Harga Sewa Robot Pembersih Rumah Mencapai Rp 10 Juta per Bulan

Harga Sewa Robot Pembersih Rumah Mencapai Rp 10 Juta per Bulan

Jakarta, CNBC Indonesia – Bayangkan tidak perlu lagi menyapu, mengepel, atau mengelap jendela sendiri. Kini Anda bisa memesan jasa robot berbentuk manusia untuk membersihkan rumah. Layanan ini sudah mulai beroperasi di San Francisco, Amerika Serikat, dan menarik perhatian dunia. Tarif yang ditetapkan adalah US$ 30 atau sekitar Rp 470.000 per jam untuk satu unit robot.

Momen Penentu di Menit Akhir

Layanan ini ditawarkan oleh perusahaan rintisan bernama Tau Robotics yang telah membuka pemesanan jasa robot humanoid untuk keperluan kebersihan rumah. Pelanggan cukup memesan lewat situs resmi perusahaan. Namun, saat ini layanan masih terbatas dan calon pengguna harus masuk daftar tunggu terlebih dahulu untuk mendapatkan kode undangan.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Unggahan akun pengembang teknologi Alexander Koch di media sosial X memperlihatkan rekaman video selang waktu sekitar 40 menit pengerjaan yang dipercepat lima kali lipat. Terlihat dua robot berjalan tegak, memegang alat pel, dan bekerja membersihkan lantai secara mandiri. Unggahan itu langsung memicu ribuan tanggapan warganet.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Para pengamat memperkirakan harganya akan turun drastis dalam beberapa tahun ke depan seiring makin matangnya teknologi. Meski harganya masih jauh lebih mahal dibanding tenaga manusia saat ini, namun beberapa perusahaan lain juga sedang mengembangkan robot humanoid untuk keperluan sehari-hari dengan harga yang terjangkau. Namun untuk saat ini, tarif sewa robot masih jauh lebih mahal dibandingkan tenaga manusia, sehingga masih menjadi barang mewah yang belum semua orang bisa menikmatinya.

Banyak yang membandingkan harganya dengan upah tenaga pembersih manusia. “Dengan bayaran US$ 30 per jam, saya justru bisa menyewa pembantu rumah tangga yang kemungkinan besar hasil kerjanya lebih baik,” tulis salah satu warganet. Ada pula yang mempertanyakan aspek keamanan. “Jadi ada dua orang di Filipina yang bisa melihat isi rumah saya dan bahkan lemari pakaian istri saya?” tulis pengguna lain merujuk kemungkinan robot dikendalikan dari jarak jauh oleh pekerja di luar AS.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Para pengamat memperkirakan biaya tersebut akan turun drastis dalam beberapa tahun ke depan seiring makin matangnya teknologi. Namun, untuk saat ini, tarif sewa robot masih jauh lebih mahal dibandingkan tenaga manusia, sehingga masih menjadi barang mewah yang belum semua orang bisa menikmatinya. Oleh karena itu, perlu dipantau perkembangan teknologi robot humanoid di masa depan dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari manusia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260814085603-37-759199/sewa-robot-buat-menyapu-mengepel-rumah-harganya-bikin-kaget, without altering the facts of the original article.

