Purbaya Optimis PFII Beroperasi di Bali Tahun Ini

Pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) diprediksi akan segera terwujud di tahun 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mematok target operasional pusat keuangan tersebut pada tahun ini. Langkah ini berbarengan dengan kondisi ekonomi dan geopolitik global yang masih labil.

Momen Penentu di Menit Akhir

Menurut Menteri Keuangan Purbaya, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global justru menjadi momentum yang tepat bagi Indonesia untuk menghadirkan pusat keuangan internasional. Purbaya menilai bahwa dalam kondisi dunia yang penuh gejolak, kebutuhan investor terhadap pusat finansial yang kompetitif cenderung meningkat.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Pemerintah masih harus merampungkan berbagai aturan turunan, termasuk Peraturan Pemerintah (PP), sebelum PFII beroperasi. Meski target operasional sudah dipatok tahun ini, pemerintah masih belum menetapkan lokasi PFII. Purbaya mengatakan keputusan akhir akan ditentukan berdasarkan proposal terbaik yang masuk ke pemerintah.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pembangunan PFII diharapkan mampu menarik arus modal global, memperdalam pasar keuangan domestik, serta memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan pusat finansial regional. Pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif dan kekhususan regulasi untuk meningkatkan daya saing PFII dibandingkan pusat keuangan internasional lainnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Saat ini, pemerintah masih belum mengunci pilihan lokasi PFII. Namun, pernyataan Menteri Keuangan Purbaya membuka peluang kawasan Kura-Kura Bali masuk dalam radar lokasi PFII. Purbaya mengatakan bahwa lokasi PFII harus memiliki kesiapan infrastruktur, mudah dikembangkan, serta mampu menarik minat investor global untuk menjadikan Indonesia sebagai basis aktivitas keuangan internasional. Dengan demikian, pembangunan PFII di tahun 2026 akan menjadi langkah strategis bagi Indonesia untuk meningkatkan posisi dalam persaingan pusat finansial regional. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi sebelum PFII beroperasi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721174027-17-752694/purbaya-targetkan-pfii-beroperasi-tahun-ini-bali-jadi-lokasi, without altering the facts of the original article.

Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank

**Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank** Di tengah-tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang signifikan, Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan. Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi mengatakan bahwa kenaikan suku bunga BI akan berimbas pada kenaikan suku bunga deposito. **Momen Penentu di Menit Akhir** BI Rate telah dikerek sebanyak 100 basis poin (bps) sepanjang tahun ini, dan saat ini berada di level 5,75%. Besok, keputusan BI rate akan diumumkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. Bila menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio profitabilitas seluruh kelompok perbankan memang tergerus sepanjang tahun ini. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Rasio net interest margin (NIM) KBMI I sebesar 4,70% pada akhir tahun 2025, dan sempat turun ke 4,56% pada bulan Februari, namun kembali lagi ke 4,70% pada bulan Mei 2026. Bank KBMI II mencatatkan NIM sebesar 4,84% di bulan Mei 2026, turun dari akhir tahun lalu sebesar 5,11%. Bank papan tengah alias KBMI III juga mencatatkan penurunan menjadi 3,77% pada bulan Mei 2026, dari akhir tahun lalu sebesar 3,91%. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam menangani kondisi ini, perbankan harus berhati-hati dalam mengatur struktur pendanaan untuk menghindari kerugian akibat kenaikan suku bunga. Selain itu, perbankan juga harus meningkatkan efisiensi operasional untuk mengurangi biaya pendanaan. Dengan demikian, perbankan dapat meningkatkan profitabilitas dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi kenaikan suku bunga di masa depan. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi mengatakan bahwa kenaikan suku bunga BI akan berimbas pada kenaikan suku bunga deposito. Hery juga menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit karena ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721170832-17-752674/bos-perbanas-blak-blakan-soal-dampak-ke-bank-jika-bi-rate-naik, without altering the facts of the original article.

