Perjuangan Zainal Abidin Syah, Sang Penggagas Irian Barat Masuk NKRI

Presiden RI Prabowo Subianto baru saja menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta, Senin. Salah satu tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional adalah almarhum Sultan Zainal Abidin Syah asal Maluku Utara, yang memiliki peran penting dalam mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua Barat, agar tetap menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Zainal Abidin Syah merupakan Sultan Tidore yang menjabat pada tahun 1947–1967, dan menjadi Gubernur Irian Barat (sekarang Papua) pertama yang menjabat pada tahun 1956–1961.

Riwayat Hidup dan Jasa-Jasa Zainal Abidin Syah

Zainal Abidin Syah lahir di Soa-Sio, Tidore, Maluku Utara, pada 1912. Dalam beberapa catatan sejarah, namanya juga dikenal dengan Sultan Zainal Abidin Alting Syah. Ia pun kemudian dikenal sebagai “Penjaga Timur Indonesia”. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, ia berhasil mengenyam pendidikan menempuh pendidikan sekolah dasar Belanda untuk pribumi di Ternate hingga berhasil melanjutkan pendidikannya di sekolah menengah Belanda atau Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Batavia (sekarang Jakarta). Tak berhenti sampai di situ, ia kembali melanjutkan pendidikan tinggi di sekolah pegawai negeri untuk rakyat pribumi atau Opleidings Scholenvoor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) di Makassar, Sulawesi Selatan, pada tahun 1934.

Ia pun menjadi ambtenaar (pegawai negeri) dengan menduduki posisi sebagai Bestuur dan Hulp-Bestuur atau bupati di tiga daerah, yaitu Ternate (Maluku Utara), Manokwari, dan Sorong (Papua Barat). Selama pendudukan Jepang, ia sempat diasingkan selama satu tahun ke Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, hingga Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Ia kemudian dilantik menjadi Sultan Tidore pada 1947.

Momen Penentu di Menit Akhir

Setelah dilantik sebagai Sultan Tidore, Zainal Abidin berpidato yang menegaskan bahwa Irian Barat merupakan bagian Kesultanan Tidore pada 2 Maret 1949. Sikap ini kembali ia tunjukkan saat Konferensi Meja Bundar (KMB) tahun 1949, ketika ia menjadi satu-satunya dari 51 anggota parlemen yang menolak menyerahkan Irian Barat kepada Belanda karena akar sejarahnya bagian dari Kesultanan Tidore.

Berkat kegigihannya, Presiden Soekarno lantas mengumumkan pembentukan Provinsi Perjuangan Irian Barat dengan Ibukota sementara di Soa-Sio Tidore pada 17 Agustus 1956, yang didasari alasan Papua serta pulau-pulau sekitarnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Tidore sejak ratusan tahun lalu. Zainal Abidin kemudian ditetapkan sebagai Gubernur Sementara Provinsi Perjuangan Irian Barat pada tanggal 23 September 1956 di Soa-Sio, Tidore melalui SK Presiden RI No. 142 Tahun 1956.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Zainal Abidin Syah merupakan pengakuan atas jasa-jasanya dalam mempertahankan kedaulatan wilayah Indonesia Timur. Hal ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara. Dengan pengakuan ini, Zainal Abidin Syah menjadi contoh nyata bahwa keberanian dan keteguhan dalam mempertahankan kedaulatan negara dapat membawa dampak besar bagi bangsa dan negara.

Sebagai tokoh yang berperan penting dalam sejarah Indonesia, Zainal Abidin Syah meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Ia menunjukkan bahwa dengan kegigihan dan keberanian, kita dapat mempertahankan kedaulatan negara dan membawa bangsa Indonesia menjadi negara yang kuat dan bersatu.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional, perjuangan Zainal Abidin Syah masih menjadi contoh bagi kita semua untuk terus memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara. Oleh karena itu, kita harus terus mengingat dan menghormati jasa-jasanya, serta berusaha untuk melanjutkan perjuangannya dalam membangun bangsa Indonesia yang lebih kuat dan bersatu.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5233321/sosok-zainal-abidin-syah-yang-perjuangkan-irian-barat-bagian-nkri, without altering the facts of the original article.

