan program ini,” imbuhnya. **Kesimpulan** Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny mengungkapkan bahwa BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, terus mengambil peran membantu pelaku UMKM melalui kegiatan pelatihan dan pemberian sertifikasi halal yang diharapkan dapat menciptakan UMKM yang dapat bersaing di pasar. Melalui pelatihan ini, BRI berharap pelaku UMKM mampu menjaga mutu produk, memperluas akses pasar, dan semakin siap naik kelas. **Output** Dengan dukungan dari BRI Peduli, BUNCY terus melangkah dengan keyakinan yang lebih besar. Dari sebuah dapur sederhana di Cimahi, usaha yang lahir di tengah pandemi ini membuktikan bahwa kesempatan dan pendampingan yang tepat mampu membantu pelaku UMKM tumbuh lebih percaya diri, memperluas pasar, dan terus berkembang secara berkelanjutan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720115458-25-752159/pelatihan-sertifikasi-halal-bri-peduli-bantu-umkm-tingkatkan-omzet, without altering the facts of the original article.

Bikin Geger! Pejabat RI Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas

**Bikin Geger! Pejabat RI Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas** **Momen Penentu di Menit Akhir** Di saat banyak pejabat memanfaatkan mobil dinas untuk berbagai keperluan, pejabat Indonesia bernama Baharuddin Lopa justru memilih naik angkutan kota (angkot) saat akhir pekan. Bukan karena tidak memiliki kendaraan, melainkan karena dia berpegang teguh pada prinsip bahwa mobil dinas hanya boleh digunakan untuk menjalankan tugas negara. Bagi Lopa, menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi adalah sesuatu yang haram. Prinsip itu diterapkannya tanpa pengecualian. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Baharuddin Lopa, Jaksa Agung ke-17 RI, dikenal sebagai sosok sederhana yang tidak pernah menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi. Bahkan, saat menghadiri pesta pernikahan pada 1980-an, dia turun dari angkot dan berjalan memasuki lokasi acara seperti tamu lainnya. Ketika ditanya mengapa dia tidak menggunakan mobil dinas, Lopa menjawab dengan tenang, “Ini hari Minggu. Ini juga bukan acara dinas. Jadi, saya tak boleh datang dengan mobil kantor.” **Apa Artinya Ini ke Depan?** Sikap Lopa yang sederhana dan tidak pernah menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi menjadi contoh yang baik bagi pejabat lainnya. Dengan demikian, mereka dapat menghindari kesan yang tidak pantas dan mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Selain itu, sikap Lopa juga menunjukkan bahwa seseorang dapat menjadi pejabat yang berpengaruh tanpa harus menggunakan mobil dinas. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun Baharuddin Lopa telah meninggal pada tahun 2001, namun legacy-nya masih terasa hingga saat ini. Banyak pejabat yang telah mengikuti jejaknya dan menggunakan angkot atau transportasi umum lainnya untuk keperluan pribadi. Namun, masih banyak lagi pejabat yang perlu dipicu untuk mengikuti jejak Lopa dan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Baharuddin Lopa meninggal pada tahun 2001 setelah berpenyakit jantung. Dia meninggalkan jejak yang sangat baik bagi pejabat lainnya. Lopa tidak pernah menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi dan selalu mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Dia adalah contoh yang baik bagi pejabat lainnya dan harus diingat sebagai sosok yang sederhana dan tidak pernah melupakan kepentingan negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714162653-25-750768/bikin-geger-pejabat-ri-terciduk-naik-angkot-tolak-pakai-mobil-dinas, without altering the facts of the original article.