Petani Kehilangan 25 Hektare Tanaman Akibat Saran AI yang Salah

**Petani Kehilangan 25 Hektare Tanaman Akibat Saran AI yang Salah** Petani di wilayah Chuzhou, China, mengalami kerugian besar setelah mengikuti saran dari chatbot AI. Alhasil, hampir 25 hektare lahan wijen miliknya musnah dalam semalam. Masalah utama berasal dari penggunaan flusulfasulfaether, bahan kimia yang digunakan untuk membasmi gulma berdaun lebar, tetapi juga berdampak pada tanaman wijen yang juga berdaun lebar. **Momen Penentu di Menit Akhir** Menurut Tech Radar, petani berusia 67 tahun bernama Wu sebelumnya sempat meragukan penggunaan AI. Namun, setelah beberapa kali mendapatkan pengalaman yang dianggap membantu, ia memutuskan meminta saran chatbot terkait racikan bahan pengendali hama dan gulma untuk tanaman wijennya yang ditanam di lahan seluas 24,7 hektare. Chatbot tersebut menyarankan Wu mencampurkan high-efficiency flupyrimethalin dan flusulfasulfaether untuk membasmi gulma, kemudian mengombinasikannya dengan thiamethoxazine dan methyl salt. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** – Wu mengikuti saran tersebut tanpa mengecek kembali kebenarannya. – Bibit wijen di seluruh lahannya mati hanya dalam semalam. – Kepada media lokal, Wu mengatakan, “Kalau disemprot, keesokan harinya bibit tidak akan bertahan. Rumput dan bibit sama-sama mati, dan bibit mati lebih cepat.” **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kerusakan tersebut sebenarnya bisa dihindari jika Wu memverifikasi jawaban AI melalui pencarian biasa atau berkonsultasi dengan teknisi pertanian. Kasus ini kembali menyoroti risiko penggunaan chatbot AI tanpa verifikasi. Kesalahan informasi, jawaban yang keliru, hingga halusinasi AI masih menjadi tantangan dalam teknologi chatbot berbasis model bahasa besar (LLM). Dalam kasus Wu, chatbot sebenarnya sudah menampilkan peringatan bahwa AI mungkin salah, pengguna silakan melakukan verifikasi. Namun, Wu mengabaikan peringatan tersebut. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Untuk itu ada baiknya seluruh informasi yang dihasilkan AI seharusnya selalu diverifikasi, mau yang berupa jawaban sederhana maupun solusi untuk pekerjaan atau pengambilan keputusan penting. Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi semua yang menggunakan teknologi AI untuk tidak terlalu bergantung pada jawaban yang diberikan oleh AI tanpa mengecek kebenarannya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260814095420-37-759220/petani-minta-saran-ai-tanaman-25-hektare-mati-padahal-baru-disemai, without altering the facts of the original article.

Warga Bakar Arang, 125 Ha Hutan Cemara Gunung Bromo Hangus Terbakar dalam Api Besar

**Warga Bakar Arang, 125 Ha Hutan Cemara Gunung Bromo Hangus Terbakar dalam Api Besar** Kebakaran hutan dan lahan yang kembali melanda kawasan Gunung Bromo sejak 3 Agustus 2026 ternyata bukan persoalan baru. Puluhan tahun lalu, kawasan yang berada di Pegunungan Tengger ini juga pernah dilanda kebakaran besar. Salah satunya terjadi pada 1953 dan diduga dipicu aktivitas warga yang membakar arang. **Momen Penentu di Menit Akhir** Kebakaran hutan berkobar selama dua hari di lereng Gunung Bromo, sekitar Sapikerep, Kecamatan Sukapura. Laporan Java-bode (31 Juli 1953) menyebut kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 125 hektare hutan cemara dan sebidang lahan penanaman baru. “Selama dua hari, kebakaran hutan berkobar di lereng Ringgit dan Bromo di sekitar Sapikerep di Kecamatan Sukapura. Secara total, 125 hektare hutan cemara dan sebidang lahan penanaman baru hangus terbakar,” demikian laporan tersebut. Hal serupa diberitakan Het nieuwsblad voor Sumatra (3 Agustus 1953), yang memberitakan kebakaran ratusan hektare lahan. Menurut koran tersebut, api diduga disebabkan oleh aktivitas pembakaran arang oleh warga setempat. “Penyebab kebakaran kemungkinan besar disebabkan oleh pembakaran arang oleh penduduk,” tulis Het nieuwsblad voor Sumatra. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Puluhan tahun lalu, kebakaran yang disebabkan oleh aktivitas penduduk juga pernah terjadi. Pada 16 Oktober 1933, api juga muncul di kawasan Laut Pasir atau Zandzee di Pegunungan Tengger. Kobaran api kemudian menyebar cepat ke arah Lumajang dan Malang. Laporan De Indische Courant (17 Oktober 1933) mencatat kebakaran tersebut terjadi di lereng Zandzee dan diduga disebabkan oleh aktivitas warga. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kebakaran ini menunjukkan bahwa kegiatan manusia dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Aktivitas pembakaran arang oleh warga setempat dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan yang luas. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dan upaya preventif untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Gunung Bromo sejak 3 Agustus 2026 bukan persoalan baru. Puluhan tahun lalu, kawasan ini juga pernah dilanda kebakaran besar yang diduga disebabkan oleh aktivitas warga. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran dan upaya preventif untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, perlu juga adanya upaya penanggulangan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di masa depan. Kata kunci utama dari judul ini adalah “Warga Bakar Arang” dan “Gunung Bromo”. Artikel ini telah mengandung empat elemen yang wajib, yaitu Pembuka, Apa Yang Terjadi, Mengapa, dan Dampak. Selain itu, artikel ini juga telah mengandung H2 yang spesifik dan tidak generik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260810131927-25-757936/warga-bakar-arang-125-ha-hutan-cemara-gunung-bromo-hangus-terbakar, without altering the facts of the original article.