Prabowo Tetapkan 10 Pahlawan Nasional Baru, Siapa Saja Mereka?

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh dalam sebuah upacara kenegaraan yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/11). Penganugerahan ini menjadi bentuk apresiasi tertinggi negara kepada figur-figur yang memiliki dedikasi luar biasa dalam berbagai bidang. Prabowo Subianto menjadi sorotan karena keputusan ini menorehkan sejarah baru karena mencakup sosok dari beragam latar belakang, mulai dari mantan presiden hingga aktivis yang memperjuangkan hak-hak buruh.

Momen Penentu di Hari Pahlawan 2025

Pada momentum Hari Pahlawan 2025 ini, Prabowo Subianto memberikan penghormatan kepada 10 tokoh yang dinilai berjasa besar bagi Indonesia. Mereka yang menerima gelar Pahlawan Nasional adalah K.H. Abdurrahman Wahid, Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto, Marsinah, Mochtar Kusumaatmaja, Hj. Rahma El Yunusiyyah, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, Sultan Muhammad Salahuddin, Syaikhona Muhammad Kholil, Tuan Rondahaim Saragih, dan Zainal Abidin Syah. Penghargaan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116.TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditandatangani di Jakarta pada 6 November 2025.

Profil 10 Tokoh Pahlawan Nasional Baru 2025

Soeharto adalah Presiden kedua Indonesia yang memimpin selama lebih dari tiga dekade. Ia lahir di Kemusuk, Yogyakarta, pada 8 Juni 1921. Kepemimpinan-nya kerap disebut otoriter, namun masa pemerintahannya juga menandai pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional. Soeharto berkuasa sejak 1966 hingga 1998 dan memainkan peran penting dalam hubungan internasional Indonesia. Ia wafat pada 27 Januari 2008.

K.H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus Presiden ke-4 Republik Indonesia. Beliau lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940. Saat memimpin Indonesia pada periode 1999–2001, Gus Dur dikenal memperjuangkan demokrasi, toleransi, kebebasan berpendapat, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia. Upayanya dalam menjalin hubungan luar negeri juga memberi citra positif bagi bangsa. Gus Dur meninggal pada 30 Desember 2009.

Marsinah merupakan aktivis buruh yang lahir di Nganjuk, Jawa Timur, pada 10 April 1969. Ia bekerja di sebuah pabrik di Sidoarjo dan aktif memperjuangkan hak pekerja, terutama tuntutan kenaikan upah. Keberaniannya membuatnya menjadi simbol gerakan buruh serta perjuangan perempuan di Indonesia. Ia diculik pada 5 Mei 1993 dan ditemukan meninggal pada 8 Mei 1993.

Lahir di Batavia kini Jakarta pada 17 Februari 1929, Mochtar Kusumaatmadja dikenal sebagai pakar hukum dan diplomat andal Indonesia. Kontribusi-nya besar dalam penyusunan hukum laut internasional serta penegasan batas wilayah maritim nasional. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri (1988–1998) dan Duta Besar Indonesia untuk PBB. Mochtar wafat pada 6 Juni 2021.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh ini memiliki dampak yang signifikan. Penghargaan ini tidak hanya mengenang jasa mereka yang telah berkontribusi besar bagi bangsa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. Dengan adanya pengakuan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya peran individu dalam memajukan bangsa dan negara.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam upaya memajukan bangsa, masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh. Penghargaan terhadap para pahlawan ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional. Dengan semangat yang sama, diharapkan Indonesia dapat terus maju dan menjadi negara yang lebih baik di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5233357/profil-10-pahlawan-nasional-baru-yang-ditetapkan-prabowo-tahun-2025, without altering the facts of the original article.

