Cerita Jaksa Agung Pertama RI Nyaris Dibunuh karena Bongkar Korupsi

**Cerita Jaksa Agung Pertama RI Nyaris Dibunuh karena Bongkar Korupsi** **Pembuka** Jaksa Agung pertama RI, Mr. Gatot Tarunamihardja, hampir kehilangan nyawa karena bongkar korupsi pada 1959. Ia menjadi sasaran teror hingga mengalami percobaan pembunuhan. Gatot dikenal sebagai penegak hukum yang sangat dihormati karena tingginya penguasaan ilmu dan integritas. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 1959, Gatot menemukan dugaan korupsi di salah satu lembaga keamanan dan pertahanan negara. Kasus itu menyeret sejumlah petinggi lembaga tersebut, menjadi sorotan publik, dan mendapat dukungan luas dari masyarakat agar diusut hingga tuntas. Dalam proses penyelidikan, Gatot menghadapi perlawanan dari pejabat tinggi lembaga tersebut. Hanya saja ia tidak mundur. Bahkan, untuk memperkuat penyidikan, ia menggandeng kepolisian. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** – Gatot menuntut wewenang khusus atas kepolisian untuk lebih baik melanjutkan penyelidikannya. – Ia menjadi sasaran intimidasi dari pihak-pihak yang merasa terusik oleh penyelidikannya. – Pada 10 September 1959, Gatot ditangkap dan ditahan atas perintah Penguasa Perang Pusat karena dituduh telah melakukan usaha yang menjatuhkan nama baik dan prestise pimpinan lembaga. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Gatot membantah segala tuduhan itu. Kasus ini kemudian menjadi perhatian khusus Presiden Soekarno yang memanggil Gatot dan beberapa pihak yang berseteru. Koran Duta Masyarakat (18 September 1959) mengungkap, dari pertemuan itu Soekarno mengatakan masalah akan selesai. Tak lama kemudian, setelah 10 hari, Gatot dibebaskan. Pihak yang diduga terlibat kasus juga dimutasi. Meski bebas dari tahanan, karier Gatot sebagai Jaksa Agung berakhir. Soekarno memberhentikannya dengan hormat dan mengangkat Mr. Gunawan sebagai penggantinya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Upaya Gatot membongkar dugaan korupsi pun berhenti di tengah jalan. Namun, cerita ini masih relevan hingga saat ini. Banyak kasus korupsi yang menyeret pejabat tinggi, menjadi sorotan publik, dan mendapat dukungan luas dari masyarakat. Namun, masih banyak kasus yang berakhir di tangan yang sama, karena ketidakberdayaan jaksa atau karena tekanan dari pihak-pihak yang terlibat. Cerita Gatot Tarunamihardja menjadi peringatan bahwa perjuangan melawan korupsi masih panjang dan sulit.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260731130039-25-755432/cerita-jaksa-agung-pertama-ri-nyaris-dibunuh-karena-bongkar-korupsi, without altering the facts of the original article.