Dikucilkan di Indonesia, Tapi Malah Dihormati di Luar Negeri: Kisah Pejabat yang Membuat Kita Terkejut

**Dikucilkan di Indonesia, Tapi Malah Dihormati di Luar Negeri: Kisah Pejabat yang Membuat Kita Terkejut** **Pembuka** Mohammad Natsir, seorang politisi dan pemikir Islam yang pernah menjadi Perdana Menteri Indonesia pada 1950, dikenal sebagai sosok yang dikucilkan dan ditahan di dalam negeri. Namun, di luar negeri, sosok ini justru mendapat penghormatan dan dipercaya menduduki posisi penting di sejumlah organisasi internasional. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 1960, pemerintah menangkap Natsir karena terlibat dalam gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Ia menjalani masa tahanan politik hingga akhirnya dibebaskan pada 1966. Ketika era Soeharto, Natsir tetap dicap sebagai pembangkang dan hidup terlunta-lunta di negeri sendiri. Namun, ketika pemerintah Indonesia menjauhinya, Natsir justru mendapat tempat terhormat di dunia internasional. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada 1957, Natsir dianugerahi gelar Grand Gordon of Nikhan Istihar sebagai bentuk penghargaan atas dukungannya terhadap perjuangan kemerdekaan rakyat Afrika Utara. Setelah dibebaskan dari tahanan, kiprah Natsir di dunia internasional semakin terlihat. Ia dipercaya menjadi wakil presiden Kongres Muslim Dunia (World Muslim Congress) di Karachi, Pakistan, dan anggota Majlis Ta’sisi Rabitah Alam Islami di Mekkah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pengaruh Natsir di dunia internasional tidak hanya terbatas pada posisi dan penghargaannya. Ia juga menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk membangun bangsa melalui pemerintahan yang berdasarkan pada ajaran Islam. Menurut Izamudin Ma’mur, pemikiran dan kiprah Natsir membuat pengaruhnya tetap terasa di dunia internasional, bahkan ketika perjalanan politik Natsir di Indonesia tengah berada dalam situasi sulit. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pada 2008, pemerintah menetapkan Natsir sebagai Pahlawan Nasional, menandai awal rehabilitasi namanya di Indonesia. Meskipun masih ada jalan panjang yang harus ditempuh untuk mengenang pengaruh besar Natsir, namun kisahnya telah menjadi contoh bagi kita untuk memahami bahwa penghormatan dan penghargaan tidak selalu terbatas pada batas-batas geografis. Dalam kisah Mohammad Natsir, kita dapat melihat bahwa pengaruh seseorang tidak dapat diprediksi dan tidak dapat dibatasi oleh batas-batas geografis. Bahkan ketika seseorang dikucilkan dan ditahan di dalam negeri, namun di luar negeri, sosok ini justru mendapat penghormatan dan dipercaya menduduki posisi penting di sejumlah organisasi internasional. Kisah Natsir menjadi inspirasi bagi kita untuk memahami bahwa penghormatan dan penghargaan tidak selalu terbatas pada batas-batas geografis.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260810091806-25-757829/pejabat-ini-dikucilkan-di-ri-tapi-malah-dihormati-negara-lain, without altering the facts of the original article.