Warga RI Risiko Tercekik Perang Bunga yang Meningkat

**Warga RI Risiko Tercekik Perang Bunga yang Meningkat** **Momen Penentu di Menit Akhir** Kondisi likuiditas di Indonesia masih ketat seiring dengan tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate. Perang bunga yang meningkat dapat memicu kompetisi dalam menghimpun dana masyarakat, sehingga bank-bank di Indonesia berisiko tercekik. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Ekonom M. Rizal Taufikurahman dari Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyatakan bahwa kondisi likuiditas di perbankan menengah atau Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) II dan III masih ketat. Kondisi ini berpotensi memicu perang suku bunga deposito, sehingga bank-bank yang memiliki basis dana murah akan dirugikan. Chief Economist Bank Permata Josua Pardede juga menyatakan bahwa permasalahan perbankan saat ini bukan kekurangan likuiditas, tetapi distribusi likuiditas yang tidak merata antar-bank. Bank besar cenderung lebih kuat karena basis dana murah dan ekosistem transaksi lebih luas, sementara bank menengah lebih sensitif terhadap perpindahan dana deposan besar. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Indikasi perang bunga memang mulai muncul, tetapi masih selektif dan belum membesar. Jika perang bunga terjadi, cost of fund akan meningkat, margin bunga bersih (NIM) tertekan, dan ruang penurunan bunga kredit menjadi semakin sempit. Oleh karena itu, tantangan pemerintah dan otoritas moneter ke depan bukan hanya menjaga stabilitas moneter, tetapi juga memastikan likuiditas perbankan tetap memadai agar fungsi intermediasi tidak terganggu. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Perang bunga yang meningkat dapat mempengaruhi stabilitas moneter dan fungsi intermediasi perbankan. Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah yang tepat untuk memastikan likuiditas perbankan tetap memadai dan perang bunga tidak terjadi. Pemerintah dan otoritas moneter harus berperan aktif dalam menjaga stabilitas moneter dan memastikan bahwa perbankan dapat beroperasi dengan efektif dan efisien.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721180457-17-752698/perang-bunga-di-depan-mata-warga-ri-bisa-tercekik, without altering the facts of the original article.

BRI Dominasi Penyaluran Pembiayaan Perumahan dengan Rp22 Triliun

**BRI Dominasi Penyaluran Pembiayaan Perumahan dengan Rp22 Triliun** **Momen Penentu di Menit Akhir** Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah dominasi penyaluran pembiayaan perumahan dengan mencapai Rp22 triliun hingga Juli 2026. Angka ini menembus target penyaluran bank dengan total Rp95 triliun, dengan perincian sebesar Rp10 triliun untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Rp52 triliun untuk Kredit Program Perumahan (KPP). Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa target penyaluran bank sudah hampir 89% tercapai. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, Hery mengatakan bahwa program rumah bersubsidi terbagi menjadi dua program, yakni FLPP dan KPP. Menurutnya, BRI telah menyalurkan Rp22 triliun, dengan perincian sebesar Rp10 triliun untuk FLPP dan Rp52 triliun untuk KPP. Hery juga menyatakan bahwa BRI akan melampaui target penyaluran dengan mencapai lebih dari 100% pada Desember 2026. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penyaluran pembiayaan perumahan oleh BRI yang mencapai Rp22 triliun menunjukkan bahwa bank pelat merah pimpinan Hery Gunardi telah berkomitmen untuk mendukung program rumah bersubsidi. Dengan mencapai target penyaluran yang tinggi, BRI telah menunjukkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan akses ke pembiayaan perumahan. Hal ini juga menunjukkan bahwa BRI telah berperan penting dalam mendukung program pemerintah dalam meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun BRI telah mencapai target penyaluran yang tinggi, masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh dalam meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat. BRI harus terus berkomitmen untuk mendukung program rumah bersubsidi dan meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga harus terus berusaha untuk meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat dengan meningkatkan kemampuan dalam memproduksi perumahan yang terjangkau. **Mengapa BRI Mencapai Target Penyaluran yang Tinggi?** BRI mencapai target penyaluran yang tinggi karena bank pelat merah pimpinan Hery Gunardi telah berkomitmen untuk mendukung program rumah bersubsidi. Dengan memiliki visi yang jelas dan tujuan yang spesifik, BRI telah mampu meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan akses ke pembiayaan perumahan. **Mengapa Target Penyaluran BRI Tinggi?** Target penyaluran BRI tinggi karena bank pelat merah pimpinan Hery Gunardi telah berkomitmen untuk mendukung program rumah bersubsidi. Dengan memiliki visi yang jelas dan tujuan yang spesifik, BRI telah mampu meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan akses ke pembiayaan perumahan. **Dampak Penyaluran Pembiayaan Perumahan oleh BRI** Penyaluran pembiayaan perumahan oleh BRI telah memiliki dampak yang luas dalam meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat. Dengan memiliki akses ke pembiayaan perumahan, masyarakat dapat memiliki rumah yang terjangkau dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Selain itu, penyaluran pembiayaan perumahan oleh BRI juga telah meningkatkan kemampuan dalam memproduksi perumahan yang terjangkau, sehingga meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat. **Kesimpulan** BRI telah mencapai target penyaluran pembiayaan perumahan yang tinggi dengan mencapai Rp22 triliun hingga Juli 2026. Dengan memiliki visi yang jelas dan tujuan yang spesifik, BRI telah mampu meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan akses ke pembiayaan perumahan. Penyaluran pembiayaan perumahan oleh BRI telah memiliki dampak yang luas dalam meningkatkan akses ke perumahan bagi masyarakat dan meningkatkan kemampuan dalam memproduksi perumahan yang terjangkau.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721175938-17-752697/penyaluran-pembiayaan-perumahan-bri-tembus-rp22-t-lampaui-bank-lain, without altering the facts of the original article.