Lewat Program Ini, BRI Peduli Dongkrak Kapasitas Peternak Sapi Perah

**Lewat Program Ini, BRI Peduli Dongkrak Kapasitas Peternak Sapi Perah** **Momen Penentu di Menit Akhir** Kelompok Ternak Sumber Karanglo, yang berdiri di Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah mencapai titik balik dalam usahanya meningkatkan kapasitas peternakan sapi perah. Dengan lebih dari 58 ekor sapi perah dan produksi susu sekitar 400 liter per hari, kelompok ini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Namun, tantangan yang dihadapi oleh para peternak masih belum teratasi sepenuhnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam proses mengembangkan usaha, para peternak dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti proses produksi yang masih manual, jangkauan pemasaran yang terbatas, serta keterbatasan modal. Hal ini membuat efisiensi dan kapasitas produksi masih terbatas. Namun, dengan bergabung dalam Program Klaster Unggulan dari BRI Peduli, para peternak dapat memperoleh pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan mengembangkan potensi yang dimiliki. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Melalui program ini, para peternak dapat memperoleh pelatihan pengolahan susu menjadi produk bernilai tambah, seperti susu pasteurisasi, yoghurt, dan keju. Selain itu, mereka juga mendapatkan dukungan sarana dan prasarana, sehingga proses pengolahan menjadi lebih efisien, higienis, dan mampu meningkatkan volume produksi. Program ini juga memberikan pendampingan dalam pengurusan izin produksi olahan susu sapi, serta pelatihan marketing dan digital marketing untuk memperluas pemasaran melalui pemanfaatan media digital. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dengan bantuan dari BRI Peduli, Kelompok Ternak Sumber Karanglo dapat meningkatkan kualitas usaha dan kesejahteraan masyarakat. Mereka dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi melalui produk olahan susu yang dihasilkan. Program ini juga membuka peluang bagi para peternak untuk mengembangkan usaha secara lebih berkelanjutan. Pada kesempatan terpisah, Dhanny, Corporate Secretary BRI, mengungkapkan bahwa BRI Peduli akan terus memberikan dukungan bagi pengembangan kelompok usaha berbasis potensi lokal agar mampu tumbuh secara berkelanjutan. **Pendampingan yang Bermanfaat** Rendy, salah satu anggota kelompok, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu meningkatkan kualitas usaha dan kesejahteraan masyarakat. “Program ini sangat membantu meningkatkan kualitas usaha dan kesejahteraan masyarakat. Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan, bantuan peralatan, dan pendampingan usaha. Semoga BRI Peduli terus hadir dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tutur Rendy. Dengan bantuan dari BRI Peduli, Kelompok Ternak Sumber Karanglo dapat meningkatkan kualitas usaha dan kesejahteraan masyarakat. Mereka dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi melalui produk olahan susu yang dihasilkan. Program ini juga membuka peluang bagi para peternak untuk mengembangkan usaha secara lebih berkelanjutan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260801111716-25-755660/lewat-program-ini-bri-peduli-dongkrak-kapasitas-peternak-sapi-perah, without altering the facts of the original article.

Berkat Pemberdayaan BRI, Cita Rasa Rendang Asli Minang Mendunia

**Berkat Pemberdayaan BRI, Cita Rasa Rendang Asli Minang Mendunia** **Momen Penentu di Menit Akhir** Sebuah keresahan sederhana menjadi titik awal lahirnya Rabundo, usaha bumbu instan masakan Padang yang kini mulai menembus pasar nasional. Bermula dari keinginan menghadirkan kembali kebanggaan terhadap cita rasa asli Indonesia, Rabundo tumbuh menjadi bukti bahwa semangat pelaku UMKM yang dibarengi dengan pendampingan yang tepat mampu membuka jalan menuju pasar yang lebih luas. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Usaha yang didirikan Tika Hayana pada 2025 di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan tersebut lahir dari pengalaman yang mungkin dianggap sepele oleh banyak orang. “Rabundo berangkat dari keresahan pendiri yang melihat ada bumbu rendang di rak swalayan yang diimpor dari negara tetangga,” ungkap Tika dalam keterangan resmi, Minggu (2/8/2026). Sebagai keturunan asli Minangkabau, pemandangan tersebut meninggalkan pertanyaan besar dalam benaknya. Mengapa salah satu ikon kuliner Indonesia justru lebih banyak diproduksi oleh pihak luar. Keresahan tersebut kemudian berubah menjadi tekad untuk menghadirkan bumbu rendang asli Minang yang mampu bersaing di pasar. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Memang benar bahwa membangun usaha dari nol bukanlah perjalanan yang mudah. Selain memastikan cita rasa rendang tetap autentik, Tika juga harus memikirkan bagaimana produknya dapat diterima pasar, memiliki identitas yang kuat, hingga memenuhi berbagai persyaratan legalitas agar mampu bersaing. Namun, dengan dukungan dari BRI, Rabundo berhasil membuktikan bahwa semangat pelaku UMKM yang dibarengi dengan pendampingan yang tepat mampu membuka jalan menuju pasar yang lebih luas. Dengan demikian, Rabundo dapat memperluas pasar melalui berbagai kegiatan promosi dan meningkatkan performa usaha. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Bagi Tika, dukungan BRI terhadap perjalanan Rabundo jauh melampaui sekadar bantuan administratif. Legalitas usaha, sertifikasi merek, hingga informasi nilai gizi menjadi bekal penting agar produknya mampu bersaing di pasar. Dengan demikian, Rabundo dapat memperluas pasar melalui berbagai kegiatan promosi dan meningkatkan performa usaha. Tika juga mengungkapkan bahwa peran Rumah BUMN BRI Bakauheni sangat terlihat dalam meningkatkan performa usaha Rabundo. Baru saja Rabundo terpilih sebagai UMKM yang difasilitasi untuk perhitungan angka nilai gizi yang bekerja sama dengan SIG, kemudian teman-teman yang lain juga difasilitasi untuk mendapatkan sertifikat merek dagang secara gratis. Dalam perjalanannya, Rabundo telah mempekerjakan tiga orang karyawan dan memasarkan produk unggulannya, yaitu bumbu rendang, melalui berbagai ritel modern di Bandar Lampung maupun marketplace yang menjangkau konsumen di seluruh Indonesia. Keputusan tersebut menjadi salah satu titik balik bagi Rabundo. Pasalnya, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi UMKM pada tahap awal pengembangan usaha, Tika tidak hanya memperoleh akses terhadap berbagai program pengembangan kapasitas, tetapi juga menemukan ruang belajar dan jejaring dengan pelaku usaha lain yang memiliki semangat untuk bertumbuh bersama. Dengan demikian, Rabundo dapat memperluas pasar melalui berbagai kegiatan promosi dan meningkatkan performa usaha. Dukungan BRI terhadap perjalanan Rabundo jauh melampaui sekadar bantuan administratif. Legalitas usaha, sertifikasi merek, hingga informasi nilai gizi menjadi bekal penting agar produknya mampu bersaing di pasar. Dengan demikian, Rabundo dapat memperluas pasar melalui berbagai kegiatan promosi dan meningkatkan performa usaha.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260802144602-25-755808/berkat-pemberdayaan-bri-cita-rasa-rendang-asli-minang-mendunia, without altering the facts of the original article.