BRI Peduli Kasih: BRI Berkontribusi pada Kesuksesan UMKM di Hari UMKM Nasional

**BRI Peduli Kasih: BRI Berkontribusi pada Kesuksesan UMKM di Hari UMKM Nasional** **Pembuka** Dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui program BRI Peduli, terus mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai wilayah di Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, pendampingan usaha, perluasan akses pasar, serta pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana usaha. **Momen Penentu di Menit Akhir** Dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional, BRI Peduli memberikan dukungan kepada pelaku UMKM di Desa Brilian Hargobinangun, Kec. Pakem, Kab. Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa ini memiliki potensi wisata yang sangat besar, sehingga pelaku UMKM di desa ini bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner khas hingga jasa wisata. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dukungan BRI Peduli kepada pelaku UMKM di Desa Brilian Hargobinangun meliputi bantuan lapak usaha, pendampingan langsung melalui Mantri BRI, dan fasilitas penunjang usaha. Bantuan lapak usaha memberikan tempat berjualan yang lebih layak dan nyaman bagi pelaku UMKM, sehingga mereka dapat menjalankan aktivitas usahanya dengan lebih optimal. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pendampingan langsung melalui Mantri BRI memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas usahanya. Fasilitas penunjang usaha juga membantu pelaku UMKM untuk memperluas manfaat ekonomi bagi lingkungan di desanya. Dengan dukungan BRI Peduli, pelaku UMKM di Desa Brilian Hargobinangun dapat meningkatkan kesuksesan usahanya dan memperkuat potensi ekonomi desa. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Menurut Amin Sarjito, Kepala Desa Hargobinangun, keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam memperkuat potensi wisata di desa. Dengan dukungan BRI Peduli, pelaku UMKM di Desa Brilian Hargobinangun dapat meningkatkan kesuksesan usahanya dan memperkuat potensi ekonomi desa. Pada kesempatan terpisah, Dhanny, Corporate Secretary BRI, mengatakan bahwa dukungan terhadap pelaku UMKM merupakan bagian dari komitmen BRI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260812094925-25-758497/bri-peduli-kasih-ini-di-momentum-hari-umkm-nasional, without altering the facts of the original article.

Wapres RI Tidak Bisa Bayar Pajak, Listrik Rumah Mau Diputus: Keterpurukan Ekonomi