Purbaya Tegaskan APBN Hanya Cadangan Dana PFII, Tidak Bisa Digunakan

**Purbaya Tegaskan APBN Hanya Cadangan Dana PFII, Tidak Bisa Digunakan** **Momen Penentu di Menit Akhir** Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan menjadi sumber pembiayaan utama pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Ia menjelaskan bahwa APBN hanya akan menjadi dana cadangan untuk operasional PFII jika diperlukan. **APA YANG TERJADI** Menurut Purbaya, pendanaan awal pembangunan PFII utamanya masih berasal dari kantong para investor, termasuk Danantara. “Enggak semuanya (memakai) APBN. Itu nanti kan yang investornya akan mengeluarkan dana pertama untuk membangun di sana (PFII) kan. Danantara cukup besar uangnya, bukan APBN,” tegas Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (22/7/2026). Kendati demikian, Purbaya menuturkan pemerintah tetap menyiapkan APBN untuk menutup kebutuhan operasional dalam jangka waktu tertentu apabila terjadi kekurangan pendanaan. Sayangnya, dia tidak mengungkapkan nilainya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Purbaya menegaskan bahwa APBN tidak akan menjadi sumber pembiayaan utama pembangunan PFII. 2. Pendanaan awal pembangunan PFII utamanya masih berasal dari kantong para investor. 3. Pemerintah menyiapkan APBN untuk menutup kebutuhan operasional dalam jangka waktu tertentu apabila terjadi kekurangan pendanaan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keputusan Purbaya ini memiliki implikasi yang signifikan bagi pembangunan PFII dan keuangan negara. Dengan tidak menggunakan APBN sebagai sumber pembiayaan utama, PFII akan lebih tergantung pada investor dan pendanaan swasta. Namun, Purbaya juga menuturkan bahwa pemerintah akan menyiapkan APBN untuk menutup kebutuhan operasional dalam jangka waktu tertentu apabila terjadi kekurangan pendanaan. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah masih memiliki cadangan untuk menghadapi situasi darurat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Keputusan Purbaya ini merupakan langkah awal dalam pembangunan PFII. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi sebelum PFII dapat menjadi kenyataan. Pemerintah harus terus menyiapkan pendanaan dan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung pembangunan PFII. Selain itu, pemerintah juga harus memastikan bahwa PFII dapat beroperasi secara efektif dan efisien, serta tidak memberatkan keuangan negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260722073151-17-752760/purbaya-buka-bukaan-soal-dana-pfii-apbn-hanya-cadangan, without altering the facts of the original article.