Mantan Menteri RI Ini Dapat Hadiah Mobil Mewah dari Raja Arab

**Mantan Menteri RI Ini Dapat Hadiah Mobil Mewah dari Raja Arab** Pada 1980, mantan Menteri Penerangan dan Menteri Pertahanan Mohammad Natsir menerima Penghargaan Internasional Malik Faisal (Faisal Award) dari Kerajaan Arab Saudi atas jasa-jasanya kepada dunia Islam. Sebagai bentuk penghormatan, Raja Arab Saudi Faisal bin Abdul Azis juga berkeinginan menghadiahkan sebuah mobil mewah yang pantas digunakan Natsir di Jakarta. Namun, Natsir menolak hadiah tersebut secara halus dan meminta agar bantuan itu dialihkan untuk kepentingan yang lebih bermanfaat. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 1980, Natsir menerima Penghargaan Internasional Malik Faisal (Faisal Award) dari Kerajaan Arab Saudi atas jasa-jasanya kepada dunia Islam. Sebagai bentuk penghormatan, Raja Arab Saudi Faisal bin Abdul Azis juga berkeinginan menghadiahkan sebuah mobil mewah yang pantas digunakan Natsir di Jakarta. Namun, Natsir menolak hadiah tersebut secara halus dan meminta agar bantuan itu dialihkan untuk kepentingan yang lebih bermanfaat. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Mantan Perdana Menteri RI, Mohammad Natsir, dikenal sebagai tokoh yang menjalani hidup sederhana meski pernah menduduki jabatan sebagai orang nomor satu di pemerintahan. Bahkan, ia sempat tinggal di rumah kontrakan berukuran kecil dengan keluarganya. Kehidupan sederhana itu terjadi setelah Natsir terlibat dalam gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Pemerintahan Soekarno menganggapnya sebagai pemberontak sehingga ia harus menjalani penahanan. Selama berada di balik tahanan, keluarganya hidup berpindah-pindah dari satu rumah kontrakan ke rumah kontrakan lain. Bahkan setelah dibebaskan pada 1966, Natsir masih belum memiliki rumah sendiri sehingga tetap tinggal di rumah sewaan. Ketika akhirnya berkesempatan membeli rumah, kondisinya pun tidak mudah. Dia tidak memiliki cukup uang dan harus meminjam dana dari sejumlah sahabat. Pinjaman itu kemudian dicicil selama bertahun-tahun hingga lunas. Rumah tersebut berada di Jalan Jawa No. 46 yang kini menjadi Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Prinsip sederhana yang dipegang Natsir adalah “Cukupkan yang ada. Jangan cari yang tiada. Pandai-pandailah mensyukuri nikmat.” Prinsip ini menjelaskan mengapa ia menolak hadiah mobil mewah dari Kerajaan Arab Saudi. Di matanya, kesempatan membantu mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan jauh lebih berharga daripada memiliki kendaraan mewah untuk dirinya sendiri. Dengan demikian, Natsir menunjukkan bahwa jabatan bukanlah sarana untuk mengumpulkan kekayaan, melainkan untuk melayani dan membantu orang lain. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kehidupan sederhana yang dipilih Natsir merupakan contoh yang baik bagi kita semua. Dalam sebuah dunia yang seringkali diwarnai oleh materialisme dan konsumerisme, kita perlu mengingat bahwa kebahagiaan tidak terletak pada materi, melainkan pada keberanian untuk menolak yang tidak perlu dan memilih yang lebih baik. Dengan demikian, kita dapat menempuh jalan yang lebih panjang dan lebih baik, yaitu jalan yang menuju kebahagiaan yang sebenarnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260803095647-25-755942/mantan-menteri-ri-ini-dapat-hadiah-mobil-mewah-dari-raja-arab, without altering the facts of the original article.