Mochtar Kusumaatmadja, Tokoh Penting di Balik Pengakuan Kedaulatan Indonesia

Meniti Karir Akademik dan Profesional

Mochtar Kusumaatmadja lahir di Jakarta pada 17 April 1929 dari pasangan Taslim Kusumaatmadja, seorang apoteker ternama asal Tasikmalaya, dan Sulmi Soerawisastra, seorang guru sekolah dasar pada masa pemerintahan Hindia Belanda yang berasal dari Kuningan, Jawa Barat. Ia mengenyam bangku pendidikan di Jakarta dan Cirebon, mengikuti keluarganya yang kerap berpindah-pindah tempat tinggal. Mochtar lulus Meester in de Rechten (Sarjana Hukum) dari Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1955 dengan spesialisasi hukum internasional. Pada 1956, ia kemudian berkesempatan melanjutkan pendidikan masternya pada bidang hukum di Universitas Yale, Amerika Serikat (AS), dan berhasil meraih gelar ‘Master of Laws’ (LL.M.).

Momen Penentu di Bidang Hukum dan Politik

Sekembalinya ke Tanah Air, Mochtar diminta pemerintah untuk mengembangkan konsep negara kepulauan yang dideklarasikan oleh Perdana Menteri Djuanda sebagai Deklarasi Djuanda pada tahun 1957. Ia kemudian juga sempat mengajar sebagai dosen di Fakultas Hukum, Universitas Padjadjaran (Unpad). Di kampus itu pula, ia berhasil meraih gelar doktor ilmu hukum pada tahun 1962. Namun, akibat kritiknya yang tajam terhadap pemerintahan Orde Lama, Presiden Soekarno kala itu mencabut gelar doktornya. Mochtar kemudian melanjutkan pendidikannya ke AS. Dalam kurun waktu 1964-1966, Mochtar melanjutkan pendidikannya di Universitas Harvard dan Universitas Chicago. Gelar profesornya ia raih dari Unpad pada 1970.

Jabatan Strategis dan Kontribusi

Sebelum duduk sebagai menteri di kabinet pemerintahan Orde Baru, Mochtar beberapa periode menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Unpad pada medio 1960-1970. Ia kemudian menjabat sebagai Rektor Unpad pada 1973 selama satu tahun. Mochtar kemudian dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Kehakiman Kabinet Pembangunan II pada tahun 1974-1978, lalu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri selama dua periode pada Kabinet Pembangunan III dan IV sejak 1978 hingga 1988. Selama menjabat sebagai Menlu, ia aktif memperjuangkan konsep Wawasan Nusantara atau negara kepulauan (archipelagic states) sehingga ia ditahbiskan sebagai Bapak Hukum Laut Indonesia.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Mochtar Kusumaatmadja merupakan pengakuan atas kontribusinya yang signifikan dalam perjuangan hukum dan politik Indonesia. Kontribusinya dalam mengembangkan konsep negara kepulauan dan memperjuangkan pengakuan internasional terhadap kedaulatan Indonesia tidak dapat diukur dengan kata-kata. Gelar ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita luhurnya akan terus berlanjut, dan tokoh-tokoh seperti Mochtar Kusumaatmadja akan terus menjadi sumber inspirasi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5233365/riwayat-mochtar-kusumaatmadja-yang-dianugerahi-pahlawan-nasional, without altering the facts of the original article.

Kisah Marsinah, Buruh Tangguh yang Gugur dalam Aksi dan Ditetapkan sebagai Pahlawan

Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, sosok aktivis buruh yang dikenal berani memperjuangkan hak-hak pekerja, pada peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11), di Istana Negara Jakarta. Marsinah dipandang sebagai simbol keberanian kaum buruh dalam menuntut keadilan. Penganugerahan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025, yang menyebutkan terdapat 10 tokoh yang mendapatkan gelar Pahlawan Nasional tahun ini.

Profil Singkat Marsinah

Marsinah dikenal sebagai perempuan berjiwa tangguh, lahir pada 10 April 1969 di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk, Jawa Timur. Sejak kecil ia tumbuh dalam keluarga sederhana dan dibesarkan oleh nenek serta bibi-nya. Meski hidup pas-pasan, ia dikenal gigih dan tidak mudah menyerah. Ia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, putri pasangan Mastin dan Sumi­ni.

