Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur: Duet Maut Menjaga Stamina Birokrasi

Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Maros, Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur, telah genap berusia satu tahun lebih pasca dilantik pada 20 Februari 2025 di Jakarta. Keduanya telah menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam menjaga stamina birokrasi di Kabupaten Maros, meskipun dihadapkan pada berbagai ujian dan cobaan, termasuk pandemi Covid-19 dan efisiensi anggaran besar-besaran.

Pasangan yang Kompak

Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur memiliki gaya kepemimpinan yang cukup berbeda, namun saling melengkapi. Chaidir Syam memiliki visi yang kuat untuk memajukan Kabupaten Maros, sedangkan Muetazim Mansyur memiliki kemampuan untuk memahami kebutuhan masyarakat dan melaksanakan program-program yang efektif. Keduanya telah bekerja sama dengan baik untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maros.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada periode pertama Chaidir Syam sebagai Bupati Maros, yaitu pada 2021, ia harus berhadapan dengan ujian berat yaitu Covid-19 yang membuat porak-poranda perekonomian daerah. Namun, Chaidir Syam tidak menyerah dan terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pada periode keduanya, ia kembali dihadapkan pada efisiensi anggaran besar-besaran yang membuat pergerakan mesin birokrasi mengalami pemangkasan anggaran dari Pemerintah Pusat. Namun, Chaidir Syam tetap optimis dan terus bekerja sama dengan Muetazim Mansyur untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kinerja yang baik dari Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat Maros. Keduanya telah menunjukkan bahwa mereka dapat bekerja sama dengan baik untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat Maros dapat berharap bahwa keduanya akan terus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Selain itu, kinerja yang baik dari Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur juga dapat menjadi contoh bagi daerah lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah mencapai beberapa keberhasilan, Chaidir Syam dan Muetazim Mansyur masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Masih ada daftar impian dan cita-cita masyarakat Maros yang belum terwujud. Oleh karena itu, keduanya harus terus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maros. Dengan kerja sama dan kerja kompak antara Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh Forkopimda, diharapkan Kabupaten Maros dapat terus maju dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/opini/1843154/chaidir-syam-dan-muetazim-mansyur-menjaga-stamina-birokrasi, without altering the facts of the original article.

Ulang Tahun dengan Efisiensi, Bagaimana Strategi yang Tepat?

Ulang Tahun dengan Efisiensi

Pemerintah Kabupaten Maros baru-baru ini merayakan hari ulang tahun ke-67 dengan cara yang sederhana dan efisien. Momentum hari jadi lebih penting dijadikan ruang untuk berdoa bersama agar Maros semakin sejahtera daripada berlomba menghadirkan kemeriahan yang menguras anggaran. Efisiensi anggaran menjadi pertimbangan utama dalam merencanakan seluruh rangkaian kegiatan.

Pemerintah Kabupaten Maros memilih untuk menyesuaikan diri dengan kemampuan fiskal yang ada dan merancang ulang tahun dengan lebih sederhana. Puncak peringatan hari ulang tahun ke-67 dijadwalkan melalui rapat paripurna DPRD Maros pada 7 Juli 2026 yang akan dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan. Sebelum itu, rangkaian kegiatan hanya diisi doa dan zikir bersama pada 4 Juli, kemudian dilanjutkan jalan santai di kawasan Car Free Day pada hari berikutnya.

Apa yang Terjadi?

Pemerintah Kabupaten Maros melakukan efisiensi anggaran dengan cara memperkecil panggung hiburan, membatasi undangan, dan menyederhanakan seremoni. Bupati Maros Chaidir Syam tidak menutupi bahwa seluruh kegiatan memang sengaja dibuat sederhana. Data yang disampaikan Sekretaris DPRD Maros memperlihatkan kesederhanaan itu secara nyata. Jika tahun-tahun sebelumnya rapat paripurna dilaksanakan di Lapangan Pallantikang dengan tamu yang jauh lebih banyak, tahun ini seluruh kegiatan dipusatkan di ruang rapat DPRD. Jumlah undangan hanya sekitar 300 orang. Anggaran pelaksanaan rapat paripurna pun hanya sekitar Rp52 juta.