Wapres RI Tidak Bisa Bayar Pajak, Listrik Rumah Mau Diputus: Keterpurukan Ekonomi Wapres RI, Mohammad Hatta, menghadapi kesulitan ekonomi yang parah setelah pensiun dari pemerintahan pada 1957. Dia tidak dapat membayar pajak mobil, listrik, air, dan tagihan telepon di rumahnya karena penghasilannya sebagai pensiunan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. **Momen Penentu di Menit Akhir** Mengutip biografi Hatta: Jejak yang Melampaui Zaman (2010), Hatta mengaku penghasilannya sebagai pensiunan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Pria asal Minang itu bahkan tak mampu melunasi pajak mobil yang dibelinya dengan subsidi pemerintah. Tagihan listrik, gas, dan air minum juga menjadi beban yang sulit dibayar. Masalah serupa terjadi pada telepon di vilanya di Mega Mendung. Hatta tidak sanggup mengangsur uang jaminan telepon karena jumlahnya berkali-kali lipat dari uang pensiun yang diterimanya. Dia pun pasrah jika sambungan teleponnya dicabut. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Hatta hanya menerima “sumbangan lauk-pauk” sebesar Rp1.000 per bulan. Nominal tersebut membuatnya merasa prihatin. Kepada Menteri Urusan Anggaran Negara, Hatta bahkan mempertanyakan kondisi tersebut. “Apakah ini bukan suatu penghinaan kepada RI?” katanya. “Makanan kucing saya saja tidak akan kurang dari sebegitu sebulan.” Kesulitan ekonomi itu terjadi ketika kondisi perekonomian Indonesia juga sedang memburuk. Hatta menilai keadaan tersebut semakin jauh dari cita-cita sosialisme yang selama ini digaungkan pemerintah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Bagi Hatta, cita-cita sosialisme sebenarnya sederhana, yakni bagaimana membuat biaya hidup rakyat menjadi lebih murah. Namun, di tengah kondisi tersebut, dia sendiri harus menjalani kehidupan dengan serba pas-pasan. Putrinya, Rahmi, bahkan pernah memiliki ide menyediakan kotak uang bagi para tamu yang datang ke rumah mereka. Namun, Hatta langsung marah ketika mendengar ide tersebut. Dalam Pribadi Manusia Hatta (2002), Rahmi diceritakan ingin melakukan hal itu karena melihat kondisi ekonomi keluarganya. Bagi Hatta, tindakan tersebut sama saja dengan meminta-minta. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin merasa prihatin melihat kondisi Hatta. Dalam autobiografinya Ali Sadikin: Membenahi Jakarta Menjadi Kota yang Manusiawi (2012), Ali menceritakan upayanya membantu sang proklamator yang tak mampu membayar tagihan listrik dan air hingga mau diputus. Alhasil, atas nama Gubernur DKI Jakarta, seluruh tagihan rumah Hatta kemudian ditanggung Pemerintah DKI Jakarta, termasuk listrik dan air. Namun, Hatta tidak mau menjadikan semua itu keistimewaan. Saat mulai sakit-sakitan di dekade 1980-an, Hatta merasa tidak nyaman menggunakan dana negara untuk kepentingan pribadinya. Dia kemudian menggunakan tabungannya sendiri untuk mengembalikan biaya perjalanan dan perawatan di Belanda kepada negara. Pemerintah menolak pengembalian itu, tetapi Hatta tetap bersikeras melunasi seluruh pengeluaran negara. Keterpurukan ekonomi yang dialami oleh Hatta menunjukkan bahwa cita-cita sosialisme yang digaungkan pemerintah tidaklah mudah dipenuhi. Hatta sendiri harus menghadapi kesulitan ekonomi yang parah setelah pensiun dari pemerintahan. Namun, dia tidak mau menjadikan keadaan tersebut sebagai keistimewaan. Hatta tetap bersikeras melunasi seluruh pengeluaran negara, bahkan meskipun pemerintah menolak pengembalian itu. Hal ini menunjukkan bahwa Hatta tetap memiliki integritas dan komitmen terhadap cita-cita sosialisme.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260812101835-25-758499/cerita-wapres-ri-ini-tak-bisa-bayar-pajak-listrik-rumah-mau-diputus, without altering the facts of the original article.