Purbaya: Restitusi Pajak Batu Bara Rp25 T Membuat Pemerintah Rugi Besar

Purbaya: Restitusi Pajak Batu Bara Rp25 T Membuat Pemerintah Rugi Besar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mengembalikan kelebihan bayar pajak atau restitusi pajak untuk pengusaha batu bara hingga Rp25 triliun sepanjang tahun lalu. Hal ini dikatakan Purbaya saat ditemui di Gedung Juanda, Jakarta, Selasa (21/7/2026). Restitusi pajak tersebut membuat Pemerintah rugi. Momen Penentu di Menit Akhir Purbaya mengatakan bahwa tahun lalu, Pemerintah telah mengembalikan kelebihan bayar pajak atau restitusi pajak untuk pengusaha batu bara hingga Rp25 triliun negatifnya. “Tahun lalu, tahun sebelum ya, saya bayar restitusi PPN (pajak pertambahan nilai) dari batu bara itu sekitar Rp25 triliun negatifnya,” ujarnya kepada awak media. Akibat bayar restitusi tersebut, Purbaya berujar membuat Pemerintah rugi. Apa Artinya Ini ke Depan? Purbaya mengatakan bahwa restitusi pajak tersebut membuat Pemerintah rugi. “Itu yang saya rugi besar tahun lalu. Bukan saya rugi, pemerintah lah.” Oleh karena itu, salah satu upaya dalam mengkompensasi restitusi pajak yang besar ke pengusaha batu bara, Purbaya mengatakan bahwa Pemerintah akan berupaya menyelesaikan aturan penerapan bea keluar batu bara. Adanya bea keluar batu bara disebut Purbaya akan menjadi peningkat penerimaan kas negara. Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda 1. Restitusi pajak batu bara sebesar Rp25 triliun telah dikembalikan oleh Pemerintah sepanjang tahun lalu. 2. Purbaya mengatakan bahwa restitusi pajak tersebut membuat Pemerintah rugi. 3. Pemerintah akan berupaya menyelesaikan aturan penerapan bea keluar batu bara untuk meningkatkan penerimaan kas negara. Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Purbaya mengatakan bahwa Pemerintah akan berupaya meningkatkan penerimaan kas negara dengan menyelesaikan aturan penerapan bea keluar batu bara. Oleh karena itu, Pemerintah akan meningkatkan batas maksimal restitusi dipercepat bagi pengusaha kena pajak (PKP) tertentu menjadi Rp 1 miliar, dari sebelumnya Rp5 miliar. Dengan demikian, Pemerintah dapat meningkatkan penerimaan kas negara dan mengkompensasi restitusi pajak yang besar ke pengusaha batu bara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260722064301-4-752743/restitusi-pajak-batu-bara-rp25-t-purbaya-pemerintah-rugi-besar, without altering the facts of the original article.

Perang Timur Tengah: China dan Rusia Bantu Iran Lawan AS

**Perang Timur Tengah: China dan Rusia Bantu Iran Lawan AS** **Momen Penentu di Menit Akhir** Konflik militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kian membara dan meluas ke berbagai sektor strategis dalam 10 hari terakhir. Pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran meluncurkan gelombang serangan udara terbaru yang menargetkan fasilitas infrastruktur digital milik perusahaan teknologi global. Serangan ini menandai babak baru dalam eskalasi konflik yang kian tidak terkendali di kawasan Timur Tengah. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pasukan IRGC Iran mengeklaim telah meluncurkan gelombang serangan rudal jelajah yang menyasar pusat data perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat, Amazon, yang berlokasi di Bahrain. Berdasarkan pernyataan resmi yang disiarkan oleh media pemerintah Iran, Fars News Agency, serangan mendadak tersebut berhasil menghancurkan fasilitas infrastruktur data pusat milik Amazon di negara Teluk tersebut. Aktivitas pelayaran komersial di sepanjang jalur perairan vital Selat Hormuz dilaporkan mengalami penurunan yang sangat drastis sejak pecahnya kembali pertempuran terbuka antara AS dan Iran. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Sektor teknologi secara masif terus terseret ke dalam garis depan pertempuran seiring berlanjutnya operasi militer antara pihak Washington dan Teheran. Penurunan drastis lalu lintas kapal ini berbanding terbalik dengan klaim politik yang disampaikan oleh pihak pemerintah AS. Pemerintahan Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa keamanan perairan Selat Hormuz akan terjamin, namun kenyataannya adalah kapal-kapal melintasi selat dengan transponder mereka dimatikan. Klaim ini menunjukkan bahwa keamanan perairan Selat Hormuz tidak dapat dipercaya dan AS tidak dapat menjaga keamanan di wilayah tersebut. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kondisi ini berarti bahwa AS tidak dapat menjaga keamanan perairan Selat Hormuz dan Iran terus berupaya untuk menghambat lalu lintas kapal di wilayah tersebut. Hal ini juga menunjukkan bahwa konflik antara AS dan Iran tidak akan selesai dalam waktu dekat. Dengan demikian, pemerintah AS harus mempertimbangkan untuk memperkuat keamanan di wilayah tersebut dan menemukan cara untuk menghentikan eskalasi konflik dengan Iran. China dan Rusia, yang merupakan dua negara besar yang mendukung Iran, juga harus mempertimbangkan untuk memainkan peran mereka dalam menghentikan konflik ini dan menemukan solusi yang lebih damai.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260722060610-4-752737/11-update-perang-timur-tengah-china-rusia-bantu-iran-lawan-as, without altering the facts of the original article.