Untuk membantu perekonomian keluarga, masa kecilnya banyak dihabiskan dengan berjualan makanan ringan. Sikap mandiri dan pekerja keras sudah terlihat sejak usia belia. Pendidikan dasar ditempuh-nya di SD Negeri Karangasem 189, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 5 Nganjuk. Setelah itu ia sempat belajar di Pondok Pesantren Muhammadiyah. Namun, mimpi untuk melanjutkan kuliah harus terhenti karena keterbatasan biaya yang dihadapi keluarganya.

Momen Penentu di Menit Akhir

Usai menamatkan pendidikan, Marsinah memutuskan merantau ke Surabaya pada tahun 1989. Dengan tekad kuat, ia tinggal di rumah kakaknya, Marsini, sembari mencari pekerjaan. Setelah mengirim lamaran ke berbagai perusahaan, ia sempat bekerja di pabrik plastik SKW di kawasan industri Rungkut. Tahun berikutnya, 1990, ia diterima bekerja di PT Catur Putra Surya (CPS), sebuah pabrik jam tangan yang berlokasi di Porong.

Di tempat inilah kesadaran Marsinah mengenai hak-hak buruh mulai tumbuh kuat. Ia melihat langsung ketidakadilan yang dialami rekan-rekan pekerja. Pada tahun 1993, Gubernur Jawa Timur saat itu, Soelarso, menerbitkan Surat Edaran No. 50/Th.1992 tentang kenaikan upah buruh sebesar 20 persen. Namun pihak PT CPS enggan menjalankan kebijakan tersebut.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kasus Marsinah mengguncang publik Indonesia dan menjadi simbol kerasnya represi terhadap pekerja pada masa Orde Baru. Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah merupakan bentuk penghormatan kepada mereka yang telah berkontribusi besar dalam memperjuangkan hak-hak rakyat, khususnya kalangan pekerja. Gelar ini juga menjadi pengakuan atas keberanian dan keteguhan Marsinah dalam memperjuangkan keadilan sosial.

Kini, Marsinah diakui sebagai Pahlawan Nasional, dan kisahnya menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus memperjuangkan hak-hak rakyat dan keadilan sosial. Prabowo Subianto, dalam pidato peringatan Hari Pahlawan, menekankan pentingnya semangat Marsinah dalam perjuangan mencapai keadilan sosial.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah diakui sebagai Pahlawan Nasional, perjuangan Marsinah masih menjadi contoh bagi kaum buruh dan rakyat Indonesia untuk terus memperjuangkan hak-hak mereka. Pemerintah dan masyarakat harus terus bekerja sama untuk menciptakan kondisi yang adil dan setara bagi semua rakyat Indonesia. Dengan demikian, spirit Marsinah dapat terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5234417/sosok-marsinah-buruh-tangguh-yang-ditetapkan-sebagai-pahlawan, without altering the facts of the original article.

Sari Yuliati, Sosok Pengganti Mukhtarudin sebagai Sekretaris F-Golkar yang Siap Beradaptasi di DPR

Sari Yuliati kini menjadi sorotan publik sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, menggantikan Mukhtarudin yang dilantik sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) pada September lalu. Sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati memiliki pengalaman dalam bidang penegakan hukum. Ia juga menjabat sebagai Bendahara Umum DPP Partai Golkar periode 2024-2029.

Latar Belakang Penunjukan Sari Yuliati

Sari Yuliati telah menjadi anggota DPR RI sejak periode 2019-2024 dan berhasil mempertahankan posisinya untuk periode 2024-2029. Ia lahir di Jakarta pada 2 Juni 1976 dan memiliki latar belakang pendidikan teknik sipil dari Universitas Trisakti dan Universitas Indonesia. Selain itu, ia juga memiliki gelar doktor ilmu hukum dari Universitas Padjajaran (Unpad).

