Terminal Purabaya menjadi sorotan utama di kalangan investor dan organisasi angkutan darat Jawa Timur, karena rencana modernisasi yang diusulkan. Dengan potensi peningkatan infrastruktur dan layanan, Terminal Purabaya menampakkan peluang bagi investor luar negeri, termasuk investor dari Arab yang telah memulai pembicaraan untuk terlibat dalam pembangunan terminal.
Pengembangan Terminal Purabaya: Rencana dan Pembicaraan Investor Arab
Verie Sugiharto, Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Purabaya, mengungkapkan bahwa rencana pengembangan Terminal Purabaya telah menarik perhatian investor luar negeri. “Sudah ada pembicaraan investor dari Arab yang tertarik untuk ambil bagian dalam pembangunan Terminal Purabaya yang lebih modern. Nanti update nya kami sampaikan lagi,” ujarnya kepada Surya.co.Id pada Senin (2/11/2026). Pembicaraan ini menunjukkan bahwa Terminal Purabaya sedang menjadi target bagi investor yang mencari peluang investasi di sektor transportasi publik.
Rencana modernisasi Terminal Purabaya mencakup peningkatan fasilitas fisik, penambahan layanan digital, dan peningkatan keamanan. Dengan tujuan menciptakan terminal yang lebih nyaman dan efisien, rencana ini diharapkan dapat menarik lebih banyak penumpang serta meningkatkan reputasi kota Purabaya sebagai pusat transportasi regional.
Peran Organda Jatim dalam Pengembangan Terminal Purabaya
DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jawa Timur menanggapi rencana modernisasi Terminal Purabaya dengan serius. Ketua DPD Organda Jatim, Firmansyah Mustafa, menyoroti pentingnya menjaga ketertiban penumpang dan mengendalikan aktivitas agen bus di luar area terminal. Menurutnya, “Masih marak aktivitas penumpang yang naik bus di luar area resmi terminal serta keberadaan agen-agen luar yang menjadi pilihan favorit penumpang. Kita ingin semua penumpang naik di terminal.”
Firmansyah menilai bahwa arus penumpang belum sepenuhnya dapat diarahkan untuk masuk dan naik bus dari dalam terminal. Oleh karena itu, sebelum Terminal Purabaya dikembangkan menjadi lebih modern, masalah ketertiban dan keamanan di area terminal harus diselesaikan terlebih dahulu. Hal ini mencakup pengaturan zona parkir, pengawasan agen bus, dan penyediaan fasilitas yang memadai bagi penumpang.
Masalah Parkir Liar dan Penumpang Luar Kota
Selain masalah ketertiban penumpang, Organda Jatim juga menyoroti isu parkir liar di sekitar Terminal Purabaya. Parkir liar seringkali mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang. Penumpang yang datang dari luar kota juga seringkali mencari tempat parkir yang murah dan mudah diakses, sehingga meningkatkan volume kendaraan di area terminal.
Parkir liar dan aktivitas penumpang di luar area terminal dapat menimbulkan dampak negatif pada operasional terminal. Misalnya, keterlambatan bus karena kesulitan mencari tempat parkir, atau penumpang yang terpaksa menunggu di luar terminal karena tidak ada tempat parkir yang tersedia. Semua faktor ini dapat mengurangi efisiensi operasional dan menurunkan kualitas layanan yang diberikan kepada penumpang.
Dampak Modernisasi Terminal Purabaya bagi Penumpang dan Angkutan Darat
Jika rencana modernisasi Terminal Purabaya berhasil diimplementasikan, maka akan ada peningkatan kualitas layanan bagi penumpang. Terminal yang lebih modern dapat menyediakan fasilitas yang lebih baik, seperti ruang tunggu yang nyaman, sistem informasi real-time, dan fasilitas keamanan yang terintegrasi. Selain itu, penumpang akan mendapatkan akses yang lebih mudah dan cepat ke layanan bus, baik dalam maupun luar kota.
Modernisasi Terminal Purabaya juga dapat meningkatkan efisiensi operasional bagi perusahaan angkutan bus. Dengan fasilitas yang lebih baik, perusahaan dapat mengatur jadwal dan rute bus secara lebih terstruktur. Hal ini akan mengurangi waktu tunggu penumpang dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Namun, sebelum semua manfaat tersebut dapat dirasakan, masalah ketertiban dan parkir liar harus diselesaikan. Tanpa solusi yang tepat, modernisasi Terminal Purabaya dapat terhambat oleh faktor eksternal yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah, Organda Jatim, dan investor luar negeri menjadi kunci untuk mencapai tujuan modernisasi terminal.
Langkah Selanjutnya: Implementasi dan Monitoring
Verie Sugiharto menekankan pentingnya update berkala mengenai perkembangan rencana strategis pengembangan Terminal Purabaya. Sementara itu, Firmansyah Mustafa menegaskan bahwa semua pihak harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ketertiban penumpang dan parkir liar. Dengan koordinasi yang baik, rencana modernisasi Terminal Purabaya dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi semua stakeholder.
Investor Arab yang telah memulai pembicaraan tentang partisipasi dalam pembangunan terminal akan terus dipantau perkembangan progresnya. Jika kesepakatan tercapai, maka Terminal Purabaya akan menjadi contoh modernisasi terminal di Indonesia yang melibatkan investor internasional.
Dalam rangka menjaga kualitas layanan dan keamanan di Terminal Purabaya, pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan dan penegakan aturan parkir. Hal ini akan membantu menekan aktivitas parkir liar dan memudahkan penumpang untuk menunggu di area terminal yang aman dan nyaman.
Dengan semua upaya yang telah dan akan dilakukan, Terminal Purabaya berpotensi menjadi terminal bus yang modern, aman, dan efisien, sekaligus menjadi contoh bagi terminal bus lainnya di Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/jatim/565291/terminal-purabaya-dilirik-investor-arab-organda-jatim-soroti-parkir-liar-dan-penumpang-dari-luar, without altering the facts of the original article.