Proyek RI Ini Bikin Belanda Kagum, Ternyata Sempat Tanam Kepala Kerbau

**Proyek RI Ini Bikin Belanda Kagum, Ternyata Sempat Tanam Kepala Kerbau** **Pembuka** Saat ini, teknologi dan inovasi menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi kemajuan suatu negara. Namun, pernahkah Anda tahu bahwa ada seorang insinyur Indonesia yang telah membuat Belanda terpukau dengan karyanya? Ya, kita akan membahas tentang Sedyatmo, sosok yang dikenal sebagai penemu konstruksi fondasi “cakar ayam” dan telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam dunia teknik. **Mengapa & Dampak** Pada tahun 1936, Sedyatmo mendapat kepercayaan dari Mangkunegoro VII untuk membangun jembatan air di Desa Wiroko, Wonogiri. Proyek ini bukan pekerjaan mudah, karena lokasi pembangunan masih terpencil, akses jalannya belum memadai, dan kawasan sekitarnya dipenuhi ular berbisa. Meski begitu, Sedyatmo tidak gentar dan menyusun rancangan jembatan dengan prinsip hemat bahan, hemat biaya, dan hemat waktu, tetapi tetap menghasilkan bangunan yang kuat dan berkualitas. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sedyatmo tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat dengan membangun jembatan air yang efektif, tetapi ia juga tidak meninggalkan adat masyarakat tempat ia bekerja. Sebelum pembangunan dimulai, ia memotong seekor kerbau dan menanam kepalanya di sekitar lokasi proyek. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa saat itu, kepala kerbau yang ditanam merupakan persembahan kepada roh-roh penjaga tempat agar pembangunan berjalan lancar dan para pekerja mendapat perlindungan. Namun, Sedyatmo menegaskan bahwa ia tidak menjalankan tradisi tersebut karena mempercayai unsur mistisnya, tetapi karena ingin menghormati masyarakat yang terlibat dalam proyek tersebut. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keberhasilan Sedyatmo dalam membangun jembatan air yang efektif dan menghormati adat masyarakat menjadi titik balik dalam kariernya. Kemampuan Sedyatmo menarik perhatian salah satu pejabat tinggi di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hindia Belanda, Prof. Ir. Bijlaard. Sang profesor meminta insinyur jembatan itu bergabung dengan Departemen PU. Ini menjadikan Sedyatmo sebagai orang Jawa pertama yang bekerja di departemen tersebut. Setelahnya, prestasi Sedyatmo terus bertambah, dan tahun 1953, dia diangkat menjadi Profesor. **Momen Penentu di Menit Akhir** Keberhasilan Sedyatmo dalam membangun jembatan air yang efektif dan menghormati adat masyarakat bukan hanya berdampak pada kariernya, tetapi juga pada kemajuan teknologi di Indonesia. Sedyatmo merupakan contoh nyata bahwa dengan kemampuan dan dedikasi yang kuat, seseorang dapat mencapai kesuksesan dan meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam dunia teknik. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam kesimpulan, keberhasilan Sedyatmo dalam membangun jembatan air yang efektif dan menghormati adat masyarakat merupakan contoh nyata bahwa kemampuan dan dedikasi yang kuat dapat mencapai kesuksesan. Sedyatmo merupakan inspirasi bagi generasi masa depan untuk terus meningkatkan kemampuan dan dedikasi mereka dalam mencapai kesuksesan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720132653-25-752202/proyek-ri-ini-bikin-belanda-kagum-ternyata-sempat-tanam-kepala-kerbau, without altering the facts of the original article.

