Kisah Pengusaha RI yang Sukses Besar usai Rajin ke Gunung Kawi

Gunung Kawi, sebuah destinasi ziarah yang dipercaya membawa keberuntungan, telah menjadi tempat yang sering dikunjungi oleh pengusaha Indonesia. Salah satu pengusaha yang tercatat rutin berkunjung ke tempat tersebut adalah pendiri perusahaan rokok Bentoel, Ong Hok Liong, yang kemudian tumbuh menjadi miliarder.

Kisah Sukses Ong Hok Liong

Ong Hok Liong rajin berkunjung ke Gunung Kawi yang di dekat Malang untuk memohon kepada Eyang Jugo dan Iman Soedjono agar bisnisnya sukses. Salah satu kunjungan Ong ke Gunung Kawi pada sekitar 1954 kemudian menjadi kisah yang paling dikenal. Saat berziarah, Ong tertidur di dekat makam dan bermimpi melihat bongkahan ubi talas. Tanpa ada cerita apapun di mimpinya. Namun, setelah terbangun, dia menanyakan arti mimpinya kepada juru kunci makam.

Menurut penuturan sang juru kunci, mimpi tersebut merupakan petunjuk dari Eyang Jugo agar Ong mengganti nama pabrik sekaligus merek rokok yang saat itu belum berkembang. Atas tafsir mimpi tersebut, dia kemudian mengganti nama perusahaan dan merek rokoknya menjadi Bentoel. Bentoel merupakan sebutan masyarakat Malang untuk ubi talas yang dia lihat dalam mimpi.

Momen Penentu di Menit Akhir

Saat itu, Ong merupakan pemilik pabrik rokok bernama Strootjes-Fabriek Ong Hok Liong yang tak begitu laku. Namun, setelah menggunakan nama Bentoel, penjualan rokoknya terus meningkat. Perusahaan juga berkembang pesat hingga mempekerjakan sekitar 3.000 karyawan sebelum 1960 dan menjelma menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kisah sukses Ong Hok Liong membuat nama Gunung Kawi semakin lekat dengan cerita tentang keberuntungan. Hingga kini, tempat itu masih didatangi banyak peziarah yang berharap memperoleh kelancaran usaha maupun rezeki. Bagi pengusaha, kisah Ong Hok Liong dapat menjadi inspirasi untuk terus berinovasi dan mencari peluang baru.

Selain itu, keberhasilan Bentoel juga menunjukkan bahwa keberuntungan dapat diperoleh melalui kerja keras dan ketekunan. Perusahaan rokok Bentoel kemudian terus berkembang hingga akhirnya diakuisisi oleh British American Tobacco pada 2009. Sepeninggal Ong, perusahaan diteruskan oleh anak-anaknya, termasuk Budhiwijaya Kusumanegara yang menjabat sebagai presiden direktur.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Terlepas dari benar atau tidaknya kisah tersebut, perjalanan bisnis Ong membuat nama Gunung Kawi semakin lekat dengan cerita tentang keberuntungan. Bagi para pengusaha, Gunung Kawi dapat menjadi destinasi ziarah yang membawa inspirasi dan motivasi untuk mencapai kesuksesan. Dengan demikian, kisah Ong Hok Liong akan terus menjadi contoh bagi pengusaha Indonesia untuk terus berinovasi dan mencari peluang baru.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260706105209-25-748306/pengusaha-ri-ini-rajin-ke-gunung-kawi-dan-berujung-jadi-miliarder, without altering the facts of the original article.

Menteri Ara Luncurkan Program Baru untuk Lawan Rentenir, Begini Caranya

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meluncurkan program Kredit Program Perumahan (KPP) atau Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan sebagai upaya untuk menekan praktik rentenir di Indonesia. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama UMKM, untuk memiliki akses keuangan yang lebih baik dan terjangkau. Dengan subsidi bunga sebesar 5%, plafon pembiayaan hingga Rp5 miliar, dan dapat direvolving sampai dengan Rp20 miliar, program ini dinilai dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Program KUR Perumahan: Solusi untuk UMKM

Program KUR Perumahan ini diperuntukkan bagi UMKM pengembang, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan. Selain itu, program ini juga menyasar UMKM dari berbagai jenis usaha untuk membeli, membangun, maupun merenovasi rumah yang digunakan untuk mendukung kegiatan usaha. Dengan suku bunga 6% dan plafon pembiayaan hingga Rp 500 juta, program ini diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan kemampuan keuangan mereka.

