BRI Peduli Bantu UMKM Tingkatkan Omzet dengan Pelatihan Sertifikasi Halal

**BRI Peduli Bantu UMKM Tingkatkan Omzet dengan Pelatihan Sertifikasi Halal** **Momen Penentu di Menit Akhir** BUNCY, usaha rumahan milik Lucy Emilda, mulai dirintis pada tahun 2020 ketika pandemi memaksa banyak orang mencari cara untuk tetap bertahan. Dari dapur sederhana di Cimahi, Jawa Barat, Lucy mulai mengolah cheese stick dengan harapan sederhana, menghadirkan camilan yang disukai banyak orang sekaligus menjadi penopang ekonomi keluarga. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Tidak sedikit usaha yang lahir dari masa-masa sulit. Begitu pula dengan BUNCY, usaha rumahan milik Lucy Emilda yang terus berkembang dengan mengedepankan cita rasa dan kualitas pada setiap produk yang dihasilkan. Lucy mengaku bahwa membangun kepercayaan konsumen menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dalam mengembangkan usahanya. Karena itu, sertifikasi halal menjadi salah satu langkah yang diyakini mampu memperkuat kepercayaan tersebut sekaligus meningkatkan daya saing usaha. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Sertifikasi halal tidak hanya memberikan rasa aman bagi konsumen, tetapi juga membawa perubahan bagi Lucy sebagai pelaku usaha. Ia mengaku menjadi lebih percaya diri saat memperkenalkan produknya kepada calon pembeli maupun mitra usaha. Melalui fasilitasi Program Sertifikasi Halal dari BRI, BUNCY memperoleh kesempatan untuk melengkapi legalitas usahanya. Sertifikat halal menjadi pijakan awal bagi Lucy untuk melangkah lebih jauh dalam mengembangkan usahanya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Setelah mendapatkan sertifikasi halal, Lucy tidak berhenti sampai di situ. Ia melanjutkan pengurusan PIRT agar produknya memiliki legalitas yang semakin lengkap dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. “Setelah memiliki Sertifikasi Halal saya lanjut mengurus Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dengan kelengkapan tersebut saya bisa lebih luas melakukan jangkauan pasar dan berdampak pada peningkatan revenue usaha saya,” cerita Lucy. Bagi Lucy, manfaat program ini tidak hanya terletak pada sertifikat yang diterima, tetapi juga pada proses pendampingan yang membuat seluruh tahapan pengurusan terasa lebih mudah. Mulai dari persyaratan hingga administrasi, setiap proses dilalui dengan arahan yang jelas sehingga pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya. “Terima kasih kepada BRI yang telah memfasilitasi saya mendapatkan sertifikat halal, dengan segala kemudahan syarat dan administrasi, petunjuk dari petugas saya merasa sangat terbantu. Usaha saya sangat terbantu dengan program ini,” imbuhnya. Kini, BUNCY terus melangkah dengan keyakinan yang lebih besar. Dari sebuah dapur sederhana di Cimahi, usaha yang lahir di tengah pandemi ini membuktikan bahwa kesempatan dan pendampingan yang tepat mampu membantu pelaku UMKM tumbuh lebih percaya diri, memperluas pasar, dan terus berkembang secara berkelanjutan. Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny mengungkapkan, BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, terus mengambil peran membantu pelaku UMKM melalui kegiatan pelatihan dan pemberian sertifikasi halal yang diharapkan dapat menciptakan UMKM yang dapat bersaing di pasar. Melalui pelatihan ini, BRI berharap pelaku UMKM mampu menjaga mutu produk, memperluas akses pasar, dan semakin siap naik kelas. Kisah Lucy dan produk BUNCY menjadi contoh nyata pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat dari pelatihan sertifikasi halal yang diselenggarakan BRI Peduli. Kami terus membantu pelaku UMKM di berbagai daerah untuk dapat memperluas akses pasar dan mendorong UMKM untuk terus berkembang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720115458-25-752159/pelatihan-sertifikasi-halal-bri-peduli-bantu-umkm-tingkatkan-omzet, without altering the facts of the original article.