Mengapa dan Dampak

Pemerintah Kabupaten Maros memilih untuk melakukan efisiensi anggaran karena situasi fiskal yang masih ketat. Efisiensi seharusnya dimulai dari belanja pemerintah sendiri sebelum meminta masyarakat memahami berbagai keterbatasan anggaran. Pilihan ini patut diapresiasi karena pemerintah memberi contoh bagaimana menggunakan uang rakyat secara lebih bijaksana. Momentum hari jadi yang sederhana ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat dan pemerintah untuk lebih efisien dalam menggunakan sumber daya. Dampak dari efisiensi anggaran ini adalah pemerintah dapat mengalokasikan dana untuk keperluan yang lebih penting. Selain itu, efisiensi anggaran juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan sumber daya yang bijaksana. Pemerintah Kabupaten Maros telah menunjukkan komitmennya untuk melakukan efisiensi anggaran dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan sumber daya yang bijaksana.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah Kabupaten Maros masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan efisiensi anggaran dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan sumber daya yang bijaksana. Namun, langkah sederhana yang telah diambil oleh pemerintah Kabupaten Maros dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lain untuk melakukan hal yang sama. Efisiensi anggaran dan penggunaan sumber daya yang bijaksana dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/opini/1843155/efisiensi-ulang-tahun, without altering the facts of the original article.

Bangun dari Tidur Panjang, Apa yang Membuatnya Kembali Bersemangat?

Jepang, negara yang pernah menjadi kibon teknologi dunia, kini mulai bangun dari tidur panjangnya. Setelah mengalami kemunduran sejak tahun 1991, Jepang kembali bersemangat dengan kebijakan pemerintah yang mendukung dan potensi perubahan teknologi global. Investasi di Jepang menjulang tinggi, dengan Indeks Nikkei Jepang yang sudah mencapai 69 ribu, melampaui masa-masa puncak Bubble Economic Jepang.

Apa yang Terjadi?

Kemunduran elektronik Jepang mulai terjadi semenjak tahun 1991, saat pertumbuhan GDP Jepang mengalami perlambatan cuma tumbuh 1-2 persen, bahkan sempat minus. Hegemoni beragam produk para raksasa elektronik Jepang, seperti Sony, Panasonic, Toshiba, Sharp, dan Hitachi, yang sebelumnya mayoritas merajai dunia, dominasinya mulai terbagi dengan kekuatan merek China, Amerika, Korea, dan Taiwan. Industri manufaktur Jepang terus menghadapi berbagai situasi sulit, termasuk krisis mata uang Asia era 1990-an, kebangkrutan perusahaan sekuritas besar Amerika Lehman Brothers, krisis utang Eropa, dan bencana gempa.

Namun, beberapa tahun belakangan, situasi mulai berubah. Telah terbentuk kementerian khusus Digitalisasi. Sektor ini terasa makin dipacu, sedikit berbeda dengan situasi sebelumnya. CEO perusahaan fintech AND Global, Khos-Erdene Baatarkhuu, mengatakan bahwa sektor teknologi Jepang pernah memimpin kuat di dunia, lalu kehilangan kekuatan. Sekarang, dengan kebijakan pemerintah yang mendukung, start-up tangguh, dan potensi perubahan teknologi global, Jepang memiliki peluang mendapatkan kembali keunggulan teknologinya.

Mengapa dan Dampak

Kemunduran Jepang terjadi karena beberapa faktor, termasuk perlambatan pertumbuhan ekonomi, krisis keuangan global, dan perubahan teknologi yang cepat. Namun, dengan kebijakan pemerintah yang mendukung, Jepang kini mulai bangun dari tidur panjangnya. Investasi di Jepang menjulang tinggi, dengan Microsoft yang mempunyai start-up Artificial Intelligence OpenAI resmi membuka kantor pertama Asia di kota Tokyo. Google juga sudah meluncurkan pusat pertahanan siber regional di negara ini.