Wakil Presiden RI Ini Dituduh Jadi Agen CIA

**Wakil Presiden RI Ini Dituduh Jadi Agen CIA** **Momen Penentu di Menit Akhir** Wakil Presiden ke-3 RI, Adam Malik, ternyata pernah dituduh sebagai agen badan intelijen Amerika Serikat atau Central Intelligence Agency (CIA) pada tahun 1960-an. Pria yang lahir tepat hari ini 99 tahun lalu itu dikaitkan dengan CIA dalam buku karya jurnalis investigasi Amerika Serikat, Tim Weiner, yang mengulas sejarah operasi rahasia badan intelijen tersebut di berbagai negara. Buku tersebut adalah Legacy of Ashes: The History of the CIA yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Membongkar Kegagalan CIA (2008). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam buku itu, Weiner menceritakan pertemuan Adam Malik dengan agen senior CIA, Clyde McAvoy, di tempat rahasia Jakarta. “Malik bertemu perwira CIA, Clyde McAvoy di sebuah tempat rahasia dan aman di Jakarta. McAvoy adalah operator rahasia yang selama satu dekade sebelumnya telah membantu merekrut seorang perdana menteri masa depan bagi Jepang dan dia datang ke Indonesia dengan tugas menyusup ke dalam PKI dan pemerintahan Sukarno,” ungkap Tim Weiner. Dalam wawancara ke Weiner, McAvoy mengaku melakukan perekrutan langsung ke sosok diplomat tersebut. “Saya merekrut dan mengontrol Adam Malik. […] Dia adalah pejabat Indonesia tertinggi yang pernah kami rekrut,” kata McAvoy kepada Tim Weiner dalam wawancara pada 2005. Menurut paparan Weiner, CIA berupaya mengonsolidasikan kekuatan politik di Indonesia dengan membentuk “pemerintahan bayangan”. Waktu itu, CIA merasa perlu membangun kedekatan dengan Indonesia supaya negara ini tidak jatuh ke tangan Uni Soviet dan komunismenya. Weiner juga menulis bahwa beberapa hari kemudian setelah pertemuan Adam Malik dan McAvoy terjadi pertemuan lanjutan. Kali ini, antara Adam Malik dengan atase politik Kedutaan Besar AS di Jakarta, Bob Martens. Dalam pertemuan tersebut, Martens disebut menyerahkan daftar berisi 67 tokoh PKI kepada utusan Adam Malik. Selain itu, Weiner mengklaim CIA memberikan dukungan terhadap operasi antikomunis, termasuk bantuan dana yang disalurkan melalui operasi terselubung bersama unsur militer. Bahkan, Adam Malik disebut menerima dana US$10.000 untuk membiayai kegiatan tersebut. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Tuduhan ini kemudian menimbulkan reaksi dari pihak keluarga dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Putri Adam Malik, Antarini Malik, menegaskan isi buku Tim Weiner tidak benar. Menurutnya, nasionalisme sang ayah tidak mungkin dipertaruhkan demi kepentingan negara lain ataupun imbalan uang. Keluarga pun mengungkapkan rasa marahnya. Sejarawan Taufik Abdullah juga menyangkal tuduhan tersebut. Menurutnya, itu tidak masuk akal. “I tu kan intel, nah kalo intel itu apa yang dilakukan, tentunya mencari informasi dan memberikan informasi terbaik. Berdasarkan riwayat hidup pak Adam Malik, maka sulit saya menerima itu,” katanya, dikutip dari situs UGM. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Tuduhan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kebenaran sejarah Indonesia. Apakah Adam Malik benar-benar bekerja untuk CIA? Apakah pemerintahan Indonesia waktu itu telah terpengaruh oleh CIA? Pertanyaan-pertanyaan ini masih belum terjawab dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, satu hal yang jelas adalah bahwa kejadian ini telah menimbulkan reaksi kuat dari pihak keluarga dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mereka menolak tuduhan bahwa Adam Malik bekerja untuk CIA dan mengklaim bahwa nasionalisme sang ayah tidak mungkin dipertaruhkan demi kepentingan negara lain.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720113310-25-752152/wakil-presiden-ri-ini-dituduh-jadi-agen-cia, without altering the facts of the original article.