Pejabat RI Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas, Ini Alasannya

**Pejabat RI Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas, Ini Alasannya** **Momen Penentu di Menit Akhir** Saat banyak pejabat menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi, Jaksa Agung ke-17 RI, Baharuddin Lopa, malah memilih naik angkutan kota (angkot) pada akhir pekan. Tidak karena tidak memiliki kendaraan, melainkan karena dia berpegang teguh pada prinsip bahwa mobil dinas hanya boleh digunakan untuk menjalankan tugas negara. Lopa tidak menggunakan mobil dinas bahkan di luar jam kerja, dan juga melarang istrinya menggunakan kendaraan dinas untuk pergi ke pasar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Baharuddin Lopa adalah seorang jaksa yang memiliki prinsip hidup sederhana. Ia tidak memiliki mobil pribadi dalam waktu lama, bahkan pada akhir 1980-an, Lopa baru membeli mobil melalui Jusuf Kalla dengan cara mencicil setiap bulan. Rumahnya di Makassar dan Jakarta juga tidak memiliki perabot mahal. Prinsip hidup sederhana tersebut berjalan beriringan dengan ketegasannya dalam memberantas korupsi. Selama bertugas sebagai jaksa di berbagai daerah, Lopa berhasil menyelamatkan uang negara dari berbagai kasus korupsi. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kesederhanaan Lopa dan ketegasannya dalam memberantas korupsi membuatnya dipercaya menjadi Jaksa Agung pada Juni 2001. Namun, masa baktinya sebagai Jaksa Agung berlangsung sangat singkat. Pada 2 Juli 2001, Lopa mendadak mual, muntah, lalu tak sadarkan diri. Keesokan harinya, 3 Juli 2001, dia meninggal dunia. Meski sempat muncul berbagai spekulasi, para dokter menyatakan penyebab wafatnya adalah serangan jantung. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kematian Lopa tidak membuat prinsip hidup sederhananya dan ketegasannya dalam memberantas korupsi menjadi tidak relevan. Bahkan, keprinsipan Lopa masih relevan hingga saat ini. Pemerintah Indonesia masih memiliki banyak pejabat yang menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi, dan masih banyak kasus korupsi yang belum terungkap. Oleh karena itu, kita masih perlu belajar dari sikap Lopa, yang tidak pernah meninggalkan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Kesederhanaan dan ketegasan Lopa tidak hanya membuatnya dipercaya menjadi Jaksa Agung, tetapi juga membuatnya menjadi contoh bagi pejabat lainnya. Namun, prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi tidak hanya dimiliki oleh Lopa, tetapi juga oleh banyak pejabat lainnya yang memiliki prinsip yang sama. Oleh karena itu, kita masih perlu belajar dari contoh-contoh yang ada, dan terus meningkatkan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Lopa meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi kita, yaitu prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Namun, prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi tidak hanya dimiliki oleh Lopa, tetapi juga oleh banyak pejabat lainnya yang memiliki prinsip yang sama. Oleh karena itu, kita masih perlu belajar dari contoh-contoh yang ada, dan terus meningkatkan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Sebenarnya, prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi bukanlah hal baru. Bahkan, sudah lama menjadi prinsip yang dihayati oleh banyak pejabat. Namun, masih banyak pejabat yang lupa dengan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Oleh karena itu, kita masih perlu mengingatkan dan meningkatkan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi. Prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi tidak hanya dimiliki oleh Lopa, tetapi juga oleh banyak pejabat lainnya yang memiliki prinsip yang sama. Oleh karena itu, kita masih perlu belajar dari contoh-contoh yang ada, dan terus meningkatkan prinsip hidup sederhana dan ketegasan dalam memberantas korupsi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714162653-25-750768/bikin-geger-pejabat-ri-terciduk-naik-angkot-tolak-pakai-mobil-dinas, without altering the facts of the original article.