Dampak dari kebijakan pemerintah Jepang yang mendukung sektor teknologi ini sangat besar. Jepang memiliki peluang mendapatkan kembali keunggulan teknologinya dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Selain itu, dengan hadirnya start-up tangguh dan potensi perubahan teknologi global, Jepang dapat meningkatkan kompetensinya di bidang teknologi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski Jepang telah mulai bangun dari tidur panjangnya, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Jepang harus terus meningkatkan kompetensinya di bidang teknologi dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Dengan kebijakan pemerintah yang mendukung dan potensi perubahan teknologi global, Jepang memiliki peluang besar untuk mendapatkan kembali keunggulan teknologinya dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya.

Kini, Jepang telah siap untuk menghadapi tantangan di masa depan. Dengan investasi yang menjulang tinggi dan kebijakan pemerintah yang mendukung, Jepang dapat meningkatkan kompetensinya di bidang teknologi dan meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Jepang telah bangun dari tidur panjangnya dan siap untuk menjadi pemain utama di dunia teknologi kembali.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/opini/1843156/bangun-dari-tidur-panjang, without altering the facts of the original article.

Vonis 1 Tahun Terdakwa Rokok Ilegal, Pabrik di Maros Malah Tambah Produksi

Vonis 1 Tahun Terdakwa Rokok Ilegal, Pabrik di Maros Malah Tambah Produksi

Pabrik rokok ilegal di Maros, Sulawesi Selatan, tetap beroperasi dan bahkan memperluas aktivitasnya meski salah satu terdakwanya telah divonis bersalah. Vonis 1 tahun penjara dan denda Rp371.564.160 dijatuhkan kepada Aloysius Adus, terdakwa kasus penyediaan rokok ilegal. Namun, pabrik yang diduga menjadi sumber peredaran rokok ilegal tersebut malah menambah produksi.

Kronologi Kasus Rokok Ilegal

Aloysius Adus dinyatakan bersalah menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai. Putusan banding Pengadilan Tinggi Makassar mengabulkan permohonan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros atas putusan Pengadilan Negeri Maros. Dalam amar putusannya, majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun serta denda sebesar Rp371.564.160. Apabila denda tidak dibayar, jaksa berwenang menyita dan melelang harta benda milik terdakwa.

Mengapa Pabrik Rokok Ilegal Masih Beroperasi?

Masyarakat mempertanyakan efektivitas penindakan terhadap dugaan peredaran rokok ilegal di Maros. Pasalnya, pabrik yang diduga menjadi sumber peredaran rokok ilegal tersebut masih beroperasi dan bahkan memperluas aktivitasnya. Seorang warga, SC, mengungkapkan bahwa pabrik baru sedang dibangun di Desa Purnakarya, Kecamatan Tanralili. Pembangunan gedung telah mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari Pemerintah Kabupaten Maros.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penindakan terhadap dugaan peredaran rokok ilegal di Maros. Jika pabrik rokok ilegal masih beroperasi dan menambah produksi, maka upaya penindakan terhadap peredaran rokok ilegal mungkin belum efektif. Oleh karena itu, pihak berwenang perlu meningkatkan upaya penindakan dan pengawasan terhadap pabrik-pabrik yang diduga terlibat dalam peredaran rokok ilegal.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah dan aparat penegak hukum masih memiliki jalan panjang untuk menuntaskan masalah peredaran rokok ilegal di Maros. Pabrik-pabrik yang diduga terlibat dalam peredaran rokok ilegal harus diawasi secara ketat dan upaya penindakan harus ditingkatkan. Dengan demikian, diharapkan peredaran rokok ilegal dapat ditekan dan masyarakat dapat terlindungi dari dampak negatif rokok ilegal.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/maros/1843157/terdakwa-rokok-ilegal-divonis-1-tahun-pabrik-di-maros-justru-tambah-pabrik, without altering the facts of the original article.

Transformasi Akademik Uniprima Sengkang, Mampukah Meningkatkan Lulusan Berdaya Saing Global?

Transformasi akademik Universitas Puangrimaggalatung (Uniprima) Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan utama dalam upaya meningkatkan lulusan berdaya saing global. Kampus yang dikenal sebagai “Kampus Merah Hati” ini tengah melakukan transformasi besar di bidang akademik sebagai langkah strategis menjawab tantangan dunia kerja masa depan. Dengan visi menjadi perguruan tinggi unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan berbasis moralitas, Uniprima Sengkang berupaya memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berdaya saing nasional hingga internasional.