Sosok Ini Jadi Guru Spiritual Presiden RI, Ramalannya Tokcer

**Sosok Ini Jadi Guru Spiritual Presiden RI, Ramalannya Tokcer** Di balik kekuasaan seorang presiden, terkadang ada sosok yang jarang diketahui publik. Bagi Presiden ke-2 RI Soeharto, sosok itu adalah guru spiritual bernama Rama Diyat atau Raden Panji Soediyat Prawirokoesoemo. Kedekatannya dengan orang nomor satu di Indonesia membuat rumah Rama Diyat disebut selalu dijaga kendaraan militer. **Momen Penentu di Menit Akhir** Menurut Hakim Agung Adi Andojo Soetjipto, yang pernah bertetangga dengan Rama Diyat di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, pada 1970-an, rumah Rama Diyat selalu dijaga oleh kendaraan militer. “Di Jalan Sriwijaya itu kami bertetangga dengan penasehat spiritual Presiden Soeharto, yakni Romo Diyat. Nyatanya di rumah Romo Diyat itu selalu ada kendaraan militer yang berada di situ, mungkin kendaraan pengawal,” tulis Adi. Rama Diyat diangkat Soeharto sebagai asisten pribadi dengan pangkat Brigadir Jenderal Kehormatan. Menurut Ahmad Moestahal dalam Dari Gontor ke Pulau Buru: Memoar H. Achmadi Moestahal (2002), Rama Diyat diangkat sebagai Spri dengan pangkat Brigjen Kehormatan. Sejarawan M.C. Ricklefs dalam Mengislamkan Jawa (2013) juga menyebut Rama Diyat merupakan guru spiritual Soeharto. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Moestahal, Rama Diyat awalnya merupakan seorang kapten tentara yang ikut bertempur dalam Perang Kemerdekaan. Pada 1950, dia memutuskan berhenti dari militer dan mulai mengajarkan ilmu kebatinan. Muridnya berasal dari berbagai kalangan, termasuk Soeharto. Hubungan keduanya disebut semakin erat ketika Soeharto mengalami masa-masa sulit dalam karier militernya. Salah satunya terjadi pada pertengahan 1965. Waktu itu, Soeharto merasa kariernya stagnan. Dia kalah pamor dari rekan-rekan seangkatannya dan tak memperoleh jabatan strategis. Saat Konfrontasi Indonesia-Malaysia pada 1963, dia bahkan berada di bawah komando Omar Dhani yang merupakan juniornya. “Selain itu, dia juga merasa dikucilkan dari lingkaran dalam Ahmad Yani karena keterbatasan bahasa dan lebih tertutup,” ungkap Jusuf Wanandi dalam Shades of Grey: A Political Memoir of Modern Indonesia (2012). **Apa Artinya Ini ke Depan?** Rama Diyat pernah berpesan kepada Soedjono untuk menjaga Soeharto karena telah diramalkan bahwa suatu hari nanti dia akan menjadi orang besar. Soeharto pun mengurungkan niatnya untuk mengundurkan diri dari dinas militer. Tak lama kemudian meletus peristiwa G30S 1965. Setelah sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat gugur, Soeharto mengambil alih kendali operasi dan kariernya melesat hingga akhirnya menjadi Presiden ke-2 RI. Meski memiliki kedudukan istimewa di lingkungan Presiden, tidak banyak catatan resmi mengenai nasihat-nasihat yang diberikan Rama Diyat selama Soeharto memimpin Indonesia. Namun, hubungan keduanya ternyata telah terjalin jauh sebelum sang jenderal menjadi presiden. Ini menunjukkan bahwa Rama Diyat telah memainkan peran penting dalam menentukan nasib Soeharto. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kejadian ini menunjukkan bahwa kekuasaan tidak dapat diprediksi dan bahwa seseorang dapat berubah menjadi orang besar dalam waktu singkat. Rama Diyat telah memainkan peran penting dalam menentukan nasib Soeharto, dan hubungan keduanya terus berlanjut bahkan setelah Soeharto menjadi presiden. Ini menunjukkan bahwa kekuasaan dan kejayaan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor tidak terduga. Artikel ini mengungkapkan bahwa Rama Diyat memiliki peran penting dalam menentukan nasib Soeharto, dan hubungan keduanya terus berlanjut bahkan setelah Soeharto menjadi presiden. Kejadian ini menunjukkan bahwa kekuasaan tidak dapat diprediksi dan bahwa seseorang dapat berubah menjadi orang besar dalam waktu singkat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260716093950-25-751218/sosok-ini-jadi-guru-spiritual-presiden-ri-ramalannya-tokcer, without altering the facts of the original article.