Mengapa Program Ini Penting?

Menteri Maruarar Sirait menilai bahwa program KUR Perumahan dapat menjadi salah satu cara untuk menekan praktik rentenir di Indonesia. Ia berharap bahwa dengan program ini, masyarakat tidak lagi bergantung pada pinjaman dari rentenir. “Masa bangsa sebesar ini tidak bisa mengalahkan rentenir? Malu kita. Bangsa sebesar ini dengan begitu banyak orang-orang pintar, dengan begitu banyak kewenangan yang diberikan, berpuluh-puluh tahun tidak bisa mengalahkan rentenir,” kata Menteri Maruarar.

Dampak Program Ini ke Depan

Dengan program KUR Perumahan, diharapkan dapat membantu masyarakat, terutama UMKM, untuk memiliki akses keuangan yang lebih baik dan terjangkau. Program ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan keuangan UMKM, sehingga mereka dapat meningkatkan usahanya dan meningkatkan pendapatan mereka. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membantu menekan praktik rentenir di Indonesia, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada pinjaman dari rentenir.

OJK juga melakukan optimalisasi SLIK OJK untuk mendukung program tiga juta rumah arahan Presiden Prabowo Subianto. Adapun langkah yang dilakukan antara lain, mempercepat pembaharuan data kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari 1,5 bulan menjadi hanya tiga hari; dan menerapkan ambang batas (threshold) nominal kredit di atas Rp1 juta dalam informasi debitur di SLIK.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Menteri Maruarar Sirait juga mengungkapkan bahwa alokasi KUR Perumahan untuk 2026 naik menjadi Rp50 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp36 triliun. “Kita naikkan alokasi KUR Perumahan, dari tadinya Rp36 triliun, hari ini diputuskan oleh Menko Airlangga menjadi Rp50 triliun. Jadi artinya program Presiden Prabowo ini sangat berhasil,” kata Menteri Maruarar. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk meningkatkan kemampuan keuangan masyarakat dan menekan praktik rentenir di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260706173737-17-748485/menteri-ara-mau-lawan-rentenir-pakai-program-ini, without altering the facts of the original article.

PTPN III Siapkan Belanja Modal Rp140 Triliun untuk 5 Tahun Ke Depan

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III berencana melakukan ekspansi bisnis di sektor pangan dan energi untuk mendukung program pemerintah swasembada pangan. Untuk merealisasikan rencana ini, PTPN III membutuhkan modal sebesar Rp 140 triliun dalam waktu 5 tahun ke depan. Dana belanja modal (capital expenditure/capex) tersebut akan digunakan untuk ekstensifikasi serta pembangunan pabrik hilirisasi baru. PTPN III saat ini sedang mengajukan perluasan status Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada pemerintah.

Rencana Ekspansi PTPN III

Menurut Plt. Direktur Utama PTPN III Iswahyudi, dana capex sebesar Rp 140 triliun tersebut akan digunakan untuk menambah 270.000 hektare lahan sawit dan 500.000 hektare lahan tebu hingga 2030. Selain itu, PTPN juga memperluas komoditas baru dengan target penanaman 104.000 hektare singkong, 200.000 hektare kedelai, 24.000 hektare bawang putih, serta 4.200 hektare jagung. Sementara pada sektor hilir, dana tersebut akan digunakan untuk membangun tiga pabrik gula baru serta infrastruktur energi hijau.

Perseroan akan membangun 10 pabrik bioetanol baru dari pengolahan tebu, singkong, dan jagung, di samping pengembangan fasilitas biodiesel dan compressed biogas (CBG). Rencana ekspansi ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan pendapatan PTPN III, serta mendukung program pemerintah swasembada pangan.