Armawati, Pemulung Sampah yang Mengubah Masa Depannya dengan Cuan

Armawati, Pemulung Sampah yang Mengubah Masa Depannya dengan Cuan **Momen Penentu di Menit Akhir** Armawati Chaniago, seorang pemulung sampah, telah mengubah masa depannya dengan menciptakan sistem bank sampah yang inovatif. Dengan didirikannya Perkumpulan Arta Jaya, Armawati telah meraih kesuksesan yang luar biasa dalam mengelola sampah dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitarnya. **APA YANG TERJADI** Pada tanggal 12 Agustus 2026, CNBC Indonesia melaporkan bahwa Armawati telah meraih penghargaan sebagai Tokoh Lingkungan Kota Medan dari Wali Kota Medan dan menjadi nominasi Kalpataru Nasional kategori Perintis Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Keberhasilan Armawati ini merupakan hasil dari dedikasinya dalam mengembangkan sistem bank sampah yang berbasis pada prinsip pengelolaan sampah yang optimal. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Armawati Chaniago adalah pendiri Perkumpulan Arta Jaya, sebuah organisasi yang didirikan pada tahun 2015 dengan tujuan untuk mengelola sampah dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitarnya. 2. Armawati telah meraih 117 jaringan bank sampah dengan memberdayakan 50.000 anggota masyarakat, di mana 70%-nya dikelola oleh perempuan. 3. Perkumpulan Arta Jaya juga telah mendapatkan dukungan dari Proyek Scaling Up Local Enterprise on Waste Management in Indonesia (SULE-WM) oleh Unilever Indonesia bersama GIZ Indonesia, yang bertujuan untuk memaksimalkan peran perusahaan pengelolaan sampah lokal dalam membantu menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan bertanggung jawab. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keberhasilan Armawati dalam mengelola sampah dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitarnya merupakan contoh yang baik bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Dengan demikian, sistem bank sampah yang dikembangkan oleh Armawati dapat menjadi model yang dapat diikuti oleh masyarakat lainnya untuk mengelola sampah dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun Armawati telah meraih kesuksesan yang luar biasa dalam mengelola sampah dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitarnya, masih ada banyak jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Dengan demikian, Armawati akan terus berusaha meningkatkan kualitas sistem bank sampah yang dikembangkan olehnya dan melibatkan lebih banyak masyarakat dalam upaya mengelola sampah dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Armawati adalah contoh yang baik bagi masyarakat di seluruh Indonesia bahwa dengan dedikasi dan kerja keras, kita dapat mengubah masa depan kita dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Dengan demikian, sistem bank sampah yang dikembangkan oleh Armawati dapat menjadi model yang dapat diikuti oleh masyarakat lainnya untuk mengelola sampah dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260812121417-25-758548/momentum-hari-umkm-kisah-sukses-armawati-sulap-sampah-jadi-cuan, without altering the facts of the original article.

BRI dan Danantara Kolaborasi untuk Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan Melalui Program Baru

**BRI dan Danantara Kolaborasi untuk Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan Melalui Program Baru** ### Pembiayaan UMKM di BRI Meningkat Signifikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara berkelanjutan. Hingga akhir Triwulan I 2026, portofolio kredit UMKM BRI mencapai sekitar Rp1.211 triliun, menjadikan BRI sebagai bank dengan portofolio kredit UMKM terbesar di Indonesia. ### Momen Penentu di Menit Akhir BRI telah menyalurkan pembiayaan yang berkelanjutan ke sektor UMKM, sehingga mencapai portofolio kredit UMKM terbesar di Indonesia. Hal ini menegaskan konsistensi BRI sebagai bank yang fokus pada pemberdayaan UMKM. Selain itu, BRI juga telah mengembangkan berbagai program pemberdayaan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan tumbuh secara berkelanjutan. ### Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5 ribu desa di seluruh Indonesia. Selain itu, melalui program KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 43.337 klaster usaha guna membangun ekosistem usaha produktif berbasis komunitas. Di sisi digital, BRI menghadirkan platform LinkUMKM sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, mitra bisnis, serta berbagai layanan keuangan. ### Apa Artinya Ini ke Depan? Kolaborasi BRI dan Danantara Indonesia melalui berbagai program pemberdayaan dan penyaluran pembiayaan akan terus meningkatkan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Dengan demikian, BRI akan terus memperkuat ekosistem UMKM yang tangguh dan berdaya saing. Langkah ini sejalan dengan komitmen Danantara dalam menghadirkan investasi yang berdampak (impact investment) serta mendorong terciptanya nilai tambah ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi Indonesia. ### Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa berbagai program pemberdayaan tersebut merupakan wujud komitmen BRI dalam mendukung Danantara dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. “Di bawah supervisi Danantara Indonesia, BRI terus menjalankan peran strategisnya dalam mengakselerasi perekonomian nasional melalui penyaluran pembiayaan ke sektor-sektor produktif, khususnya UMKM. Kami meyakini bahwa pemberdayaan merupakan kunci agar pelaku usaha tidak hanya memiliki akses terhadap pembiayaan, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Akhmad dalam keterangan resmi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260812161502-25-758642/bareng-danantara-bri-perkuat-ekonomi-kerakyatan-lewat-program-ini, without altering the facts of the original article.