Video: Daya Beli Anjlok, Utilisasi Industri Elektronik Hanya 65%

**Video: Daya Beli Anjlok, Utilisasi Industri Elektronik Hanya 65%** **Pembuka** Gejolak geopolitik dan ekonomi global hingga merosotnya daya beli turut berdampak pada tekanan kinerja industri manufaktur nasional, termasuk di industri elektronik yang mencatatkan tingkat utilisasi kapasitas produksi hanya dikisaran 65%. Industri elektronik yang dulunya menjanjikan tumbuh kembang, kini menghadapi tantangan serius. **Momen Penentu di Menit Akhir** Saat ini, industri elektronik mengalami tekanan yang cukup besar. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komoditi Elektronik (APKONIK), Deny Irawan, tekanan yang dialami industri elektronik tidak lepas dari perubahan perilaku konsumen hingga serbuan produk impor yang menekan daya saing, oleh karena itu pelaku usaha berharap dukungan pemerintah dalam menekan arus impor barang elektronik termasuk produk ilegal. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Fakta yang patut dipertimbangkan adalah bahwa kondisi beban biaya produksi yang mengalami peningkatan juga menjadi salah satu penyebab terkait dengan tekanan industri elektronik. Menurut sumber, industri elektronik mengalami peningkatan beban biaya produksi yang cukup signifikan. Selain itu, perubahan perilaku konsumen juga turut berdampak pada industri elektronik. Konsumen lebih cenderung untuk memilih produk impor karena faktor harga yang lebih terjangkau, sehingga industri elektronik yang dulunya menjanjikan tumbuh kembang, kini menghadapi tantangan serius. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Apabila industri elektronik tidak segera dapat menemukan jalan keluar dari tantangan yang dihadapi, maka dampaknya akan cukup besar. Industri elektronik akan kehilangan daya saing, dan konsumen akan kehilangan akses terhadap produk elektronik yang berkualitas. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemerintah dan pelaku usaha industri elektronik untuk dapat menemukan solusi bagi tantangan yang dihadapi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam beberapa tahun terakhir, industri elektronik telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Namun, apabila industri elektronik tidak dapat menemukan jalan keluar dari tantangan yang dihadapi, maka perkembangan industri elektronik akan terhambat. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemerintah dan pelaku usaha industri elektronik untuk dapat menemukan solusi bagi tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, industri elektronik dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260722171258-19-753021/video-daya-beli-anjlok-utilisasi-industri-elektronik-hanya-65, without altering the facts of the original article.

Alexander Ramlie Borong 1,47 Juta Saham Amman Mineral (AMMN)