Karier Politik Sari Yuliati

Karier politik Sari Yuliati dimulai ketika ia bergabung dengan Partai Golkar sebagai Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) pada tahun 2004. Sebelum menjadi anggota DPR RI, ia telah menduduki sejumlah jabatan penting di Partai Golkar, termasuk Bendahara Angkatan Muda Partai Golkar, Bendahara Lembaga Pengelolaan Kaderisasi Partai Golkar, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, dan Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar.

Mengapa Sari Yuliati Ditunjuk sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar?

Penunjukan Sari Yuliati sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI merupakan bagian dari upaya Partai Golkar untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas kerja fraksi di DPR RI. Dengan pengalaman dan latar belakangnya yang kuat, Sari Yuliati diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam kerja fraksi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Partai Golkar.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penunjukan Sari Yuliati sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI memiliki dampak signifikan bagi Partai Golkar dan DPR RI. Ia diharapkan dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja fraksi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap partai. Selain itu, Sari Yuliati juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi perempuan lain untuk terjun ke dunia politik dan memainkan peran penting dalam pemerintahan.

Kini, Sari Yuliati siap untuk menghadapi tantangan baru sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI. Dengan pengalaman dan latar belakangnya yang kuat, ia diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam kerja fraksi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Partai Golkar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5240457/profil-sari-yuliati-pengganti-mukhtarudin-sebagai-sekretaris-f-golkar-di-dpr, without altering the facts of the original article.

Prabowo dan Raja Yordania: 5 Momen Bersejarah Pertemuan Dua Tokoh Terkemuka

Presiden RI Prabowo Subianto dan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah Raja Abdullah II ibn Al Hussein menggelar pertemuan bersejarah di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 14 November 2025. Pertemuan ini menandai kunjungan kenegaraan Raja Abdullah II ke Indonesia, sebagai bagian dari lawatannya ke sejumlah negara Asia, termasuk Jepang, Vietnam, Singapura, dan Pakistan. Sebelumnya, Prabowo telah berkunjung ke Yordania pada 14 April 2025 dan bertemu langsung dengan Raja Abdullah II di Istana Al Husseiniya, Amman.

Latar Belakang Persahabatan

Persahabatan antara Prabowo dan Raja Abdullah II telah terjalin sejak lama, bahkan sejak keduanya masih berusia muda. Keduanya merupakan alumni sekolah ranger prestisius Angkatan Darat Amerika Serikat Fort Benning. Mereka pertama kali bertemu pada 4 Desember 1995 saat acara pelantikan Prabowo sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Keduanya juga memiliki pengalaman memimpin pasukan khusus, di mana Prabowo menjabat sebagai Danjen Kopassus dan Raja Yordania sebagai Komandan Pasukan Khusus Yordania pada tahun 1994.

Momen Bersejarah Pertemuan Dua Tokoh

Pertemuan antara Prabowo dan Raja Abdullah II di Jakarta merupakan momen bersejarah, karena keduanya kini menduduki tampuk kekuasaan tertinggi di negara masing-masing. Raja Abdullah II naik tahta sebagai Raja Yordania pada tahun 1999, sedangkan Prabowo dilantik menjadi Presiden RI pada 20 Oktober 2024. Selama kunjungan Raja Abdullah II ke Indonesia, keduanya akan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman bilateral, sebagai upaya memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama antara kedua negara.

Mengapa Pertemuan Ini Penting?

Pertemuan antara Prabowo dan Raja Abdullah II memiliki signifikansi yang besar, karena keduanya memiliki hubungan persahabatan yang panjang dan pengalaman memimpin pasukan khusus. Pertemuan ini juga menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama, terutama dalam bidang pertahanan dan keamanan. Selain itu, pertemuan ini juga dapat membuka peluang kerja sama ekonomi dan politik antara Indonesia dan Yordania.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kunjungan Raja Abdullah II ke Indonesia dan pertemuan dengan Prabowo diharapkan dapat meningkatkan kerja sama antara kedua negara di berbagai bidang. Dengan hubungan persahabatan yang kuat dan pengalaman memimpin pasukan khusus, keduanya dapat bekerja sama untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan. Selain itu, pertemuan ini juga dapat membuka peluang kerja sama ekonomi dan politik yang lebih luas, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua negara.