Mengapa Ekspansi Ini Penting?

Ekspansi bisnis di sektor pangan dan energi ini penting karena PTPN III ingin meningkatkan kontribusinya dalam mendukung program pemerintah swasembada pangan. Dengan meningkatkan produksi dan pendapatan, PTPN III diharapkan dapat menjadi pemain kunci dalam industri pangan dan energi di Indonesia. Selain itu, ekspansi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional PTPN III.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Rencana ekspansi PTPN III ini diharapkan dapat memiliki dampak positif pada perekonomian Indonesia, terutama dalam meningkatkan produksi dan pendapatan di sektor pangan dan energi. Dengan demikian, PTPN III diharapkan dapat menjadi salah satu pemain kunci dalam industri pangan dan energi di Indonesia, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, perlu diingat bahwa rencana ekspansi ini juga memerlukan dukungan dari pemerintah dan stakeholders lainnya untuk dapat terealisasi dengan baik.

Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh PTPN III dalam merealisasikan rencana ekspansi ini masih panjang. Namun, dengan komitmen dan dukungan dari semua pihak, diharapkan PTPN III dapat mencapai target-target yang telah ditetapkan dan meningkatkan kontribusinya dalam mendukung program pemerintah swasembada pangan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260706174935-17-748502/ptpn-iii-butuh-belanja-modal-rp140-triliun-buat-5-tahun, without altering the facts of the original article.

OJK Dorong SLIK Bersih Dalam 3 Hari, Proses Kredit Makin Mudah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong lembaga jasa keuangan untuk mempercepat pembaharuan status pelunasan kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dari 1,5 bulan menjadi hanya tiga hari. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, masyarakat yang telah melunaskan kewajibannya di bank, akan dinyatakan lunas di SLIK OJK dalam tiga hari usai pembayaran. Aturan ini mulai berlaku per 1 Juli 2026.

Perubahan dalam Proses Kredit

Perubahan ini merupakan bagian dari penyempurnaan infrastruktur informasi kredit melalui SLIK. Langkah ini bertujuan meningkatkan penyaluran kredit dan pembiayaan kepada masyarakat secara berkualitas dan tepat sasaran sekaligus menjaga stabilitas sektor keuangan. Sebelumnya, masyarakat yang telah melunaskan kewajibannya di bank harus menunggu 1-1,5 bulan untuk mendapatkan clearance bahwa kreditnya sudah lunas.

Dengan perubahan ini, masyarakat yang memiliki kredit macet di bawah Rp1 juta di SLIK OJK tetap bisa mengajukan KPR. OJK juga mulai menerapkan ambang batas (threshold) nominal kredit di atas Rp1 juta dalam informasi debitur di SLIK. Hal ini diharapkan dapat membantu lembaga jasa keuangan dalam melakukan penyaluran pembiayaan perumahan dan KPR bersubsidi secara lebih cepat dan pruden.

Mengapa Perubahan Ini Penting?

Perubahan ini penting karena dapat meningkatkan akses kredit dan pembiayaan bagi masyarakat yang memenuhi kriteria, termasuk masyarakat berpenghasilan rendah, pelaku UMKM, serta kelompok masyarakat yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Ke depan, diharapkan perubahan ini dapat membawa dampak positif bagi masyarakat dan lembaga jasa keuangan. Masyarakat dapat lebih mudah mengakses kredit dan pembiayaan, sementara lembaga jasa keuangan dapat meningkatkan penyaluran kredit dan pembiayaan secara berkualitas dan tepat sasaran. Selain itu, perubahan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga jasa keuangan dan meningkatkan stabilitas sektor keuangan.

Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah memastikan bahwa perubahan ini dapat diimplementasikan secara efektif dan efisien. OJK harus terus memantau dan mengevaluasi pelaksanaan perubahan ini untuk memastikan bahwa tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260706171250-17-748478/bos-ojk-dorong-slik-bersih-dalam-3-hari-ambil-kredit-lebih-gampang, without altering the facts of the original article.