**Alexander Ramlie Borong 1,47 Juta Saham Amman Mineral (AMMN)** **Pembelian Saham Massal Meningkatkan Kepemilikan Alexander Ramlie** Alexander Ramlie, Presiden Direktur PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), telah melakukan pembelian saham massal sebesar 1.478.500 saham di emiten sektor energi tersebut. Pembelian saham ini dilakukan pada tanggal 20 Juli 2026, dengan total harga Rp5.738.450.000. **Momen Penentu di Menit Akhir** Fakta dan kronologi kejadian berdasarkan referensi adalah sebagai berikut: Alexander Ramlie melakukan pembelian saham AMMN dalam 9 kali transaksi. Rinciannya adalah: – 6.900 saham pada harga Rp3.890 per saham – 16.400 saham pada Rp3.900 – 47.500 saham pada Rp3.910 – 139.300 saham pada Rp3.920 – 321.700 saham pada Rp3.930 – 26.900 saham pada Rp3.940 per saham – 218.800 saham pada Rp3.950 – 412.500 saham pada Rp4.020 – 288.500 saham pada Rp4.030 per saham Total saham yang dibeli adalah 1.478.500 saham, dengan harga total Rp5.738.450.000. Pembelian saham ini dilakukan secara langsung, tanpa melalui repurchase agreement, dan seluruh saham yang dibeli merupakan saham biasa. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pembelian saham massal ini memiliki dampak yang signifikan bagi kepemilikan dan pengendalian perusahaan. Dengan meningkatnya jumlah saham yang dimiliki, porsi hak suara Alexander Ramlie di AMMN juga meningkat, dari 0,261% menjadi 0,263%, atau naik 0,002 poin persentase. Namun, status pengendalian perusahaan tidak berubah, sehingga Alexander tetap bukan merupakan pihak pengendali di PT Amman Mineral Internasional Tbk. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pembelian saham massal ini menandai langkah awal dalam meningkatkan kepemilikan dan pengendalian perusahaan. Namun, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Alexander Ramlie harus terus berdedikasi dalam meningkatkan kinerja perusahaan dan memastikan bahwa kebijakan perusahaan selaras dengan kepentingan pemegang saham. Dengan demikian, perusahaan dapat terus berkembang dan mencapai kesuksesan di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260722162224-17-752981/alexander-ramlie-borong-147-juta-saham-amman-mineral–ammn-, without altering the facts of the original article.

BI Ungkap Aliran Kredit di 4 Sektor Ini Belum Maksimal

**BI Ungkap Aliran Kredit di 4 Sektor Ini Belum Maksimal** Pemerintah masih terus menggalakkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan aliran kredit perbankan ke sektor-sektor strategis. Namun, Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa masih terdapat beberapa sektor yang belum mendapatkan aliran kredit secara optimal. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan bahwa sektor-sektor tersebut memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (22/7/2026), Destry mengatakan bahwa sektor-sektor strategis yang belum mendapatkan aliran kredit secara optimal adalah pertanian, perdagangan, pengangkutan (logistik), dan industri pengolahan. “Memang kita melihat masih ada beberapa sektor yang pertumbuhan kreditnya itu masih di bawah potensialnya, dan kami juga sudah mulai melakukan asesmen di beberapa sektor yang memang mempunyai ruang pertumbuhan kredit yang masih cukup tinggi,” kata Destry. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Pertumbuhan kredit di sektor pertanian masih di bawah potensialnya, dengan credit gap yang besar. 2. Perdagangan dan pengangkutan (logistik) juga masih memiliki potensi besar untuk pertumbuhan kredit. 3. Industri pengolahan juga memiliki ruang ekspansi yang besar, terutama karena kebutuhan pembiayaan yang belum sepenuhnya terpenuhi oleh perbankan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan meningkatnya aliran kredit ke sektor-sektor strategis, BI berharap bahwa kapasitas produksi, distribusi, hingga aktivitas usaha di sektor-sektor tersebut dapat tumbuh lebih cepat dan menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, sektor-sektor tersebut juga memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi domestik sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Destry juga mengatakan bahwa BI akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen insentif likuiditas makroprudensial (KLM) untuk mendorong perbankan lebih agresif menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif yang memiliki efek berganda besar terhadap perekonomian. Dengan demikian, BI berharap bahwa aliran kredit ke sektor-sektor strategis dapat meningkat lebih cepat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260722180824-17-753041/bi-ungkap-aliran-kredit-di-4-sektor-ini-belum-maksimal, without altering the facts of the original article.