Momen Penentu di Bidang Akademik

Uniprima Sengkang memulai transformasi akademiknya dengan pembaruan visi dan misi universitas. Langkah ini merupakan jawaban atas kebutuhan dunia usaha dan industri yang terus berubah, terutama dengan semakin mengambil peranannya kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) di berbagai sektor. Dalam upaya mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat global, kampus ini tidak hanya berfokus pada gelar akademik, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.

Tiga Pilar Utama Transformasi

Transformasi akademik Uniprima Sengkang didasarkan pada tiga pilar utama, yaitu pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, serta penguatan kewirausahaan berbasis moralitas. Dengan pendekatan ini, diharapkan lulusan Uniprima Sengkang tidak hanya memiliki pengetahuan teoretis yang kuat tetapi juga keterampilan praktis dan karakter yang baik. Hal ini sejalan dengan kebutuhan industri yang tidak hanya mencari tenaga kerja yang terampil, tetapi juga memiliki integritas dan kemampuan untuk berinovasi.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan transformasi akademik yang sedang dilakukan, Uniprima Sengkang diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan dan meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja global. Hal ini tentunya memiliki dampak positif tidak hanya bagi mahasiswa dan alumni, tetapi juga bagi masyarakat luas dan perekonomian daerah. Dalam jangka panjang, transformasi ini juga dapat meningkatkan reputasi Uniprima Sengkang sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing internasional.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah melakukan langkah-langkah strategis, Uniprima Sengkang masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuannya. Tantangan ke depan tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari persaingan global. Oleh karena itu, komitmen untuk terus meningkatkan kualitas akademik, melakukan inovasi, dan memperkuat karakter lulusan adalah kunci keberhasilan Uniprima Sengkang dalam mewujudkan visinya sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/kampus/1843158/uniprima-sengkang-transformasi-akademik-siapkan-lulusan-berdaya-saing-global, without altering the facts of the original article.

APBN 2027: Hamka B Kady Soroti Anggaran Mendesak untuk Perlintasan Sebidang Kereta Api

Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B Kady, menyoroti anggaran untuk penanganan perlintasan sebidang kereta api dalam pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Menurutnya, penanganan perlintasan sebidang sangat mendesak untuk meningkatkan keselamatan transportasi dan mencegah kecelakaan di perlintasan kereta api.

Fokus pada Keselamatan Transportasi

Hamka B Kady menyampaikan bahwa rapat kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dengan Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, dan Gubernur BI telah menyepakati berbagai rumusan mengenai belanja pemerintah pusat, transfer ke daerah, serta kebijakan fiskal lainnya. Namun, ia mengingatkan bahwa masih ada persoalan yang harus menjadi perhatian dalam penyusunan APBN 2027, yaitu penanganan perlintasan sebidang.

Kecelakaan di perlintasan sebidang beberapa waktu lalu menimbulkan korban jiwa dan mendapat perhatian serius dari Komisi V DPR RI. Presiden juga telah meninjau lokasi kecelakaan dan menyampaikan komitmen pemerintah untuk membantu pembangunan penanganan perlintasan sebidang. Hamka B Kady mengapresiasi komitmen tersebut dan berharap dapat segera direalisasikan.

Tantangan Penanganan Perlintasan Sebidang

Hamka B Kady menjelaskan bahwa persoalan perlintasan sebidang tidak hanya terjadi di satu daerah, melainkan tersebar dengan kebutuhan penanganan yang berbeda-beda. Ada lokasi yang cukup dilengkapi palang pintu otomatis, tetapi ada pula yang memerlukan pembangunan underpass maupun flyover. Penyelesaian perlintasan sebidang harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing lokasi.

Untuk menghilangkan potensi kecelakaan, penanganan perlintasan sebidang memerlukan biaya besar dan waktu panjang. Oleh karena itu, Hamka B Kady mendorong pemerintah untuk mengalokasikan anggaran secara bertahap dalam APBN 2027 agar penyelesaian perlintasan sebidang dapat segera dimulai.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan penanganan perlintasan sebidang yang efektif, diharapkan dapat meningkatkan keselamatan transportasi dan mencegah kecelakaan di perlintasan kereta api. Hal ini juga akan berdampak pada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api dan mengurangi risiko kerugian akibat kecelakaan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Hamka B Kady menekankan bahwa penanganan perlintasan sebidang memerlukan komitmen dan kerja sama antara pemerintah, DPR, dan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan dapat segera menyelesaikan persoalan perlintasan sebidang di Indonesia dan meningkatkan keselamatan transportasi secara keseluruhan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/news/1843159/hamka-b-kady-dorong-apbn-2027-alokasikan-anggaran-perlintasan-sebidang-kereta-api, without altering the facts of the original article.