Peramal India Datangi Ibu Tien, Ramalannya tentang Soeharto Terbukti Benar

**Peramal India Datangi Ibu Tien, Ramalannya tentang Soeharto Terbukti Benar** Dalam sejarah Indonesia, ada beberapa peristiwa yang dianggap sebagai momen penentu dalam perjalanan bangsa. Salah satu contoh yang menarik adalah kisah seorang peramal India yang datangi Ibu Tien, istri Soeharto, pada tahun 1965. Ramalannya tentang masa depan Soeharto kemudian terbukti benar beberapa tahun setelahnya. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tahun 1965, Ibu Tien diceritakan menerima kunjungan dari seorang peramal India yang datang ke rumahnya di Jalan Agus Salim, Jakarta. Pria berusia lebih dari 50 tahun itu memperkenalkan diri sebagai penjual batu akik, tetapi kemudian mengungkap bahwa dirinya juga seorang peramal. Ibu Tien yang awalnya tidak tertarik membeli batu akik, akhirnya bersedia mendengarkan apa yang hendak disampaikan oleh peramal tersebut. Peramal itu kemudian menceritakan berbagai kisah tentang kehidupan dan masa lalu keluarga Ibu Tien. Hampir semua cerita itu disebut sesuai dengan kenyataan, padahal keduanya baru pertama kali bertemu. Setelah itu, sang peramal menyampaikan ramalan yang paling mengejutkan: “Madam, suami madam akan berdiri sama tinggi duduk sama rendah dengan Presiden yang sekarang (Red, Soekarno)”. Ibu Tien mengaku tidak mempercayai ucapan tersebut, tetapi beberapa tahun kemudian, ramalan tersebut terbukti benar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Pada tahun 1965, Soeharto masih berstatus Mayor Jenderal TNI Angkatan Darat, jauh dari posisi presiden yang kemudian dipegangnya. 2. Peramal India yang datang ke rumah Ibu Tien tersebut meminta bayaran Rp40 ribu, nilai yang tergolong mahal pada masanya. 3. Ibu Tien yang awalnya tidak mempercayai ramalan tersebut, akhirnya menjadi ibu negara setelah Soeharto diangkat sebagai Presiden ke-2 Republik Indonesia pada tahun 1968. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kisah peramal India yang datangi Ibu Tien menunjukkan bahwa ramalan bisa menjadi petunjuk tentang masa depan, termasuk mengenai siapa yang kelak memimpin sebuah negara. Meskipun Ibu Tien awalnya tidak mempercayai ramalan tersebut, namun beberapa tahun kemudian, ramalan tersebut terbukti benar. Kisah ini juga menunjukkan bahwa masa depan tidak dapat diprediksi dengan pasti, tetapi ramalan bisa menjadi petunjuk yang bermanfaat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kisah peramal India yang datangi Ibu Tien menunjukkan bahwa ada momen penentu dalam perjalanan hidup seseorang. Momen itu bisa berupa ramalan, keputusan, atau peristiwa lainnya yang berdampak besar dalam kehidupan seseorang. Dalam kasus Ibu Tien, ramalan peramal India menjadi petunjuk bahwa suaminya akan menjadi presiden. Kisah ini juga menunjukkan bahwa masa depan tidak dapat diprediksi dengan pasti, tetapi ramalan bisa menjadi petunjuk yang bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260803110427-25-755977/peramal-india-datangi-ibu-tien-ramalannya-tentang-soeharto-terbukti, without altering the facts of the original article.