Pabrik Biodiesel Agrinas Palma Bakal Hidupkan Kembali Tahun Depan

Rencana Re-aktivasi Pabrik

Agrinas Palma Nusantara telah menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study/FS) untuk re-aktivasi pabrik biodiesel tersebut. Selanjutnya, perseroan akan melakukan tender untuk perbaikan fasilitas pabrik yang sudah lama tidak beroperasi. Biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan kembali pabrik tersebut diperkirakan sekitar Rp 300 miliar. Ghani menekankan bahwa proses re-aktivasi hanya memerlukan perbaikan fasilitas yang sudah ada, bukan membangun pabrik baru.

Momen Penentu di Menit Akhir

Proses re-aktivasi pabrik biodiesel ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Agrinas Palma. Sepanjang tahun buku 2025, laba Agrinas Palma masih kecil senilai Rp2,7 miliar. Dengan menghidupkan kembali pabrik biodiesel, perseroan berharap dapat meningkatkan pendapatannya. Selain itu, Agrinas juga berencana membangun pabrik pengolahan bio-etanol berbasis singkong dengan kapasitas produksi hingga 185.000 ton.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kehidupan kembali pabrik biodiesel Agrinas Palma Nusantara diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan nasional. Dukungan terhadap program swasembada pangan dan energi nasional juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi dan pangan dalam negeri. Dengan demikian, langkah Agrinas Palma Nusantara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada upaya meningkatkan kemandirian energi dan pangan nasional.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meskipun pabrik biodiesel direncanakan mulai beroperasi pada akhir tahun 2027, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Proses re-aktivasi pabrik dan pembangunan pabrik baru memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang matang. Selain itu, perseroan juga harus memastikan bahwa operasional pabrik dapat berjalan dengan efisien dan efektif. Dengan komitmen dan kerja keras, Agrinas Palma Nusantara diharapkan dapat mencapai target dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260706174034-17-748496/agrinas-palma-akan-hidupkan-pabrik-biodiesel-tahun-depan, without altering the facts of the original article.

Mitratel (MTEL) Umumkan Jadwal Cum Dividen 8 Juli 2026, Catat Tanggalnya!

Mitratel (MTEL) mengumumkan jadwal cum dividen untuk tahun buku 2025, yaitu pada tanggal 8 Juli 2026. Investor yang berharap mendapatkan dividen tunai sebesar Rp25,6 per saham wajib tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal 10 Juli 2026. Pembayaran dividen akan dilakukan pada 31 Juli 2026. Mitratel akan membagikan dividen tunai sebesar Rp2,08 triliun atau setara dengan 98% dari laba bersih perseroan.

Pembagian Dividen yang Tinggi

Mitratel membukukan laba bersih sebesar Rp2,12 triliun, pendapatan sebesar Rp9,53 triliun, dan EBITDA sebesar Rp7,83 triliun sepanjang tahun buku 2025. Pembagian dividen tunai sebesar Rp2,08 triliun atau Rp25,6 per saham setara dengan 98% dari laba bersih perseroan. Ini merupakan tahun kedua berturut-turut Mitratel membagikan dividen dengan payout ratio sebesar 98%. Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, mengatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi bisnis perseroan yang dijalankan secara konsisten dengan tetap menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan investasi untuk pertumbuhan masa depan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Tanggal cum date dividen ditetapkan pada Rabu, 8 Juli 2026. Investor yang berhak atas dividen tunai wajib tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal 10 Juli 2026 pukul 16.15 WIB. Sementara itu, perseroan akan melakukan Pembayaran Dividen pada 31 Juli 2026. Ini merupakan batas akhir bagi investor yang berharap mendapatkan dividen.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pembagian dividen yang tinggi ini mencerminkan komitmen Mitratel untuk secara konsisten memberikan imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham, sekaligus mempertahankan kapasitas investasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang. Theodorus Ardi Hartoko menambahkan bahwa kinerja tahun 2025 mencerminkan kekuatan fundamental bisnis Mitratel sekaligus menjadi landasan bagi fase pertumbuhan berikutnya. Mitratel terus menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham melalui dividen yang konsisten, investasi pada peluang pertumbuhan baru, dan transformasi menuju Next Generation Tower Company.