Belanda Kagum dengan Proyek RI yang Unik, Ternyata Ada Kepala Kerbau

**Belanda Kagum dengan Proyek RI yang Unik, Ternyata Ada Kepala Kerbau** **Pembuka** Sebuah proyek karya insinyur Indonesia pernah membuat orang Belanda terpukau. Rancangannya dinilai menyimpang dari rumus yang selama ini menjadi acuan para insinyur dunia. Namun, di balik pendekatan teknik yang modern itu, sang perancang ternyata sempat menjalankan tradisi Jawa dengan menanam kepala kerbau sebelum pembangunan dimulai. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 1936, dua tahun setelah meraih gelar insinyur, Sedyatmo mendapat kepercayaan dari Mangkunegoro VII untuk membangun jembatan air di Desa Wiroko, Wonogiri. Jembatan itu dibuat untuk menyalurkan air dari Sungai Wiroko agar dapat dimanfaatkan para petani di wilayah sekitar. Proyek tersebut bukan pekerjaan mudah. Lokasi pembangunan masih terpencil, akses jalannya belum memadai, dan kawasan sekitarnya dipenuhi ular berbisa. Meski begitu, Sedyatmo tidak gentar. Ia menyusun rancangan jembatan dengan prinsip hemat bahan, hemat biaya, dan hemat waktu, tetapi tetap menghasilkan bangunan yang kuat dan berkualitas. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sedyatmo juga tidak meninggalkan adat masyarakat tempat ia bekerja. Sebelum pembangunan dimulai, ia memotong seekor kerbau dan menanam kepalanya di sekitar lokasi proyek. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa saat itu, kepala kerbau yang ditanam merupakan persembahan kepada roh-roh penjaga tempat agar pembangunan berjalan lancar dan para pekerja mendapat perlindungan. Namun, dalam autobiografinya, Sedyatmo menegaskan ia tidak menjalankan tradisi tersebut karena mempercayai unsur mistisnya. Ia melakukannya demi menghormati masyarakat yang terlibat dalam proyek tersebut. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Setelah penyembelihan, kenang Sedyatmo, daging kerbau dimakan bersama oleh warga dan para pekerja sebagai bentuk kebersamaan. Sementara itu, kepala kerbau dikuburkan karena sebagian besar terdiri atas tulang dan sulit dimanfaatkan. Terlepas dari adat tersebut, di tengah proyek, garapan Sedyatmo justru menuai penolakan dari kalangan insinyur Belanda. Mereka menilai rancangan jembatan tersebut menyimpang karena menggunakan ketebalan beton yang lebih tipis dibanding standar teknik yang berlaku saat itu. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Namun, Sedyatmo tetap yakin dan berkilah bahwa mereka terlalu terpaku pada teori dalam buku. “Kekuatan jembatan tersebut tidak kalah dengan jembatan yang menggunakan rumus-rumus konvensional,” ungkap pria kelahiran 1909 itu. Ketika proyek selesai pada 1937, hasilnya justru di luar dugaan. Jembatan Air Wiroko berdiri kokoh dan membuktikan perhitungan Sedyatmo tidak keliru. Adapun tradisi menanam kepala kerbau yang dilakukan sebelumnya semata untuk menghormati adat masyarakat, bukan faktor yang menentukan keberhasilan konstruksi. Keberhasilan itu menjadi titik balik dalam kariernya. Kemampuan Sedyatmo menarik perhatian salah satu pejabat tinggi di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hindia Belanda, Prof. Ir. Bijlaard. Sang profesor meminta insinyur jembatan itu bergabung dengan Departemen PU. Ini menjadikan Sedyatmo sebagai orang Jawa pertama yang bekerja di departemen tersebut. Setelahnya, prestasi Sedyatmo terus bertambah. Tahun 1953, mengutip koran De locomotief (11 Agustus 1953), dia diangkat menjadi Profesor atau Penasihat Utama di Universitas Teknologi Bandung.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720132653-25-752202/proyek-ri-ini-bikin-belanda-kagum-ternyata-sempat-tanam-kepala-kerbau, without altering the facts of the original article.

CIA Tuding Wakil Presiden RI, Siapa yang Terlibat?

**CIA Tuding Wakil Presiden RI, Siapa yang Terlibat?** Pada tahun 1960-an, Indonesia sedang menghadapi ancaman komunisme yang kuat. Pada saat itu, Wakil Presiden ke-3 RI, Adam Malik, dikatakan oleh seorang jurnalis investigasi Amerika Serikat, Tim Weiner, sebagai agen badan intelijen Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA). Klaim ini muncul dalam buku karya Tim Weiner, “Membongkar Kegagalan CIA” (2008), yang menceritakan sejarah operasi rahasia badan intelijen tersebut di berbagai negara. **Momen Penentu di Menit Akhir** Menurut Tim Weiner, Adam Malik bertemu dengan agen senior CIA, Clyde McAvoy, di tempat rahasia Jakarta. McAvoy adalah operator rahasia yang telah membantu merekrut seorang perdana menteri masa depan bagi Jepang dan datang ke Indonesia dengan tugas menyusup ke dalam PKI dan pemerintahan Sukarno. Dalam wawancara ke Weiner, McAvoy mengaku melakukan perekrutan langsung ke sosok diplomat tersebut. “Tidak bisa dipercaya, saya merekrut dan mengontrol Adam Malik. Dia adalah pejabat Indonesia tertinggi yang pernah kami rekrut,” kata McAvoy kepada Tim Weiner dalam wawancara pada 2005. Menurut paparan Weiner, CIA berupaya mengonsolidasikan kekuatan politik di Indonesia dengan membentuk “pemerintahan bayangan”. Waktu itu, CIA merasa perlu membangun kedekatan dengan Indonesia supaya negara ini tidak jatuh ke tangan Uni Soviet dan komunismenya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Kronologi kejadian ini dimulai dengan pertemuan Adam Malik dan McAvoy. Setelah itu, Adam Malik bertemu dengan atase politik Kedutaan Besar AS di Jakarta, Bob Martens. Dalam pertemuan tersebut, Martens disebut menyerahkan daftar berisi 67 tokoh PKI kepada utusan Adam Malik. Selain itu, Weiner mengklaim CIA memberikan dukungan terhadap operasi antikomunis, termasuk bantuan dana yang disalurkan melalui operasi terselubung bersama unsur militer. Bahkan, Adam Malik disebut menerima dana US$10.000 untuk membiayai kegiatan tersebut. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Tuduhan ini muncul beberapa tahun setelah buku Tim Weiner diterbitkan. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi salah satu tokoh yang menolak klaim tersebut. Menurutnya, sangat tidak masuk akal jika Adam Malik bekerja untuk badan intelijen Amerika Serikat. Jusuf Kalla menilai latar belakang politik Adam Malik justru bertolak belakang dengan tuduhan tersebut. Adam Malik dikenal sebagai seorang sosialis sekaligus pendiri Partai Murba sehingga dinilai tidak mungkin menjadi bagian dari operasi intelijen Amerika Serikat. Bantahan serupa juga datang dari pihak keluarga. Putri Adam Malik, Antarini Malik, menegaskan isi buku Tim Weiner tidak benar. Menurutnya, nasionalisme sang ayah tidak mungkin dipertaruhkan demi kepentingan negara lain ataupun imbalan uang. Keluarga pun mengungkapkan rasa marahnya. Sejarawan Taufik Abdullah juga menyangkal tuduhan tersebut. Menurutnya, itu tidak masuk akal. “I tu kan intel, nah kalo intel itu apa yang dilakukan, tentunya mencari informasi dan memberikan informasi terbaik. Berdasarkan riwayat hidup pak Adam Malik, maka sulit saya menerima itu,” katanya, dikutip dari situs UGM. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Tuduhan ini muncul sebagai isu yang membingungkan. Bagaimana mungkin Adam Malik, seorang sosialis dan pendiri Partai Murba, bekerja untuk badan intelijen Amerika Serikat? Apakah ini hanya klaim palsu atau ada bukti-bukti yang lebih kuat? Jawaban ini masih belum jelas. Namun, satu hal yang pasti adalah bahwa kejadian ini telah meninggalkan bekas yang tidak dapat dihilangkan. Adam Malik telah meninggalkan warisan yang kompleks, dan hal ini perlu dipahami dan dipelajari lebih lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami perubahan yang signifikan. Pemerintah telah melakukan reformasi yang luas untuk memperkuat sistem demokrasi dan mengakhiri era komunisme. Namun, masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia harus terus bekerja untuk memperkuat kedaulatan dan memastikan bahwa negara ini tidak terjebak dalam kekuasaan asing.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720113310-25-752152/wakil-presiden-ri-ini-dituduh-jadi-agen-cia, without altering the facts of the original article.