Warga Lihat Presiden RI Ini Datangi Tempat Keramat, Bikin Geger di Masyarakat

**Warga Lihat Presiden RI Ini Datangi Tempat Keramat, Bikin Geger di Masyarakat** **Pembuka** Presiden RI ke-2 Soeharto memiliki reputasi yang kompleks dan seringkali terkait dengan praktik-praktik spiritual yang tidak biasa. Menurut beberapa sumber, Soeharto sering mendatangi tempat-tempat keramat di Jawa, seperti Gunung Lawu dan Gunung Selok, untuk melakukan ritual spiritual. Kini, warga mengetahui bahwa Presiden RI ini melakukan hal serupa, membuat geger di masyarakat. **Momen Penentu di Menit Akhir** Soeharto disebut beberapa kali menjalani laku spiritual di kawasan Gunung Selok, Cilacap, serta Gunung Lawu, jauh sebelum maupun setelah menjadi presiden. Satu catatan mengenai hal tersebut ditulis sejarawan George Quinn dalam buku Wali Berandal Tanah Jawa (2021). Quinn yang langsung mengunjungi Gunung Selok mendapat cerita dari warga setempat kalau Soeharto kerap mendatangi kawasan Gunung Selok, tepatnya Padepokan Jambe Lima. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut juru kunci, sebelum menjadi presiden, Soeharto sering tidur di Padepokan Jambe Lima ini. Cerita itu tidak berhenti setelah Soeharto menjadi orang nomor satu di Indonesia. Berdasarkan desas-desus yang berkembang di kawasan tersebut, Soeharto disebut masih sesekali kembali berkunjung, termasuk ke Padepokan Jambe Pitu yang berada tidak jauh dari lokasi sebelumnya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kisah serupa juga pernah dimuat di Majalah Tempo pada 2008 berjudul “Dari Gua Semar, Wangsit itu Berasal”. Dalam laporannya, seorang juru kunci bernama Rusmanto mengisahkan bahwa perjalanan spiritual Soeharto di kawasan Gunung Selok dilakukan melalui beberapa tahapan. Sebelum menuju Gua Semar, Soeharto disebut terlebih dahulu bertapa di Gua Jambe Lima, Gua Jambe Pitu, hingga Gua Suci Rahayu. **Mengapa & Dampak** Soeharto pernah membantah anggapan bahwa ia menjalankan praktik klenik. Dalam autobiografinya, ia menegaskan bahwa yang dijalaninya adalah ilmu kebatinan, bukan praktik mistis untuk mencari kesaktian atau kekuatan gaib. Namun, banyak orang mungkin masih mempertanyakan apakah ilmu kebatinan yang dijalaninya adalah hal yang sesuai dengan nilai-nilai kehidupan yang seharusnya dipupuk di masyarakat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Soeharto pernah melakukan semedi di Gunung Lawu bahkan menceritakan pengalaman yang menurutnya tidak biasa. Ia mengaku pernah mengiringi Soeharto mendaki hingga puncak Lawu. “Saya pernah mengiringi beliau naik ke puncak Lawu. Ketika yang muda-muda sudah ngos-ngosan kelelahan, beliau yang saat itu juga sudah cukup berumur sama sekali tidak terlihat lelah hingga sampai puncak,” ujar sumber tersebut. Dalam konteks ini, kita perlu memahami bahwa Soeharto memiliki kebiasaan yang tidak biasa dalam melakukan ritual spiritual. Meskipun ia membantah bahwa ia melakukan praktik klenik, namun banyak orang mungkin masih mempertanyakan apakah ilmu kebatinan yang dijalaninya adalah hal yang sesuai dengan nilai-nilai kehidupan yang seharusnya dipupuk di masyarakat. **Penutup** Dalam kesimpulan, Presiden RI ini memiliki reputasi yang kompleks dan seringkali terkait dengan praktik-praktik spiritual yang tidak biasa. Kini, warga mengetahui bahwa Presiden RI ini melakukan hal serupa, membuat geger di masyarakat. Meskipun Soeharto membantah bahwa ia melakukan praktik klenik, namun kita perlu memahami bahwa ilmu kebatinan yang dijalaninya adalah hal yang perlu dipertanyakan. Kita perlu memahami bahwa kebiasaan ini memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat dan perlu dipupuk nilai-nilai kehidupan yang seharusnya dipupuk di masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260803132639-25-756066/cerita-warga-lihat-presiden-ri-ini-datangi-tempat-keramat-bikin-geger, without altering the facts of the original article.