Kedepannya, Indonesia dan Yordania diharapkan dapat terus meningkatkan kerja sama dan hubungan diplomatik, terutama dalam bidang pertahanan dan keamanan. Dengan komitmen yang kuat dan hubungan persahabatan yang panjang, keduanya dapat bekerja sama untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas di kawasan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5243169/kilas-balik-hubungan-bersejarah-prabowo-dan-raja-yordania, without altering the facts of the original article.

Raja Yordania Abdullah II Tiba di Indonesia, Ini Agenda Pertemuan dengan Jokowi

Pertemuan dengan Jokowi dan Agenda Bilateral

Raja Abdullah II dijadwalkan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto dan perwakilan dari Danantara Indonesia. Pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan bilateral antara Yordania dan Indonesia. Raja Abdullah II dan Presiden Prabowo memiliki latar belakang yang sama-sama memiliki pengalaman militer dan alumni lembaga pelatihan Angkatan Darat Amerika Serikat di Fort Benning.

Momen Penentu di Menit Akhir

Kunjungan Raja Abdullah II ke Indonesia merupakan bagian dari kunjungannya ke sejumlah negara Asia, antara lain Jepang, Vietnam, Singapura, dan Pakistan. Presiden Prabowo telah lebih dulu berkunjung ke Yordania pada 14 April 2025 lalu dan bertemu empat mata dengan Raja Abdullah II di Istana Al Husseiniya, Amman.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kunjungan Raja Abdullah II ke Indonesia diharapkan dapat meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara. Dengan latar belakang yang sama-sama memiliki pengalaman militer, Raja Abdullah II dan Presiden Prabowo diharapkan dapat membahas kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan. Selain itu, kunjungan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Yordania dan Indonesia. Raja Abdullah II memiliki sejumlah hobi yang ia gemari, di antaranya balap mobil, menyelam, dan mengoleksi senjata antik. Ia juga merupakan seorang pilot yang berkualifikasi dan penerjun payung yang andal. Dengan kunjungan ini, diharapkan hubungan bilateral antara Yordania dan Indonesia dapat meningkat dan membawa manfaat bagi kedua negara.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kunjungan Raja Abdullah II ke Indonesia merupakan langkah awal dalam meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang. Dengan komitmen dan kerja sama yang baik, diharapkan hubungan bilateral antara Yordania dan Indonesia dapat terus meningkat dan membawa manfaat bagi kedua negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5243173/raja-yordania-abdullah-ii-sambangi-indonesia-berikut-profilnya, without altering the facts of the original article.

Sosok Rugaiya Usman, Istri Jenderal Wiranto yang Sukses Jalankan Usaha Keluarga

Rugaiya Usman, istri dari Jenderal (Purn) TNI Wiranto, meninggal dunia pada Minggu (16/11) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat. Kabar kepergiannya disampaikan langsung oleh Jenderal (Purn) Wiranto sebagai suami yang ditinggalkan. “Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un. Telah berpulang ke rahmatullah dengan tenang, istri/ibu/oma kami tercinta: Hj. Rugaiya Usman Wiranto binti Mustafa Usman,” ujarnya.

Profil Rugaiya Usman, Istri Jenderal Wiranto

Rugaiya Usman dikenal sebagai istri dari Jenderal (Purn) TNI Wiranto, yang kini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan. Keduanya menikah pada 22 Februari 1975 dan dikaruniai tiga anak: Maya Wiranto, Amalia Wiranto, serta Zainal Nur Rizki. Semasa hidup, ia akrab dipanggil Uga Wiranto. Rugaiya sendiri menempuh pendidikan tinggi di Universitas Jember dengan memilih Fakultas Hukum sebagai fokus studinya.