Guru Spiritual Presiden RI, Sosok yang Menginspirasi dan Ramalan yang Tokcer

**Guru Spiritual Presiden RI, Sosok yang Menginspirasi dan Ramalan yang Tokcer** Rama Diyat, seorang guru spiritual yang tak banyak diketahui masyarakat, memiliki peran penting dalam kehidupan Presiden ke-2 RI, Soeharto. Hubungan keduanya yang erat membuat Rama Diyat menjadi penasehat spiritual yang dihormati di lingkungan Presiden. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 1950, Rama Diyat memutuskan berhenti dari militer dan mulai mengajarkan ilmu kebatinan. Muridnya berasal dari berbagai kalangan, termasuk Soeharto. Hubungan keduanya semakin erat ketika Soeharto mengalami masa-masa sulit dalam karier militernya. Salah satunya terjadi pada pertengahan 1965, ketika Soeharto merasa kariernya stagnan dan merasa dikucilkan dari lingkaran dalam Ahmad Yani. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Jusuf Wanandi dalam Shades of Grey: A Political Memoir of Modern Indonesia (2012), Soeharto merasa kariernya stagnan dan tak memperoleh jabatan strategis. Saat Konfrontasi Indonesia-Malaysia pada 1963, dia bahkan berada di bawah komando Omar Dhani yang merupakan juniornya. Surat pengunduran dirinya sudah ditulis, namun rencana itu diketahui oleh orang kepercayaannya, Soedjono Hoemardani. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pada kondisi tersebut, Soeharto berniat mengundurkan diri dari dinas militer. Namun, rencana itu diketahui oleh orang kepercayaannya, Soedjono Hoemardani. Soedjono kemudian meminta Soeharto membatalkan niat tersebut. Dia mengingat pesan Rama Diyat yang pernah meramalkan Soeharto akan menjadi orang besar. “Rama Diyat pernah berpesan kepada Soedjono untuk menjaga Soeharto karena telah diramalkan bahwa suatu hari nanti dia akan menjadi orang besar,” tulis Sofjan. Soeharto pun mengurungkan niatnya. Tak lama kemudian meletus peristiwa G30S 1965. Setelah sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat gugur, Soeharto mengambil alih kendali operasi dan kariernya melesat hingga akhirnya menjadi Presiden ke-2 RI. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun memiliki kedudukan istimewa di lingkungan Presiden, tidak banyak catatan resmi mengenai nasihat-nasihat yang diberikan Rama Diyat selama Soeharto memimpin Indonesia. Namun, hubungan keduanya yang erat menunjukkan bahwa Rama Diyat memiliki peran penting dalam kehidupan Soeharto. Momen penentu di menit akhir ini menunjukkan bahwa Rama Diyat memiliki kemampuan untuk menginspirasi dan meramalkan masa depan. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa Rama Diyat adalah sosok yang menginspirasi dan memiliki ramalan yang tokcer.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260716093950-25-751218/sosok-ini-jadi-guru-spiritual-presiden-ri-ramalannya-tokcer, without altering the facts of the original article.