BRIncubator 2026: BRI Gelar Akselerasi UMKM Naik Kelas

**BRIncubator 2026: BRI Gelar Akselerasi UMKM Naik Kelas** **Momen Penentu di Menit Akhir** PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menggelar Kick-Off BRIncubator 2026 sebagai penanda dimulainya rangkaian program inkubasi bagi UMKM binaan Rumah BUMN BRI pada tahun ini. BRIncubator merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BRI dalam memperkuat pemberdayaan UMKM melalui pemberdayaan yang terstruktur. Dengan begitu, pelaku usaha semakin siap meningkatkan daya saing dan memperluas peluang pasar hingga ke tingkat global. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sejak diluncurkan pada 2018, BRIncubator menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BRI dalam memperkuat pemberdayaan UMKM melalui pemberdayaan yang terstruktur. Program ini dirancang untuk mendampingi pelaku usaha sesuai dengan tahapan perkembangan bisnisnya, sehingga setiap peserta memperoleh pembinaan yang relevan sebelum memasuki fase akselerasi. BRIncubator merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM agar mampu berkembang dan memanfaatkan peluang di pasar yang semakin kompetitif. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan, untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi UMKM, diperlukan upaya penguatan kapasitas dan kapabilitas melalui pembinaan yang berkelanjutan. Penguatan tersebut mencakup pengembangan pola pikir (mindset) kewirausahaan, strategi bisnis, literasi keuangan, digitalisasi usaha, hingga pembekalan mengenai peluang ekspor. Dirinya bilang, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, naik kelas dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Program BRIncubator 2026 ini berfokus pada tiga kategori utama, yaitu Food & Beverage, Fashion & Beauty, serta Home Decor & Craft, dengan tujuan mendorong UMKM naik kelas dan mempersiapkan usahanya untuk memasuki pasar ekspor. “Kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta Program BRIncubator 2026. Besar harapan kami agar seluruh rangkaian pelatihan dan pendampingan ini dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat daya saing, serta membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global,” terang Akhmad. Tak ketinggalan, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra, narasumber, pendamping, dan tim Rumah BUMN yang senantiasa berperan aktif dalam pemberdayaan UMKM di berbagai daerah. Dengan demikian, diharapkan BRIncubator 2026 dapat membantu meningkatkan daya saing UMKM dan mempersiapkan mereka untuk memasuki pasar global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260805082357-25-756627/akselerasi-umkm-naik-kelas-bri-gelar-kick-off-brincubator-2026, without altering the facts of the original article.