Tiga Dekan Universitas Makassar Studi Banding Inovasi Medis di Korea Selatan

Tiga dekan universitas Makassar, yaitu Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI), FK Universitas Hasanuddin, dan FK Universitas Muhammadiyah Makassar, melakukan studi banding inovasi medis di Korea Selatan. Mereka berpartisipasi dalam Korea International Advanced Digital Medical Equipment & Medicine Expo (KOADMEX) 2026, yang digelar di Daegu, Korea Selatan, pada tanggal 3-5 Juli 2026. Kegiatan internasional ini mempertemukan akademisi, tenaga kesehatan, peneliti, rumah sakit, industri alat kesehatan, serta pemangku kepentingan bidang kesehatan dari berbagai negara. Melalui kolaborasi yang difasilitasi oleh K-Medi Hub Korea Selatan, forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat jejaring internasional, berbagi inovasi, serta mengembangkan kolaborasi dalam bidang pendidikan kedokteran, penelitian, pelayanan kesehatan, dan pengembangan teknologi medis berbasis digital.

Tujuan dan Kegiatan Studi Banding

Studi banding ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan melalui kerja sama internasional. Selama penyelenggaraan KOADMEX 2026, peserta memperoleh kesempatan untuk mengikuti pameran teknologi kesehatan terkini yang menampilkan berbagai inovasi di bidang peralatan medis digital, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence), robotika medis, sistem diagnosis berbasis digital, teknologi pencitraan medis, telemedicine, hingga solusi kesehatan berbasis data. Berbagai perusahaan teknologi kesehatan, institusi penelitian, dan organisasi kesehatan dari berbagai negara turut menampilkan inovasi yang mendukung transformasi layanan kesehatan global.

Momen Penentu di Menit Akhir

Selain mengikuti pameran internasional, delegasi juga berpartisipasi dalam Global Conference Medical Training Program for Overseas Healthcare Professionals, yang menghadirkan para pakar internasional untuk membahas perkembangan terbaru dalam pendidikan tenaga kesehatan, inovasi teknologi medis, penguatan sistem pelayanan kesehatan, serta peluang kolaborasi riset lintas negara. Forum ini menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan akademik sekaligus membangun kemitraan strategis antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat internasional.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kegiatan pengabdian masyarakat juga dilakukan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, yang berfokus pada Health Education and Preventive Health Screening. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui edukasi promotif dan preventif, sekaligus melaksanakan pemeriksaan kesehatan sebagai upaya deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit. Program tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis bukti ilmiah. Dengan demikian, studi banding ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kegiatan studi banding ini merupakan langkah awal dalam memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan kedokteran, penelitian, dan pelayanan kesehatan. Dengan kerja sama yang kuat dan komitmen yang tinggi, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya berkelanjutan untuk mengembangkan inovasi medis dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi negara yang maju dalam bidang kesehatan dan memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/citizen-reporter/1843160/dekan-fakultas-kedokteran-umi-unhas-unismuh-makassar-pelajari-inovasi-medis-di-korea-selatan, without altering the facts of the original article.

Djournal Coffee Grand Opening di Mal Ratu Indah, Promo Spesial untuk Pengunjung

Djournal Coffee resmi membuka gerai kedua di Mal Ratu Indah (MaRI), Kota Makassar, sebagai bagian dari komitmen untuk semakin dekat dengan masyarakat Makassar. Pembukaan gerai ini menambah deretan tempat ngopi modern dan estetik di kota berpenduduk 1,48 juta jiwa ini. Djournal Coffee hadir dengan beragam pilihan minuman yang diracik untuk menemani berbagai aktivitas sehari-hari, seperti Kopi Susu Batavia, Kopi Susu Santai, Sea Salt Caramel Latte, hingga Cold Brew dan Long Black. Dengan semangat “Make Every Day Exciting”, Djournal percaya bahwa secangkir kopi dapat menjadi bagian dari momen-sederhana yang membuat hari terasa lebih bermakna.