Likuiditas Sempat Seret, BI Gelontorkan Dana Hampir Rp1.000 T

**Likuiditas Sempat Seret, BI Gelontorkan Dana Hampir Rp1.000 T** Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tekanan likuiditas di pasar uang dan perbankan yang sempat terjadi pada akhir Juni 2026 kini mulai mereda. Perbaikan tersebut ditopang oleh langkah agresif operasi moneter BI serta sinergi dengan pemerintah melalui pengelolaan Saldo Anggaran Lebih (SAL). **Momen Penentu di Menit Akhir** Kondisi likuiditas sempat mengetat pada pekan terakhir Juni. Hal itu tercermin dari kenaikan Indonesia Overnight Index Average (IndONIA), suku bunga acuan pasar uang overnight yang dikelola BI, yang sempat mendekati level 6,5%. “Kalau dari sisi pasarnya, kita biasanya untuk melihat apakah likuiditas ketat atau tidak, melihat dari IndONIA, suku bunga di pasar uang overnight, di mana pada minggu terakhir Juni 2026, memang IndONIA sempat meningkat mencapai sekitar hampir 6,5%,” kata Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI, dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (22/7/2026). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Merupakan respon kondisi tersebut, BI segera menggelontorkan likuiditas ke pasar melalui berbagai instrumen operasi moneter, termasuk repurchase agreement (repo) dan swap valuta asing. Langkah ini membuat tekanan likuiditas berangsur menurun. “Pada saat itu, kami menggelontorkan likuiditas, baik melalui kebijakan repo ataupun melalui efek swap, sehingga ada penambahan dana sekitar hampir mencapai Rp1.000 triliun di sekitar 25 Juni 2026, atau pekan ke-4 Juni 2026,” lanjut Destry. Selain intervensi BI, pengelolaan SAL oleh Kementerian Keuangan juga turut membantu menjaga kecukupan likuiditas di sistem keuangan. “Dengan bertambahnya likuiditas di pasar, kemudian juga ada kebijakan SAL yang terus dipertahankan oleh pemerintah dan bahkan pemerintah juga menambah likuiditas, jadi kita lihat sekarang kondisinya juga sudah mulai mereda,” terang Destry. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Sinergi kebijakan moneter dan fiskal tersebut mulai terlihat hasilnya. Kebutuhan perbankan terhadap fasilitas repo BI menurun seiring membaiknya kondisi likuiditas antarbank. “Jadi kita lihat sekarang kondisinya juga sudah mulai mereda, dimana repo kami juga akhirnya turun, karena likuiditas sudah cukup, sehingga antar-bank juga mereka mulai mengurangi transaksi repo, sehingga posisi repo sekarang sudah mencapai sekitar Rp800-an triliun, dan juga kita lihat IndONIA-nya juga sudah turun saat ini di level sekitar 6,15%,” jelas Destry. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Destry menegaskan kondisi likuiditas perbankan secara umum masih berada dalam level yang sehat. Hal itu tercermin dari sejumlah indikator utama yang tetap kuat. “Ini menandakan likuiditas kita makin membaik. Kita lihat beberapa indikator seperti AL per DPK yang masih di atas 24%, kemudian permodalan bank juga masih kuat 23% lebih, dan juga kalau kita lihat beberapa indikator lainnya yang terkait dengan likuiditas secara keseluruhan masih cukup baik dengan NPL yang terjaga,” ungkap Destry. Likuiditas domestik juga mendapat tambahan dukungan dari derasnya arus modal asing yang masuk ke instrumen keuangan Indonesia, khususnya Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). “Kemudian ditambah lagi adanya dana asing yang masuk yang cukup signifikan, jadi kalau kita lihat sepanjang tahu ini, kita lihat untuk SBN dan juga SRBI, kita lihat sudah mencapai inflow sebesar Rp192 triliun,” pungkas Destry. Perbaikan likuiditas ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan nasional, terutama setelah pasar sempat menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global dan kebutuhan likuiditas yang meningkat pada pertengahan tahun.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260723062100-17-753092/likuiditas-sempat-seret-bi-gelontorkan-dana-hampir-rp1000-t, without altering the facts of the original article.