Warga Israel Terang-terangan Masuk RI, Nyaris Bertemu Presiden Jokowi

**Warga Israel Terang-terangan Masuk RI, Nyaris Bertemu Presiden Jokowi** **Pembuka** Pada tahun 1971, seorang wartawan asal Israel bernama Ted Lurie berhasil masuk ke lingkungan Istana Merdeka dan bahkan sempat mengisi buku tamu. Kehadirannya ini menjadi sorotan karena terjadi saat Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. **Momen Penentu di Menit Akhir** Kronologi kejadian adalah sebagai berikut: Ted Lurie, wartawan Jerusalem Post, datang ke Indonesia pada Agustus 1971 untuk menghadiri kongres Press Foundation of Asia di Bali sebagai perwakilan media tempatnya bekerja. Awalnya, keberadaan Lurie di Indonesia tidak menimbulkan masalah. Dia mengikuti kegiatan kongres pers bersama wartawan lain dari berbagai negara di Bali. Persoalan baru muncul ketika Lurie bersama sekitar 15 wartawan peserta kongres melakukan kunjungan ke Jakarta. Salah satu agenda rombongan adalah mendatangi Istana Merdeka. Saat berada di Istana, identitas Lurie sebagai warga negara Israel diketahui. Fakta tersebut langsung menjadi perhatian karena pemerintah Indonesia saat itu tidak mengizinkan warga negara Israel masuk ke Indonesia secara bebas. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Berikut beberapa fakta yang menarik dari kejadian ini: * Lurie memang sempat berada di Istana Merdeka dan menandatangani buku tamu. * Pihak Istana membenarkan bahwa Lurie memang sempat berada di Istana Merdeka, namun tidak pernah terjadi pertemuan antara Lurie dengan Presiden Soeharto. * Pemerintah kemudian melakukan penyelidikan untuk mencari tahu bagaimana Lurie bisa masuk ke Indonesia. Kepada Harian Merdeka (4 September 1971), Direktorat Jenderal Imigrasi mengaku tidak mengetahui bagaimana wartawan Israel tersebut memperoleh izin masuk. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kejadian ini menunjukkan bahwa Lurie memperoleh izin khusus dari Kedutaan Besar Indonesia di Singapura untuk menghadiri konferensi Press Foundation of Asia di Bali. Dengan adanya izin khusus tersebut, polemik mengenai masuknya Lurie ke Indonesia perlahan mereda. Peristiwa itu pun tidak berkembang menjadi konflik diplomatik antara Indonesia dan Israel. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kejadian ini juga menunjukkan bahwa hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel masih perlu dipertimbangkan. Meskipun Lurie berhasil masuk ke Indonesia, namun kehadirannya masih menjadi sorotan karena terjadi saat Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara ini. Artikel ini dapat menjadi referensi penting bagi mereka yang ingin memahami sejarah hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260729201137-25-754903/warga-israel-terang-terangan-masuk-ri-nyaris-bertemu-presiden, without altering the facts of the original article.

