Pasar Jambu Dua, yang terletak di Jl. A. Yani No.1, Bantarjati, Kota Bogor, kini menjadi spot nongkrong kekinian bagi Gen Z. Dari kedai kopi hingga live music, suasana semarak di lantai dua menawan pengunjung yang datang mencari kuliner viral dan hiburan.
Transformasi Lantai 2 Menjadi Sentra Kuliner
Bangunan yang dulunya berfungsi sebagai pasar induk konvensional telah berubah menjadi Pasar Bersih Jambu Dua. Konsep baru ini memadukan pasar basah modern di lantai satu dengan sentra kuliner di lantai dua. Di lantai dua, beragam jajanan kekinian menampilkan menu yang baru viral, seperti mi kolagen, donat labibi, gabin, sate jamur, es sekoteng, dimsum, matcha, thai tea, dan salt bread. Semua tenant kuliner ini berlokasi di ruang terbuka yang disesuaikan dengan tema “kekinian” dan nyaman untuk bersosialisasi.
Menurut Kepala Unit Pasar Jambu Dua, Iwan Arief, awalnya pasar ini beroperasi untuk komoditas kelontong sayur dan sembako. Namun, karena tidak ada yang mengisi ruang, keputusan diambil untuk mengubah fungsi ruang. “Di bulan Mei 2026, ketika ada satu namanya Bakmi Posar yang masuk memberanikan diri berjualan mi ayam di tempat yang sebetulnya direncanakan buat kelontong. Itu menular, diikuti ada Bakso Malang, kemudian ada Mi Kolagen,” ungkap Iwan Arief kepada detikTravel pada Selasa (22/9/2026). Dalam kurun waktu sekitar lima bulan, kini telah ada 184 tenant yang berjualan di Pasar Jambu Dua Lantai 2.
Tenant kuliner tidak hanya menjadi andalan, namun juga ada ruang photobooth, penjualan sepatu, barang fashion, serta toko emas. Kombinasi ini menambah daya tarik bagi pengunjung yang ingin berbelanja sekaligus menikmati suasana.
Pengunjung Gen Z Menjadi Fokus Utama
Perubahan fungsi pasar ini mengubah profil pengunjung. Sebelumnya, pasar Jambu Dua menjadi tempat bagi warga lokal yang mencari bahan makanan sehari-hari. Kini, pengunjungnya banyak yang termasuk Gen Z. Mereka datang tidak hanya untuk membeli makanan, tetapi juga untuk mengabadikan momen di photobooth, menikmati live music, atau sekadar bersantai sambil minum kopi. Aktivitas sosial ini menciptakan atmosfer yang lebih hidup dan dinamis.
Keberadaan tenant yang menawarkan berbagai produk selain makanan menambah nilai tambah bagi pengunjung. Misalnya, toko fashion yang menampilkan koleksi terbaru atau toko emas yang menawarkan perhiasan dengan desain modern. Hal ini membuat Pasar Jambu Dua menjadi tempat yang komprehensif bagi Gen Z yang ingin menghabiskan waktu di satu lokasi.
Dampak Ekonomi dan Sosial bagi Kota Bogor
Transformasi pasar ini tidak hanya menguntungkan bagi pengelola, tetapi juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Dengan munculnya 184 tenant, banyak peluang kerja baru tercipta. Para pedagang kuliner, fotografer, dan penyedia layanan lainnya mendapatkan ruang usaha yang terjangkau. Selain itu, peningkatan kunjungan pengunjung juga memberikan keuntungan bagi pemilik toko di sekitar pasar, karena arus pelanggan yang lebih tinggi.
Dari sisi sosial, Pasar Jambu Dua menjadi tempat berkumpul yang mendukung kebersamaan. Kegiatan live music dan acara tematik sering diadakan, sehingga menciptakan ruang komunitas bagi para pengunjung. Hal ini juga membantu menumbuhkan kebanggaan terhadap kebudayaan lokal, karena banyak tenant yang menampilkan produk dengan sentuhan tradisional namun disajikan secara modern.
Kesempatan bagi Pengusaha Muda dan Kreator
Bagi pengusaha muda, pasar ini menjadi platform yang menarik untuk memulai bisnis. Proses pendaftaran menjadi tenant relatif mudah, dan struktur biaya yang kompetitif memungkinkan pelaku usaha kecil untuk bertahan. Selain itu, adanya fasilitas photobooth dan live music memberi kesempatan bagi kreator konten untuk memproduksi video atau foto yang menarik, yang selanjutnya dapat di-share di media sosial. Ini menambah eksposur bagi tenant sekaligus memperkuat posisi pasar sebagai hotspot kekinian.
Pengunjung Gen Z juga lebih mudah menemukan produk yang mereka sukai karena adanya kategori yang jelas dan tampilan visual yang menarik. Misalnya, tenant yang menjual donat labibi atau mi kolagen biasanya menampilkan gambar produk yang estetis, sehingga memikat para pengunjung yang gemar memotret makanan.
Perkembangan Selanjutnya: Potensi Ekspansi dan Kolaborasi
Dengan keberhasilan transformasi ini, kemungkinan adanya ekspansi ke lantai lain atau kolaborasi dengan event-event budaya menjadi hal yang realistis. Misalnya, penyelenggaraan festival makanan mingguan atau kolaborasi dengan brand lokal dapat memperkuat posisi pasar sebagai destinasi utama bagi Gen Z. Selain itu, pengelola dapat mempertimbangkan penambahan fasilitas seperti area lounge atau ruang seni, yang dapat menarik lebih banyak pengunjung.
Pengelola juga dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pemesanan online atau sistem pembayaran digital, untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Hal ini akan memperkuat citra pasar sebagai tempat yang modern dan responsif terhadap kebutuhan Gen Z.
Kesimpulan
Pasar Jambu Dua telah berhasil mengubah wajahnya dari pasar tradisional menjadi spot nongkrong kekinian yang menarik bagi Gen Z. Dengan 184 tenant yang menawarkan berbagai kuliner viral, produk fashion, dan layanan hiburan, pasar ini menjadi pusat aktivitas sosial dan ekonomi di Kota Bogor. Transformasi ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi pengelola dan pedagang, tetapi juga memperkuat peran pasar sebagai tempat berkumpul, belajar, dan berkreasi bagi generasi muda.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.