Dengan demikian, Mitratel optimistis dapat terus memperkuat kepemimpinan sebagai perusahaan infrastruktur digital terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara. Pembagian dividen yang tinggi ini juga menunjukkan bahwa Mitratel memiliki kemampuan untuk memberikan imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham, sambil tetap fokus pada pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Mitratel masih memiliki jalan panjang untuk terus meningkatkan kinerja dan pertumbuhan bisnisnya. Dengan komitmen untuk memberikan imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham dan mempertahankan kapasitas investasi, Mitratel diharapkan dapat terus menjadi pemain utama dalam industri infrastruktur digital di Indonesia dan Asia Tenggara. Oleh karena itu, investor dan stakeholders diharapkan dapat terus memantau perkembangan Mitratel ke depannya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260706192116-17-748526/catat-mitratel–mtel–jadwalkan-cum-dividen-8-juli-2026, without altering the facts of the original article.

IHSG Kembali Menguat, Investor Domestik Topang Sentimen Positif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Senin (6/7/2026), ditopang oleh aksi beli investor domestik yang tersebar di berbagai sektor. IHSG ditutup naik 40,29 poin atau 0,69% ke level 5.916,07. Penguatan indeks terjadi meski investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) di seluruh pasar.

Momen Penguatan IHSG

Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 5.935,68 dan terendah di 5.857,35. Penguatan IHSG juga didukung oleh breadth market yang solid. Sebanyak 403 saham menguat, jauh lebih banyak dibandingkan 259 saham yang melemah, sementara 297 saham ditutup stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp9,49 triliun dengan volume perdagangan 18,65 miliar saham.

Arus Dana Asing Masih Belum Kembali

Meski demikian, arus dana asing masih belum sepenuhnya kembali ke pasar saham Indonesia. Data perdagangan menunjukkan investor asing masih mencatat jual bersih (net sell) Rp190,9 miliar di seluruh pasar. Kondisi tersebut menunjukkan penguatan IHSG kemarin belum ditopang oleh kembalinya arus dana asing secara menyeluruh.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Sebaliknya, kenaikan indeks lebih banyak didorong oleh aktivitas beli investor domestik yang tersebar di berbagai saham, tercermin dari dominasi jumlah saham yang menguat dibandingkan yang melemah. Adapun PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi saham dengan net sell terbesar senilai Rp86 miliar, diikuti PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) Rp82,7 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp78,1 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) Rp42,2 miliar, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Rp41,2 miliar.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Penguatan IHSG pada perdagangan Senin (6/7/2026) menunjukkan bahwa investor domestik masih memiliki kepercayaan terhadap pasar saham Indonesia. Namun, arus dana asing yang masih belum kembali secara menyeluruh menunjukkan bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi oleh pasar saham Indonesia ke depan. Oleh karena itu, investor perlu terus memantau perkembangan pasar dan membuat keputusan yang tepat untuk mengoptimalkan investasi mereka.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260706203619-17-748555/ihsg-ditopang-investor-domestik-saat-asing-masih-net-sell, without altering the facts of the original article.

Pemerintah Lelang 9 Seri Surat Utang untuk Cari Dana Rp 32 Triliun

9 Seri Surat Utang yang Dilelang

Pemerintah akan melelang 9 seri SUN, yaitu 3 seri surat perbendaharaan negara (SPN) dengan tenor pendek dan 6 seri Obligasi Negara (ON) dengan tenor panjang. SPN yang dilelang memiliki tanggal jatuh tempo antara Agustus 2026 hingga Juli 2027. Sementara itu, ON yang dilelang memiliki tanggal jatuh tempo antara Maret 2031 hingga Juli 2064.