Fakta Pembukaan Gerai Djournal Coffee di MaRI

Gerai kedua Djournal Coffee di Makassar ini berada di Ground Floor, Mal Ratu Indah (MaRI), Jl Dr Ratulangi, Kecamatan Mamajang. MaRI adalah salah satu pusat perbelanjaan tertua ikonik di Kota Makassar yang dikelola Kalla group. Total gerai Djournal Coffe di Indonesia mencapai 37 unit. Pembukaan gerai kedua di MaRI merupakan bagian dari komitmen Djournal untuk semakin dekat dengan masyarakat Makassar, sekaligus menjawab tingginya antusiasme terhadap pengalaman ngopi yang ditawarkan Djournal.

Apa yang Membuat Djournal Coffee Begitu Dinantikan?

Menurut President Director ISMAYA Group, Cendyarani, respon masyarakat Makassar terhadap Djournal sejak kehadiran gerai pertama sangat positif. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Makassar sangat menyambut baik kehadiran Djournal Coffee dan pengalaman ngopi yang ditawarkan. Djournal ingin menjangkau lebih banyak pelanggan dan menjadi destinasi bagi mereka yang mencari kopi berkualitas dalam suasana yang nyaman untuk bekerja, bertemu, maupun menikmati waktu sendiri.

Mengapa Pembukaan Gerai Kedua Djournal Coffee Penting?

Pembukaan gerai kedua Djournal Coffee di MaRI penting karena menunjukkan komitmen Djournal untuk memperluas jaringannya di Kota Makassar. Dengan demikian, Djournal dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan kualitas kopi yang ditawarkan. Selain itu, pembukaan gerai kedua ini juga dapat meningkatkan persaingan di industri kopi dan memacu inovasi di kalangan pelaku usaha.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kehadiran gerai kedua Djournal Coffee di MaRI diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperkuat posisi Djournal sebagai destinasi ngopi yang populer di Kota Makassar. Djournal Coffee juga diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan produknya untuk memenuhi harapan pelanggan. Dengan demikian, Djournal dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu jaringan kopi terkemuka di Indonesia.

Jalan panjang yang masih harus ditempuh Djournal Coffee adalah mempertahankan kualitas dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Dengan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan produknya, Djournal dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu jaringan kopi terkemuka di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/makassar/1843161/gerai-kedua-di-makassar-djournal-coffee-tawarkan-promo-menarik-pengunjung-mal-ratu-indah, without altering the facts of the original article.

Lomba Dongeng Porsenijar 2026: Guru Asal Bone Bikin Geger dengan Kisah Inspiratif

Momen Penentu di Menit Akhir

Ria Melinda tampil di kawasan Mogan atau Panker, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, pada Jumat (3/7/2026) dalam acara Porsenijar yang digelar dari 2 sampai 6 Juli 2026. Penampilannya sebagai wakil dari Kabupaten Bone ini merupakan hasil seleksi yang telah ia lalui pada April 2026. Sebelumnya, Ria menjalani pembinaan bersama pelatih dongeng Andi Canra Agus serta rekannya sesama pendongeng, Syamsurya.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Ria Melinda (28) adalah guru kelas 1 SDN 49 Lappo Ase, Kecamatan Awangpone. Ia membawakan dongeng yang merupakan karya tulisnya sendiri, disusun selama sekitar satu bulan melalui berbagai tahap penyempurnaan. Dongeng yang dibawakannya memiliki pesan moral yang dalam, mengajak anak-anak untuk rajin belajar dan tidak hanya fokus pada kesenangan semata.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Bagi Ria, penampilannya memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar mengikuti perlombaan. Ia berharap dapat terus belajar dan meningkatkan kemampuannya dalam mendongeng. “Alhamdulillah, ini pengalaman pertama saya mengikuti lomba mendongeng sehingga menjadi motivasi besar untuk terus belajar,” ujarnya. Penampilannya yang inspiratif ini juga dapat menjadi contoh bagi anak-anak yang hadir untuk selalu berusaha dan tidak menyerah.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Ria Melinda masih memiliki jalan panjang untuk terus meningkatkan kemampuannya. Namun, dengan pengalaman ini, ia telah menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, ia dapat mencapai kesuksesan. Lomba Dongeng Porsenijar 2026 menjadi ajang yang sangat berarti bagi Ria dan para peserta lainnya, tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk belajar dan meningkatkan kemampuan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/sidrap/1843162/inilah-sosok-guru-asal-bone-curi-perhatian-lomba-dongeng-porsenijar-2026, without altering the facts of the original article.