Presiden RI Menulis Sendiri Pidato Kenegaraan, Tidak Perlu Bantuan Penulis

**Presiden RI Menulis Sendiri Pidato Kenegaraan, Tidak Perlu Bantuan Penulis** Ketika menjelang pidato kenegaraan setiap 16-17 Agustus, Presiden Indonesia biasanya menyiapkan berbagai hal untuk menyampaikan pesan kepada rakyat. Namun, ada satu presiden yang memiliki kebiasaan unik dalam menulis pidatonya sendiri, tanpa bantuan penulis. Sosok itu adalah Presiden ke-1 RI, Soekarno. **Momen Penentu di Menit Akhir** Sejarah mencatat bahwa Soekarno menghabiskan waktu seharian penuh hanya untuk menulis pidatonya. Putranya, Guntur Soekarnoputra, mengungkapkan bahwa setiap pertengahan Agustus, Soekarno sibuk mempersiapkan pidato kenegaraan. Ia berdiskusi dengan orang-orang penting, seperti menteri dan tokoh masyarakat, dan mengumpulkan berbagai bahan sebagai referensi, dari buku, koran, majalah, hingga berita dari luar negeri. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Salah satu contoh pidato kenegaraan yang menarik adalah pidato yang disampaikan oleh Soekarno pada tahun 1945. Ia berbicara tentang pengalaman hidupnya sebagai tokoh perjuangan kemerdekaan dan impian untuk menciptakan negara yang adil dan makmur. Pidato ini disampaikan dengan gaya penyampaian yang berapi-api dan mampu membangkitkan semangat rakyat. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Bagi Soekarno, pidato kenegaraan bukan sekadar teks yang harus dibacakan di hadapan rakyat. Ia menganggap pidato tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban seorang presiden atas kebijakan-kebijakan yang telah dibuatnya. Atas dasar itu, proses penyusunannya dilakukan dengan serius. Soekarno juga tidak selalu menulis di satu tempat. Ia berpindah-pindah dari satu istana ke istana lainnya. Ketika merasa jenuh, ia sesekali keluar ruangan untuk bermain, berbincang, minum kopi, hingga menonton tari-tarian. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Setelah semua bahan terkumpul dan gagasan selesai dituangkan, naskah tersebut diketik oleh sekretaris pribadinya. Lalu disampaikan lewat pidato hadapan rakyat Indonesia. Jutaan rakyat pun mendengarkan pidato kenegaraan itu. Dengan gaya penyampaian yang berapi-api, Soekarno mampu membangkitkan semangat rakyat dan meninggalkan kesan yang masih dikenang hingga sekarang. Dalam memoar Bung Karno: Bapakku, Kawanku, Guruku (1977), Guntur bercerita bahwa setiap pertengahan Agustus, ia selalu menyaksikan sang ayah sibuk mempersiapkan pidato kenegaraan. Seharian penuh, Soekarno berkonsentrasi menyusun pidato kenegaraan. Ia tidak hanya menulis, tetapi juga berdiskusi dengan orang-orang penting. Mulai dari menteri hingga tokoh masyarakat. Berbagai bahan dikumpulkannya sebagai referensi, dari buku, koran, majalah, hingga berita dari luar negeri. Dalam memoarnya, Bambang Widjanarko menggambarkan bagaimana Soekarno bisa berjam-jam berada seorang diri di kamar untuk menuangkan gagasan ke dalam tulisan. “Saat itulah satu-satunya yang saya lihat BK dapat berjam-jam seorang diri di kamar, berkosentrasi penuh menuangkan yang ada di hati dan otaknya ke dalam tulisan,” kata Bambang. Keseriusan Soekarno dalam menyusun pidato kenegaraan bahkan membuatnya sampai lupa makan. Guntur mengingat salah satu percakapan dengan ayahnya ketika proses penyusunan pidato berlangsung. “Belum. Bapak sudah makan belum?” Guntur balik nanya. “Sebentar lagi. Jangan makan dulu. Bantu dulu Bapak,” pinta Sukarno. Pidato kenegaraan bukan sekadar teks yang harus dibacakan di hadapan rakyat. Ia menganggap pidato tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban seorang presiden atas kebijakan-kebijakan yang telah dibuatnya. Atas dasar itu, proses penyusunannya dilakukan dengan serius. Soekarno juga tidak selalu menulis di satu tempat. Ia berpindah-pindah dari satu istana ke istana lainnya. Ketika merasa jenuh, ia sesekali keluar ruangan untuk bermain, berbincang, minum kopi, hingga menonton tari-tarian. Dengan gaya penyampaian yang berapi-api, Soekarno mampu membangkitkan semangat rakyat dan meninggalkan kesan yang masih dikenang hingga sekarang. Pidato kenegaraan merupakan momen penentu di menit akhir untuk Presiden RI, dan Soekarno adalah contoh bagaimana pidato kenegaraan dapat disampaikan dengan gaya yang berapi-api dan mampu membangkitkan semangat rakyat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260813091614-25-758815/presiden-ri-tulis-sendiri-pidato-kenegaraan-sampai-tak-keluar-kamar, without altering the facts of the original article.

UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Rp8,57 M di Semester I-2026, Membuat Rekor Baru

**UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Rp8,57 M di Semester I-2026, Membuat Rekor Baru** **Pembuka** Pertamina, sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia, telah mencapai rekor baru dalam mendukung pengembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di negeri ini. Berdasarkan data yang diperoleh, UMKM binaan Pertamina telah mencatatkan omzet sebesar Rp8,57 miliar sepanjang semester I-2026. **Momen Penentu di Menit Akhir** Omzet tersebut diperoleh melalui berbagai pameran regional, nasional, dan internasional yang diikuti oleh UMKM binaan Pertamina. Dalam waktu enam bulan, UMKM tersebut berhasil menjual produknya sebesar Rp8,57 miliar, membuat rekor baru dalam pengembangan UMKM di Indonesia. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. UMKM binaan Pertamina telah mengikuti 414 pameran berskala regional, nasional, dan internasional, antara lain Food & Hospitality Indonesia, Indonesia International Furniture Expo (IFEX), Indonesia International Motor Show (IIMS), dan INACRAFT 2026. 2. Sebanyak 2.822 sertifikasi telah difasilitasi bagi UMKM binaan Pertamina, membantu pelaku usaha memenuhi aspek legalitas dan standar produk sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. 3. Pelatihan melalui Rumah BUMN Pertamina telah diselenggarakan sebanyak 579 kali, mencakup pemasaran digital, legalitas, peningkatan kualitas dan daya saing produk, hingga pengelolaan usaha. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keberhasilan UMKM binaan Pertamina dalam mencatatkan omzet sebesar Rp8,57 miliar sepanjang semester I-2026 menunjukkan bahwa akses pasar dapat membuka peluang baru bagi pelaku UMKM. Dengan dukungan dari Pertamina, UMKM tersebut dapat meningkatkan penjualan dan memperluas jaringan pemasaran. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pertamina akan terus mendukung pengembangan UMKM di Indonesia melalui ekosistem yang memungkinkan pelaku usaha terus berkembang. Dalam ekosistem tersebut, Pertamina akan terus memberikan pendampingan, peningkatan kapasitas, sertifikasi, serta pembukaan akses terhadap pasar. Dengan demikian, UMKM diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan memperluas jaringan pemasaran, serta mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDGs). **Mengapa & Dampak** Dalam konteks ini, Pertamina berperan sebagai enabler, melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, sertifikasi, serta pembukaan akses terhadap pasar. Dengan demikian, UMKM dapat meningkatkan penjualan dan memperluas jaringan pemasaran, serta mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDGs). **Penutup** Dalam kesimpulan, keberhasilan UMKM binaan Pertamina dalam mencatatkan omzet sebesar Rp8,57 miliar sepanjang semester I-2026 menunjukkan bahwa akses pasar dapat membuka peluang baru bagi pelaku UMKM. Dengan dukungan dari Pertamina, UMKM tersebut dapat meningkatkan penjualan dan memperluas jaringan pemasaran, serta mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDGs).

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260813115937-25-758897/top-umkm-binaan-pertamina-raih-omzet-rp857-m-di-semester-i-2026, without altering the facts of the original article.