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel, Pelatihan Ekspor yang Sukses dan Menginspirasi

**BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel, Pelatihan Ekspor yang Sukses dan Menginspirasi** CV Swakarya Jaya Furniture, sebuah usaha mebel asal Sukoharjo, Jawa Tengah, telah berhasil menembus pasar internasional melalui proses panjang yang penuh tantangan dan semangat untuk terus berkembang. Pemilik usaha Febrina Lossu memulai usahanya dengan mempelajari industri kayu dan pasar ekspor secara mandiri, tanpa modal besar maupun fasilitas produksi yang memadai. **Momen Penentu di Menit Akhir** Perjalanan Usaha CV Swakarya Jaya Furniture Keterbatasan modal menjadi tantangan utama yang harus dihadapi sejak awal merintis usaha. Tidak memiliki tempat produksi sendiri, Febrina harus membangun usahanya secara bertahap hingga berhasil menjangkau pasar internasional. Ia mengatakan, “Karena melihat adanya peluang ekspor kayu atau mebel, maka saya memberanikan diri untuk mulai mencari tahu tentang industri mebel dan pasar ekspor. Dari situ saya juga mulai mencari buyer agar usaha ini bisa berkembang.” Tantangan berikutnya bergeser pada upaya memperluas jaringan dan menemukan buyer baru agar produk dapat terus menjangkau pasar global. Febrina mengungkapkan, “Kendala utama kami terletak pada keterbatasan modal, karena saya tidak memulai usaha dengan modal. Tanpa punya tempat kerja, semua dimulai dari nol. Untuk saat ini kendala utamanya adalah mencari buyer.” **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pelatihan Ekspor yang Sukses Di tengah proses tersebut, Febrina terus membekali diri dengan berbagai pengetahuan untuk memperkuat kapasitas usahanya. Salah satunya melalui Pelatihan Ekspor yang diselenggarakan oleh BRI Peduli. Program ini memberikan pembekalan kepada pelaku UMKM mengenai proses ekspor secara menyeluruh, mulai dari kelengkapan dokumen, mekanisme pembayaran internasional, hingga tata kelola pengiriman barang agar transaksi dapat dilakukan dengan lebih aman dan meminimalkan risiko. Bagi Febrina, pelatihan tersebut menjadi ruang belajar yang membuka perspektif baru mengenai praktik ekspor yang lebih profesional. Materi yang diberikan tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usahanya sehari-hari. Ia mengungkapkan, “Setelah mengikuti pelatihan, saya jadi mengetahui beberapa langkah yang sebelumnya tidak pernah saya pahami. Sekarang saya lebih mengerti tentang dokumen ekspor, sistem pembayaran, hingga jasa angkut. Pengetahuan ini sangat membantu karena membuat proses ekspor menjadi lebih aman dan dapat mengurangi risiko.” **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keberhasilan CV Swakarya Jaya Furniture Bekal pengetahuan tersebut dipadukan dengan konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan memperluas jaringan pasar, perlahan membuahkan hasil. Hingga kini, CV Swakarya Jaya Furniture berhasil melakukan ekspor ke Spanyol dan Amerika Serikat. Bagi Febrina, perjalanan usahanya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi lebih besar. Keberanian memulai dari nol, kemauan untuk terus belajar, serta dukungan melalui program pengembangan kapasitas menjadi bekal berharga dalam membawa produk lokal Indonesia menembus pasar dunia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dukungan BRI Peduli Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bisa berkembang dan naik kelas melalui program Pelatihan Ekspor. Program ini bertujuan mendorong pelaku UMKM untuk memahami langkah-langkah memulai ekspor secara mandiri dan strategis, sekaligus meningkatkan kesiapan untuk bersaing di pasar internasional. Dengan demikian, CV Swakarya Jaya Furniture menjadi contoh keberhasilan UMKM yang telah berhasil menembus pasar internasional melalui proses panjang yang penuh tantangan dan semangat untuk terus berkembang. Keberanian memulai dari nol, kemauan untuk terus belajar, serta dukungan melalui program pengembangan kapasitas menjadi bekal berharga dalam membawa produk lokal Indonesia menembus pasar dunia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260723105959-25-753191/pelatihan-ekspor-bri-peduli-buka-jalan-umkm-mebel-tembus-pasar-global, without altering the facts of the original article.