Edukasi Lingkungan di Pantai Cristo Rei, Mahasiswi Unhas Sukses Tekan Sampah Plastik

Mahasiswi Universitas Hasanuddin (Unhas), Audrey Alysa Putri Makiwan dan Nur Khalviati, sukses menjalankan program edukasi lingkungan di Pantai Cristo Rei, Timor-Leste. Mereka mengajak masyarakat menjaga kebersihan pantai dengan melakukan berbagai kegiatan edukasi dan kampanye nyata untuk mengurangi pencemaran plastik. Pantai Cristo Rei merupakan destinasi wisata populer di Dili, Timor-Leste, yang masih diwarnai keberadaan sampah plastik di kawasan pesisir.

Momen Penentu di Pantai Cristo Rei

Audrey dan Nur ke Dili dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Internasional Gelombang 115. Keduanya menjalankan program kerja individu yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut. Mereka melakukan edukasi ini sebagai respons terhadap tingginya aktivitas wisata di Pantai Cristo Rei yang masih diwarnai keberadaan sampah plastik di kawasan pesisir.

Audrey berkolaborasi dengan komunitas kepemudaan Força Jovem Universal melalui program “Pantai Bersuara”. Sementara itu, Nur bekerja sama dengan Seamore Solutions, organisasi yang bergerak di bidang konservasi laut dan pengelolaan lingkungan pesisir, melalui program “Jejak Bersih di Pesisir”. Kedua program tersebut melibatkan masyarakat, pengunjung pantai, dan komunitas lokal dalam berbagai kegiatan edukasi mengenai perlindungan ekosistem laut.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Berikut beberapa fakta yang membuat kejadian ini berbeda:

Audrey dan Nur tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga melakukan wawancara dengan warga dan wisatawan untuk mengetahui tingkat pemahaman serta kebiasaan mereka dalam menjaga kebersihan Pantai Cristo Rei. Hasil wawancara itu diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi program edukasi lingkungan berikutnya.

Sebagai bentuk kampanye nyata untuk mengurangi pencemaran plastik, Audrey dan Nur membagikan kantong sampah kepada masyarakat dan pengunjung. Ini merupakan salah satu upaya konkret untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan edukasi dan kampanye yang dilakukan Audrey dan Nur melibatkan masyarakat, pengunjung pantai, dan komunitas lokal. Ini menunjukkan bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan memerlukan partisipasi aktif dari semua pihak.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keberhasilan program edukasi lingkungan di Pantai Cristo Rei oleh Audrey dan Nur diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat lain untuk melakukan hal serupa. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, diharapkan dapat mengurangi pencemaran plastik dan melindungi ekosistem laut.

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari aktivitas manusia terhadap lingkungan dan melindungi sumber daya alam untuk generasi mendatang.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meskipun telah melakukan program edukasi lingkungan di Pantai Cristo Rei, masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan menjaga kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan partisipasi aktif dari semua pihak untuk terus melakukan upaya menjaga kebersihan lingkungan dan melindungi ekosistem laut.

Audrey dan Nur telah menunjukkan bahwa dengan kerja sama dan partisipasi aktif dari masyarakat, dapat dilakukan upaya konkret untuk menjaga kebersihan lingkungan. Diharapkan, keberhasilan mereka dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lain untuk melakukan hal serupa dan menjaga kebersihan lingkungan untuk generasi mendatang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/citizen-reporter/1843163/kkn-di-timor-leste-mahasiswi-unhas-edukasi-pengunjung-pantai-cristo-rei-soal-sampah-plastik, without altering the facts of the original article.