Fakta dan Kronologi Lelang

Lelang akan dibuka pada pukul 09.00 WIB dan ditutup pada 11.00 WIB. Tanggal setelmen dijadwalkan dua hari setelahnya, yaitu pada 9 Juli 2026. Dealer utama peserta lelang yang telah ditunjuk untuk lelang seri SUN ini ialah Citibank N.A., Deutsche Bank AG, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Central Asia, Tbk., PT Bank Danamon Indonesia, Tbk., PT Bank Maybank Indonesia, Tbk., PT Bank Mandiri (Persero), Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk., PT Bank OCBC NISP, Tbk., PT Bank Panin, Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk., PT Bank Permata, Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank ANZ Indonesia., Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank N.A., PT. BRI Danareksa Sekuritas, PT. Mandiri Sekuritas, PT. Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk, PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. Termasuk ke dalam peserta lelang SUN ini Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Indonesia (BI).

Mengapa dan Dampak Lelang

Pemerintah melakukan lelang SUN ini untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dalam APBN 2026. Lelang ini juga bertujuan untuk meningkatkan likuiditas di pasar keuangan dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan negara. Dampak dari lelang ini adalah peningkatan pendapatan negara yang dapat digunakan untuk membiayai program-program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, lelang SUN ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara dan membiayai program-program pembangunan. Pemerintah berharap lelang ini dapat berjalan lancar dan mencapai target yang diharapkan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan pendapatan negara dan membiayai program-program pembangunan. Namun, dengan lelang SUN ini, pemerintah telah menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan likuiditas di pasar keuangan dan meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan negara. Ke depan, pemerintah diharapkan dapat terus meningkatkan pendapatan negara dan membiayai program-program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260707061314-17-748593/cari-dana-rp32-t-pemerintah-lelang-9-seri-surat-utang-hari-ini, without altering the facts of the original article.

Bank Mandiri Gelontorkan KUR Rp 17,77 Triliun hingga Mei 2026

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melaporkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 17,77 triliun hingga 31 Mei 2026 yang disalurkan kepada 135.829 pelaku usaha di seluruh Indonesia. Realisasi tersebut setara 43,34% dari target penyaluran KUR Bank Mandiri tahun 2026 dan mencerminkan akselerasi yang bertumbuh dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Bank Mandiri terus memperkuat strategi pembiayaan berbasis ekosistem melalui pendekatan closed-loop yang terhubung dengan nasabah wholesale, sentra produksi, dan sektor unggulan daerah.

Pencapaian KUR Bank Mandiri

SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri Bayu Trisno Arief Setiawan mengatakan penyaluran KUR Bank Mandiri selalu diimbangi dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang optimal, tercermin dari non-performing loan (NPL) di kisaran 1%. “Pencapaian ini menunjukkan keunggulan yang berkelanjutan dalam model bisnis mikro Bank Mandiri yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pembiayaan, tetapi juga menjaga kualitas portofolio agar tetap sehat dan berdaya tahan,” ujar Bayu dalam keterangan resmi, Senin (6/7/2026).

Dari total penyaluran KUR hingga Mei 2026, sebesar 63,54% atau Rp11,29 triliun disalurkan ke sektor produksi, sedangkan 36,46% atau Rp6,48 triliun dialokasikan ke sektor non-produksi. Dominasi sektor produktif tersebut sejalan dengan komitmen Bank Mandiri untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pembiayaan yang memberikan multiplier effect lebih luas.

Penyaluran KUR Berdasarkan Sektor

Adapun sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai penyaluran mencapai Rp5,82 triliun atau 32,77% dari total KUR. Selanjutnya sektor jasa produksi sebesar Rp3,86 triliun atau 21,72%, industri pengolahan Rp1,35 triliun atau 7,60%, serta sektor perikanan sebesar Rp249 miliar atau 1,41%. Selain mendukung pelaku UMKM, Bank Mandiri juga berperan aktif dalam mendukung program prioritas pemerintah, termasuk Program Tiga Juta Rumah.