Presiden RI Umumkan Pembekuan MPR dan DPR, Politik Indonesia dalam Kondisi Darurat

**Presiden RI Umumkan Pembekuan MPR dan DPR, Politik Indonesia dalam Kondisi Darurat** Pada tanggal 23 Juli 2001, Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mengambil langkah mengejutkan dengan mengumumkan Maklumat Presiden yang membekukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Langkah ini berujung pada pemakzulannya sebagai Presiden. Maklumat itu tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi merupakan puncak dari konflik politik berkepanjangan antara Gus Dur dengan DPR dan MPR sejak awal masa pemerintahannya. **Momen Penentu di Menit Akhir** Gus Dur menjadi Presiden pada tahun 1999 dan dikenal sebagai presiden yang berani mengambil langkah-langkah yang kerap berbenturan dengan kepentingan elite politik. Dalam membentuk kabinet, ia memilih sejumlah tokoh nonpartisan, bukan semata berdasarkan pembagian jatah partai. Di bidang hukum, ia juga menunjuk Baharuddin Lopa sebagai Jaksa Agung untuk mengusut dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah tokoh politik. Menurut Virdika Rizky Utama dalam Menjerat Gus Dur: Mengungkap Rencana Penggulingan Gus Dur (2020), langkah tersebut memicu reaksi keras DPR. Bahkan, anggota DPR sempat memanggil Jaksa Agung untuk mempertanyakan pengusutan kasus tersebut. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Hubungan Presiden dengan parlemen semakin memburuk ketika Gus Dur mengambil sejumlah keputusan politik yang menuai kontroversi. Salah satunya ialah memberhentikan Kapolri Jenderal Polisi Surojo Bimantoro dan menunjuk Komisaris Jenderal Chaeruddin Ismail sebagai pelaksana tugas Kapolri. Keputusan tersebut ditolak karena dinilai tidak melalui mekanisme yang semestinya. Pada saat yang sama, DPR juga menyelidiki dugaan keterlibatan Gus Dur dalam kasus Bruneigate dan Buloggate. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Rangkaian konflik politik tersebut kemudian membuka jalan bagi MPR untuk menggelar Sidang Istimewa pada 23 Juli 2001 guna memutuskan nasib kepemimpinan Gus Dur. Menyadari upaya pemakzulan hampir tak terhindarkan dan dukungan TNI maupun Polri tidak berpihak kepadanya, Gus Dur mengambil langkah terakhir. Pada dini hari 23 Juli 2001, ia menerbitkan Maklumat Presiden yang berisi pembekuan MPR dan DPR, pengembalian kedaulatan kepada rakyat melalui penyelenggaraan pemilu dalam waktu satu tahun, serta pembekuan Partai Golkar. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Namun, MPR tetap menolak Maklumat Presiden dan melanjutkan Sidang Istimewa. Tak lama kemudian, MPR mengesahkan TAP MPR Nomor II/MPR/2001 yang secara resmi memberhentikan Gus Dur sebagai Presiden Republik Indonesia. MPR menilai Gus Dur melanggar haluan negara karena menolak memberikan pertanggungjawaban dalam Sidang Istimewa serta menerbitkan Maklumat Presiden. Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri kemudian dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia. Dengan demikian, berakhirlah pemerintahan Gus Dur yang berlangsung sekitar 21 bulan. Maklumat Presiden yang diumumkan pada tengah malam menjadi salah satu peristiwa paling dramatis dalam sejarah politik Indonesia. Alih-alih menyelamatkan pemerintahannya, langkah tersebut justru menjadi penutup dari konflik panjang antara Gus Dur dengan DPR dan MPR yang berujung pada pemakzulannya. Kondisi ini menunjukkan betapa kompleks dan dinamisnya politik Indonesia, yang terus berubah dan berkembang seiring waktu.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260723085456-25-753138/cerita-presiden-ri-ini-umumkan-pembekuan-mpr-dpr-tengah-malam, without altering the facts of the original article.