Bom Atom di Jepang: 3 WNI Jadi Korban, Kulit Terbakar-Nyaris Tewas

**Bom Atom di Jepang: 3 WNI Jadi Korban, Kulit Terbakar-Nyaris Tewas** **Hiroshima, 6 Agustus 1945: Momen Penentu di Menit Akhir** Hari ini, tepat 81 tahun lalu, ledakan bom atom di Hiroshima menghancurkan kota tersebut dan membuat 120 ribu orang tewas. Di antara para korban ternyata terdapat tiga mahasiswa asal Indonesia, yakni Sjarif Adil Sagala, Arifin Bey, dan Hasan Rahaya, yang kemudian sempat kritis akibat paparan radiasi. **Mengapa 3 Mahasiswa Indonesia Terpapar Radiasi?** Pada tahun 1940-an, pemerintah Jepang membuka program beasiswa bagi pemuda dari negara-negara Asia, termasuk Indonesia, untuk menimba ilmu di Jepang. Tiga mahasiswa Indonesia yang menjadi korban ledakan bom atom ini adalah penerima beasiswa Nanpo Tokubetsu Ryogakusei (Nantoku). Program ini dibuat untuk menarik perhatian pemuda Indonesia agar menimba ilmu dan kelak membangun Tanah Air. Namun, pada 6 Agustus 1945, semuanya berubah. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pagi itu, ketiganya menjalani aktivitas seperti biasa. Arifin Bey yang sedang mengikuti kuliah fisika ketika tiba-tiba melihat cahaya menyambar dari arah jendela. “Tiba-tiba dari arah jendela kelas kelihatan cahaya menyambar ibarat kilat. Tapi, tak membawa bunyi apa pun,” kenang Arifin Bey dalam memoar Bom Atom di Atas Hiroshima: Suatu Pengalaman Nyata (1986). Beberapa detik kemudian, gelombang panas menghantam ruang kelas. Dinding runtuh dan Arifin kehilangan kesadaran. Di lokasi lain, Sagala juga mendengar suara pesawat yang diikuti cahaya menyilaukan. Belakangan diketahui pesawat tersebut adalah Enola Gay B-29 yang menjatuhkan bom atom di Hiroshima. “Tiba-tiba terdengar suara aneh dan…. sraatt, sinar berkilau, dengan dahsyat dan mengejutkan!” tutur Sagala dalam memoar Suka Duka Pelajar Indonesia di Jepang, Sekitar Perang Pasifik 1942-1945 (1990). **Apa Artinya Ini ke Depan?** Setelah dievakuasi ke Tokyo, dokter menyatakan ketiganya terpapar radiasi dalam kadar sangat tinggi. Akibatnya, jumlah sel darah putih mereka turun hingga di bawah 4.000 per mikroliter darah, jauh di bawah kisaran normal 4.000-11.000. Kondisi mereka pun dinyatakan kritis. Sagala bahkan disebut memiliki peluang hidup yang sangat kecil. Dokter akhirnya mengaku tak sanggup lagi memberikan pengobatan. Para penyintas diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut dokter apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. “Pernyataan itu ditandatangani dan pasrah,” kenang Arifin Bey dalam Bom Atom di Atas Hiroshima (1989). Beruntung, mereka berhasil melewati masa kritis setelah sekitar satu pekan. Selama lima tahun berikutnya, kondisi kesehatan mereka terus dipantau sebelum akhirnya kembali ke Indonesia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Sagala kemudian mendirikan perusahaan mi instan pertama di Indonesia dengan merek Supermie pada 1969. Kejadian ini juga meninggalkan kesan mendalam bagi Arifin Bey dan Hasan Rahaya. Mereka menjadi saksi kehancuran Hiroshima dan pengalaman yang traumatis itu akan selalu diingat sebagai momen penentu dalam sejarah mereka.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260806090819-25-756991/saat-3-wni-jadi-korban-bom-atom-di-jepang-kulit-terbakar-nyaris-tewas, without altering the facts of the original article.

Nama yang Dapat Menggantikan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI

**Nama yang Dapat Menggantikan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI** **Momen Penentu di Menit Akhir** Pemerintah Indonesia saat ini sedang mencari sosok yang tepat untuk menggantikan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Sejak pengunduran diri Perry Warjiyo, sudah banyak nama yang muncul sebagai calon penggantinya. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa nama calon Gubernur BI akan diputuskan pada pekan ini. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada tahun ini, Bank Indonesia dipimpin oleh Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI. Sementara itu, Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun telah membeberkan beberapa sifat yang cocok untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia. Menurut Misbakhun, calon pengganti Perry Warjiyo harus memiliki kemampuan untuk mewujudkan apa yang menjadi mandat Undang-Undang Bank Indonesia dan Undang-Undang yang ada di P2SK. Mandat tersebut meliputi menjaga stabilisasi sistem keuangan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan lapangan pekerjaan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Jika calon pengganti Perry Warjiyo memiliki kemampuan yang sesuai dengan mandat tersebut, maka dapat diharapkan bahwa Bank Indonesia akan terus meningkatkan kinerjanya dalam menjaga stabilisasi sistem keuangan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, calon pengganti juga harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan sinergi antara bank sentral dan pemerintah. Sinergi ini akan membantu mencapai visi pertumbuhan ekonomi delapan persen dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. **Mengapa & Dampak** Mengapa penting bagi pemerintah untuk menemukan calon pengganti yang tepat? Jawabannya adalah agar Bank Indonesia dapat terus meningkatkan kinerjanya dalam menjaga stabilisasi sistem keuangan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dampak dari keputusan ini akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia, terutama dalam bentuk kesejahteraan yang meningkat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam beberapa hari ke depan, pemerintah akan menyelesaikan proses penunjukan calon pengganti Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia. Setelah itu, calon pengganti tersebut akan melewati proses fit and proper test oleh Komisi XI DPR RI sebelum akhirnya disetujui oleh Sidang Paripurna DPR. Jalan panjang ini harus ditempuh untuk menemukan sosok yang tepat untuk menggantikan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260807063328-17-757276/begini-sosok-yang-diharapkan-jadi-gubernur-bi-pengganti-perry-warjiyo, without altering the facts of the original article.