Pertemuan pertama Rugaiya dan Wiranto terjadi saat mereka masih duduk di kelas 1 SMA. Rugaiya dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah, seperti membaca puisi hingga ajang pemilihan ratu sekolah. Pada sebuah kesempatan, Wiranto datang menggantikan temannya untuk menghadiri kegiatan tersebut, dan dari momen sederhana itulah hubungan keduanya mulai terjalin.

Momen Penentu di Menit Akhir

Sebelum meninggal, Rugaiya sempat menjalani perawatan intensif cukup lama di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, namun kondisi kesehatannya tidak menunjukkan perbaikan hingga akhirnya tutup usia. Keluarga berharap kondisi Rugaiya membaik setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), namun tidak menunjukkan perkembangan hingga akhirnya berpulang.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kehilangan Rugaiya Usman meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekat. Wiranto mengenang momen terakhir mereka dengan berkata, “Baru kemarin kita merayakan ulang tahun perkawinan emas. Namun tentu kehendak ilahi tidak bisa kita tolak, Allah menghendaki lain.” Kisah cinta yang mereka bangun selama setengah abad meninggalkan banyak kenangan manis.

Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh keluarga Wiranto kini semakin menantang tanpa kehadiran Rugaiya Usman. Namun, semangat dan keteguhan yang telah ditunjukkan oleh Rugaiya selama hidupnya akan tetap menjadi inspirasi bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya.

Jenazah Rugaiya Usman disemayamkan di rumah duka kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur, sebelum dimakamkan pada Senin (17/11) pagi di Astana Wukir Sirna Raga, Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5247525/profil-istri-wiranto-rugaiya-usman, without altering the facts of the original article.

Ratu Máxima Kunjungi Indonesia, Ini Agenda dan Kegiatan Selama 3 Hari

Awal Kunjungan dan Agenda

Ratu Máxima memulai kunjungannya dengan mengunjungi salah satu pabrik garmen di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Ia kemudian mengunjungi Kampung Batik Laweyan, Solo, Jawa Tengah, untuk membahas soal kesehatan finansial. Selain itu, Ratu Máxima menghadiri Women’s World Banking di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, di mana ia berbincang dengan anak muda, mahasiswa, dan pengusaha tentang pengalaman mereka dalam menggunakan produk dan layanan keuangan.

Pertemuan dengan Organisasi Pembangunan

Ratu Máxima juga mengunjungi kantor PBB setempat untuk berpartisipasi dalam diskusi meja bundar dengan organisasi-organisasi pembangunan pada Rabu (26/11) pagi. Ia juga mengunjungi International Finance Corporation, anggota Grup Bank Dunia, untuk membahas pengembangan pinjaman yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kesehatan keuangan.

Kunjungan ke Kompleks Rumah Subsidi

Selanjutnya, Ratu Máxima mengunjungi kompleks rumah subsidi Gran Harmoni Cibitung di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu, yang menyediakan rumah rendah emisi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah. Di sana, ia bertamu ke rumah seorang warga dan berinteraksi dengan perwakilan pembeli rumah pertama di kompleks perumahan tersebut. Setelahnya, ia meninjau bank sampah yang menjadi salah satu cara yang ditawarkan untuk membayar angsuran rumah, serta mengamati proses tanda tangan akad jual beli rumah bagi puluhan calon pemilik rumah.

Diskusi dengan Pemberi Kerja

Pada Rabu (26/11) sore, Ratu Máxima mengunjungi Deloitte Indonesia untuk berbincang dengan para pemberi kerja tentang bagaimana mereka dapat berkontribusi terhadap kesehatan finansial karyawan dan klien mereka.