Mantan Menteri RI Terciduk Ngontrak di Rumah Kecil, Kekayaan yang Menggegerkan

**Mantan Menteri RI Terciduk Ngontrak di Rumah Kecil, Kekayaan yang Menggegerkan** Pada suatu ketika, kehidupan sederhana mantan Menteri Penerangan dan Perdana Menteri ke-5 Indonesia, Mohammad Natsir, menjadi inspirasi bagi masyarakat. Meskipun pernah menjadi orang nomor satu dalam pemerintahan, Natsir tidak pernah menjalani kehidupan mewah. Bahkan, setelah tak lagi berkuasa, ia tinggal di rumah kontrakan berukuran kecil. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tahun 1946, Natsir menjabat sebagai Menteri Penerangan. Namun, pada saat itu, ia masih belum memiliki rumah sendiri dan menumpang di kediaman seorang sahabat di kawasan Tanah Abang. Penampilannya pun jauh dari kesan pejabat elite. Ia dikenal sebagai menteri yang mengenakan jas penuh tambalan. Lalu, ia juga tidak punya mobil mewah. Rumahnya pun kusam, tidak seperti menteri lain. Kondisi tersebut bermula setelah Natsir terlibat dalam gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Pemerintahan Soekarno menganggapnya sebagai pemberontak sehingga ia ditahan. Selama menjalani masa penahanan itulah, keluarganya hidup berpindah-pindah di rumah kontrakan. Bahkan setelah dibebaskan pada 1966, Natsir juga harus berdiam diri di rumah kontrakan itu karena belum memiliki rumah sendiri sampai memperoleh tempat tinggal tetap. Membeli rumah pun bukan perkara mudah baginya. Akibat tidak memiliki cukup uang, Natsir harus meminjam dana dari sejumlah sahabat. Pinjaman itu kemudian dicicil selama bertahun-tahun hingga lunas. Rumah yang berhasil dibelinya berada di Jalan Jawa No. 46, yang kini menjadi Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kisah Natsir ini dapat menjadi pelajaran bagi pejabat saat ini. Meskipun telah menduduki jabatan tertinggi dalam pemerintahan, Natsir tidak menjadikan kekuasaan sebagai jalan untuk mengumpulkan harta. Bahkan setelah pensiun, ia tetap hidup sederhana, sebuah teladan yang wajib ditiru. Dengan demikian, pejabat saat ini dapat belajar untuk tidak terjebak dalam kesadaran yang salah, bahwa kekuasaan dan jabatan hanya sebagai sarana untuk mengumpulkan kekayaan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Natsir menjabat sebagai Menteri Penerangan pada tahun 1946, namun masih belum memiliki rumah sendiri dan menumpang di kediaman seorang sahabat. 2. Ia terlibat dalam gerakan PRRI dan ditahan oleh pemerintahan Soekarno. 3. Setelah dibebaskan, Natsir harus berdiam diri di rumah kontrakan sampai memperoleh tempat tinggal tetap. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kisah Natsir ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk tidak terjebak dalam kesadaran yang salah, bahwa kekuasaan dan jabatan hanya sebagai sarana untuk mengumpulkan kekayaan. Oleh karena itu, pejabat saat ini perlu untuk tidak melupakan keseimbangan antara kekuasaan dan kewajiban untuk mengembangkan diri dan mengembangkan negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260708110502-25-749078/geger-mantan-menteri-ri-terciduk-ngontrak-di-rumah-kecil, without altering the facts of the original article.

Terbalik di Laut, 844 Orang Tewas dalam Bencana Kapal Angkut Karyawan Piknik

Terbalik di Laut, 844 Orang Tewas dalam Bencana Kapal Angkut Karyawan Piknik

Pagi itu, 24 Juli 1915, hujan mengguyur Chicago, tetapi antusiasme tidak surut. Ribuan karyawan listrik Western Electric Company bersama keluarga telah berkumpul sejak subuh untuk mengikuti piknik tahunan perusahaan. Mereka dijadwalkan berlayar melintasi Danau Michigan menuju kota Michigan, Indiana, jaraknya 92 Km. Ribuan orang tersebut kemudian diangkut menggunakan lima kapal sewaan, salah satunya SS Eastland, yang sudah punya reputasi sebagai kapal angkut tercepat di danau-danau besar AS.

Momen Penentu di Menit Akhir

Sekitar pukul 06.30 waktu setempat, penumpang mulai menaiki kapal. Tak lama kemudian, pada pukul 06.41, Eastland mulai miring ke sisi kanan. Awak kapal berusaha mengatasinya dengan memasukkan air ke dalam tangki agar keseimbangan kembali pulih. Upaya itu sempat berhasil. Kapal kembali tegak, tetapi hanya sesaat. Eastland kembali miring, kali ini ke sisi kiri. Meski demikian, proses naik penumpang tetap berlangsung hingga mencapai 2.500 orang.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Kejadian yang begitu cepat membuat banyak penumpang tidak sempat menyelamatkan diri. “Ketika perahu itu miring, orang-orang di dek atas terlempar seperti semut yang disingkirkan dari meja,” tulis reporter Chicago Herald, Harlan Babcock, dikutip dari situs History. Sebagian terjebak di dalam kabin, sebagian lainnya tertimpa perabot dan struktur kapal. Sementara banyak korban tenggelam di sungai yang sebenarnya tidak jauh dari bibir dermaga.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut penyelidikan, pengadilan federal mengungkap bahwa tragedi tersebut dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor, terutama modifikasi pada SS Eastland yang membuat kapal semakin berat di bagian atas. Sebelum tragedi terjadi, kapal telah dilengkapi sekoci dan rakit tambahan untuk memenuhi aturan baru di AS yang mewajibkan setiap kapal menyediakan sekoci bagi seluruh penumpang. Ironisnya, penambahan perlengkapan keselamatan itu justru meningkatkan beban di bagian atas kapal sehingga memperburuk masalah stabilitas yang sejak awal telah dimiliki SS Eastland.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam waktu kurang dari satu jam sejak penumpang pertama naik, kapal akhirnya terguling sepenuhnya ke sisi kiri. Atas dasar inilah, jumlah korban jiwa sangat besar. Tercatat ada 844 orang meninggal dunia dan 70%-nya adalah anak muda di bawah 25 tahun. Dampaknya masih dapat dirasakan hingga kini, tenggelamnya SS Eastland tetap dikenang sebagai salah satu bencana maritim paling mematikan dalam sejarah AS.