Program Kredit Perumahan

Hingga Mei 2026, perseroan telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) untuk sisi demand sebesar Rp493,10 miliar kepada 1.764 debitur dengan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga optimal. Pembiayaan pada sisi demand diperuntukkan bagi UMKM yang membutuhkan dukungan pembiayaan untuk pembelian, pembangunan, dan renovasi dalam rangka mendukung kegiatan usaha.

Strategi Bank Mandiri ke Depan

Secara kumulatif, sejak program KUR diluncurkan pemerintah pada tahun 2008 hingga 31 Mei 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp321,01 triliun kepada 3,72 juta debitur di seluruh Indonesia. Konsistensi tersebut menjadikan Bank Mandiri sebagai salah satu penyalur KUR terbesar yang terus mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan. Untuk mempercepat sekaligus menjaga kualitas penyaluran KUR, Bank Mandiri terus memperkuat strategi pembiayaan berbasis ekosistem melalui pendekatan closed-loop yang terhubung dengan nasabah wholesale, sentra produksi, dan sektor unggulan daerah.

Dengan pencapaian ini, Bank Mandiri diharapkan dapat terus mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh Bank Mandiri adalah mempertahankan kualitas penyaluran KUR dan meningkatkan akses layanan keuangan bagi UMKM di seluruh Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260706154454-17-748431/bank-mandiri-salurkan-kur-rp-1777-t-hingga-mei-2026, without altering the facts of the original article.

Investor Asing Lakukan Pembelian Saham Masif Saat IHSG Menguat

Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih di pasar saham Indonesia pada perdagangan Senin, 6 Juli 2026. Namun, di balik keluarnya dana asing secara keseluruhan, terdapat sejumlah saham yang justru diam-diam dikoleksi dalam jumlah besar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan hari itu, didukung oleh aksi beli investor domestik di berbagai sektor.

Aksi Pembelian Saham oleh Investor Asing

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan net sell sebesar Rp190,9 miliar di seluruh pasar. Namun, sejumlah saham tertentu justru mengalami aksi akumulasi oleh investor asing. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham yang paling banyak diborong dengan nilai beli bersih mencapai Rp168,1 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang mencatatkan net buy sebesar Rp110,1 miliar, disusul PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) sebesar Rp75,8 miliar. Aksi akumulasi juga terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang mencatatkan net buy Rp59 miliar.

Penguatan IHSG dan Broad Market

IHSG berhasil ditutup menguat pada perdagangan Senin, 6 Juli 2026, naik 40,29 poin atau 0,69% ke level 5.916,07. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 5.935,68 dan terendah di 5.857,35. Penguatan indeks didukung oleh breadth market yang solid, dengan 403 saham menguat, 259 saham melemah, dan 297 saham ditutup stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp9,49 triliun dengan volume perdagangan 18,65 miliar saham.

Mengapa Aksi Asing Penting dan Dampaknya

Aksi jual bersih oleh investor asing masih berlanjut, namun terdapat sejumlah saham yang mengalami aksi akumulasi. Hal ini menunjukkan bahwa investor asing masih memiliki minat pada sejumlah saham tertentu di pasar saham Indonesia. Penguatan IHSG yang didukung oleh aksi beli investor domestik dan breadth market yang solid juga menjadi indikator positif bagi pasar saham Indonesia ke depan. Namun, investor perlu terus memantau pergerakan dana asing dan kinerja saham-saham tertentu untuk menentukan strategi investasi yang tepat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kinerja pasar saham Indonesia ke depan masih perlu terus dipantau, terutama dalam menghadapi potensi perubahan sentimen investor dan dampak dari kondisi ekonomi global. Investor perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum membuat keputusan investasi, termasuk kinerja fundamental perusahaan, prospek pertumbuhan, dan kondisi makroekonomi. Dengan demikian, investor dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan mengoptimalkan potensi keuntungan dalam investasi saham.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260706204559-17-748556/asing-diam-diam-borong-saham-ini-saat-ihsg-menguat, without altering the facts of the original article.