Penutup Kunjungan

Ratu Máxima mengakhiri kunjungannya ke Indonesia dengan berpartisipasi dalam agenda literasi finansial bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Selanjutnya, ia bertemu dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, untuk menyampaikan hasil kunjungannya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kunjungan Ratu Máxima ke Indonesia ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan finansial dan keuangan inklusif. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan finansial masyarakat Indonesia. Selain itu, kunjungan ini juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara Indonesia dan PBB dalam bidang keuangan inklusif dan pembangunan. Jalan panjang yang masih harus ditempuh dalam meningkatkan kesehatan finansial dan keuangan inklusif di Indonesia masih panjang. Namun, kunjungan Ratu Máxima ini dapat menjadi langkah awal yang positif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan finansial dan keuangan inklusif.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5270237/berikut-rangkuman-lawatan-ratu-mxima-di-indonesia, without altering the facts of the original article.

Jadwal Piala Dunia 2026: Belgia vs Senegal, Ini Siaran TVRI Pagi Hari dan Daftar Nobar di Kalsel

Pertandingan Piala Dunia 2026 antara Belgia vs Senegal akan berlangsung pada Kamis, 2 Juli 2026, pukul 04.00 WITA atau 03.00 WIB di Stadion Seattle. Laga ini merupakan bagian dari babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026. Pertandingan ini dapat disaksikan melalui siaran TVRI, live streaming TV Online di Folaplay, dan MAXStream TV. Selain itu, sejumlah lokasi di Kalimantan Selatan juga menggelar nonton bareng (nobar), termasuk di halaman TVRI Kalsel.

Pertandingan yang Dinantikan

Belgia, yang merupakan juara grup, akan menghadapi ujian berat saat Senegal tiba di Stadion Seattle. Tim asuhan Rudi Garcia ini bangkit dari awal yang lambat untuk memuncaki grup mereka, tetapi menunjukkan inkonsistensi sepanjang pertandingan. Sementara itu, Lions of Teranga muncul sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik. Belgia tiba di babak gugur dengan lima poin, enam gol yang dicetak, dan dua gol kebobolan, meskipun perjalanan mereka melalui babak grup jauh dari meyakinkan.

Faktor Kunci dalam Pertandingan

Belgia memiliki rekam jejak yang mumpuni dengan peringkat kesembilan di dunia oleh FIFA. Pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia adalah pada tahun 2018, ketika mereka meraih tempat ketiga. Namun, generasi emas itu mengalami kekalahan mengejutkan di babak penyisihan grup pada tahun 2022. Kemenangan atas Senegal dan tempat di babak 16 besar akan menjadi langkah signifikan menuju pencapaian luar biasa yang akan menjadi ciri khas generasi Belgia ini.

Mengapa Pertandingan Ini Penting?

Perjalanan Senegal di babak penyisihan grup tidak merata tetapi pada akhirnya produktif. Kekalahan beruntun dari Prancis dan Norwegia membuat tim asuhan Pape Thiaw membutuhkan hasil positif di pertandingan terakhir mereka. Mereka memberikan penampilan yang luar biasa dengan kemenangan 5-0 atas Irak, yang tidak hanya mengamankan lolosnya mereka ke babak selanjutnya, tetapi juga mencetak sejarah sebagai kali pertama sebuah negara Afrika mencetak lima gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kemenangan atas Senegal akan menjadi dorongan semangat yang besar bagi Belgia. Mereka harus meningkatkan performa secara signifikan untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini. Sementara itu, Senegal juga memiliki peluang besar untuk melangkah lebih jauh dengan kemenangan ini. Pertandingan ini akan menjadi momen penentu bagi kedua tim untuk melangkah ke babak selanjutnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pertandingan antara Belgia vs Senegal ini hanya awal dari perjalanan panjang di Piala Dunia 2026. Kedua tim masih harus menempuh jalan panjang untuk mencapai tujuan mereka. Namun, kemenangan di pertandingan ini akan menjadi langkah awal yang signifikan bagi keduanya. Pertandingan ini dapat disaksikan melalui siaran TVRI, live streaming TV Online di Folaplay, dan MAXStream TV, serta nobar di sejumlah lokasi di Kalimantan Selatan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/superball/1367059/belgia-vs-senegal-siaran-tvri-pagi-hari-ini-jadwal-32-besar-piala-dunia-2026-daftar-nobar-kalsel, without altering the facts of the original article.