Tenggelamnya SS Eastland tidak hanya menjadi peringatan atas kesalahan fatal dalam desain dan konstruksi kapal, tetapi juga sebagai contoh bagaimana keselamatan dan keamanan dapat menjadi prioritas dalam industri transportasi. Pada akhirnya, tragedi ini membuka mata kita akan pentingnya pengawasan yang ketat dan evaluasi yang terus-menerus dalam memastikan keselamatan penumpang dan kru kapal.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260724094026-25-753494/kapal-angkut-karyawan-piknik-terbalik-844-orang-tewas, without altering the facts of the original article.

Laba PGUN Merosot 47% dalam 6 Bulan Terakhir, Apa Penyebabnya?

**Laba PGUN Merosot 47% dalam 6 Bulan Terakhir, Apa Penyebabnya?** Emiten sawit milik pengusaha Haji Isam, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), mencatat laba bersih periode berjalan hingga semester I tahun 2026 sebesar Rp44,51 miliar. Angka tersebut anjlok 46,72% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp83,53 miliar. **② APA YANG TERJADI** Fakta dan kronologi kejadian berdasarkan referensi: Perusahaan mencatat penjualan bersih sebesar Rp304,98 miliar, anjlok 20,82% dibandingkan semester I-2025 yang mencapai Rp385,17 miliar. Beban pokok penjualan juga turun lebih dalam sebesar 33,22% menjadi Rp155,64 miliar dari sebelumnya Rp233,08 miliar. Namun, secara nominal laba bruto tetap turun 1,81% menjadi Rp149,3 miliar, dibandingkan Rp152,09 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dari sisi operasional, perusahaan berhasil menekan beban penjualan menjadi Rp6,53 miliar, atau turun 31,87% dari Rp9,58 miliar pada semester I-2025. Namun, efisiensi tersebut tidak mampu mengimbangi lonjakan beban umum dan administrasi yang melonjak drastis menjadi Rp80,11 miliar, meningkat 362,84% dibandingkan Rp17,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. **③ MENGAPA & DAMPAK** Mengapa PGUN mengalami penurunan laba? Perlu diketahui bahwa lonjakan beban umum dan administrasi yang melonjak drastis menjadi Rp80,11 miliar menyebabkan laba PGUN terpangkas 47% dalam 6 bulan terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan masih menghadapi tantangan dalam mengelola biaya operasional. Dampak dari penurunan laba PGUN ini adalah bahwa perusahaan akan perlu melakukan pengurangan biaya atau meningkatkan pendapatan untuk meningkatkan laba. Selain itu, penurunan laba juga dapat mempengaruhi kinerja perusahaan dalam jangka panjang. **④ PENUTUP** Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh PGUN adalah mengurangi biaya operasional dan meningkatkan pendapatan. Perusahaan harus melakukan analisis yang lebih mendalam untuk mengetahui penyebab utama penurunan laba dan mencari solusi yang efektif. Dengan demikian, PGUN dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan mencapai laba yang lebih tinggi di masa depan. **H2** **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penurunan laba PGUN dapat mempengaruhi kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan pengurangan biaya atau meningkatkan pendapatan untuk meningkatkan laba. Dengan demikian, PGUN dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan mencapai laba yang lebih tinggi di masa depan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Beban pokok penjualan turun sebesar 33,22% menjadi Rp155,64 miliar. 2. Beban umum dan administrasi melonjak drastis menjadi Rp80,11 miliar. 3. Laba PGUN terpangkas 47% dalam 6 bulan terakhir. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** PGUN harus melakukan pengurangan biaya atau meningkatkan pendapatan untuk meningkatkan laba. Perusahaan harus melakukan analisis yang lebih mendalam untuk mengetahui penyebab utama penurunan laba dan mencari solusi yang efektif. Dengan demikian, PGUN dapat meningkatkan kinerja perusahaan dan mencapai laba yang lebih tinggi di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724125343-17-753576/beban-administrasi-melonjak-laba-pgun-terpangkas-47-per-juni-2026, without altering the facts of the original article.