Prabowo Akan Menentukan Nasib Anggaran Tambahan Transfer ke Daerah

**Prabowo Akan Menentukan Nasib Anggaran Tambahan Transfer ke Daerah** **Momen Penentu di Menit Akhir** Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mempersiapkan anggaran tambahan transfer ke daerah (TKD) dalam APBN 2026 untuk mendukung arus kas pemda. Namun, untuk nilai pasti penambahan TKD itu, ia mengaku harus mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto. **APA YANG TERJADI** Purbaya mengatakan bahwa anggaran tambahan TKD masih dalam proses dan belum bisa diumumkan secara resmi. Ia mengakui bahwa sudah ada masalah fiskal pemda karena anggaran TKD yang menurun. Pemerintah pusat harus terlebih dahulu memeriksa secara detail kondisi kas masing-masing pemda sebelum menentukan penambahan TKD. “Kita memang sedang memeriksa daerah-daerah mana saja yang enggak punya duit, ngakunya kan begitu, kita akan melihat uang mereka di bank seperti apa, dipakai apa enggak,” tegas Purbaya. Purbaya juga menyatakan bahwa pemerintah telah mempersiapkan anggaran tambahan TKD sebesar Rp 13,3 triliun, yang akan meningkatkan pagu TKD menjadi Rp 706,3 triliun dari Rp 693 triliun. Namun, penambahan TKD ini masih dalam proses dan harus mendapatkan restu dari Presiden Prabowo Subianto. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Pemerintah telah mempersiapkan anggaran tambahan TKD sebesar Rp 13,3 triliun. 2. Pemerintah harus memeriksa kondisi kas masing-masing pemda sebelum menentukan penambahan TKD. 3. Penambahan TKD ini masih dalam proses dan harus mendapatkan restu dari Presiden Prabowo Subianto. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penambahan anggaran TKD ini sangat penting untuk mendukung arus kas pemda. Namun, proses yang panjang dan kompleks harus dilalui sebelum penambahan TKD ini dapat diumumkan secara resmi. Pemerintah harus memastikan bahwa penambahan TKD ini tidak akan menambah beban fiskal pemda. Jika penambahan TKD ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka dapat diharapkan bahwa arus kas pemda akan meningkat dan dapat membantu meningkatkan perekonomian daerah. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Penambahan anggaran TKD ini masih dalam proses dan harus mendapatkan restu dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah harus memastikan bahwa penambahan TKD ini tidak akan menambah beban fiskal pemda. Jika penambahan TKD ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka dapat diharapkan bahwa arus kas pemda akan meningkat dan dapat membantu meningkatkan perekonomian daerah. Namun, proses yang panjang dan kompleks harus dilalui sebelum penambahan TKD ini dapat diumumkan secara resmi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260721212221-4-752734/anggaran-tambahan-transfer-ke-daerah-2026-tinggal-tunggu-restu-prabowo, without altering the facts of the original article.

Purbaya Tegaskan BK Batu Bara Tidak Jadi Sebab Shortfall Bea Cukai

**Purbaya Tegaskan BK Batu Bara Tidak Jadi Sebab Shortfall Bea Cukai** Pemerintah terus menghadapi kesulitan dalam mengumpulkan penerimaan bea dan cukai. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa penerimaan bea dan cukai di tahun 2026 akan jauh dari target yang ditetapkan. Menurut Purbaya, penerimaan bea dan cukai hanya mencapai Rp 320,6 triliun, atau 95,4% dari target APBN 2026 sebesar Rp 336 triliun. **Momen Penentu di Menit Akhir** Purbaya mengatakan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan kebijakan penerapan pungutan terhadap bea keluar batu bara sebagai penyebab utama shortfall penerimaan bea dan cukai. “Nah, itu kan tahun lalu juga sudah nggak ada kan bea keluar batu bara jadi bukan dari situ,” kata Purbaya dalam paparan APBN KiTA kemarin, Selasa (21/7/2026). Purbaya menjelaskan bahwa potensi shortfall setoran kepabeanan dan cukai dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas, yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global yang belum kondusif. Pemerintah merencanakan kebijakan Bea Keluar (BK) untuk ekspor batu bara, namun wacana ini belum dirilis. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pemerintah merencanakan kebijakan Bea Keluar (BK) untuk ekspor batu bara dengan tarif yang berjenjang, yakni antara 5% hingga 11%, mengikuti harga batu bara di pasar. Namun, wacana kebijakan pengenaan bea keluar untuk ekspor komoditas batu bara tersebut tidak juga dirilis. Penerimaan bea dan cukai di tahun 2026 hanya mencapai Rp 320,6 triliun, atau 95,4% dari target APBN 2026 sebesar Rp 336 triliun. Artinya, terjadi shortfall Rp 15,4 triliun. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah akan terus menghadapi kesulitan dalam mengumpulkan penerimaan bea dan cukai karena fluktuasi harga komoditas yang dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global yang belum kondusif. Pemerintah harus dapat menemukan solusi untuk meningkatkan penerimaan bea dan cukai agar dapat mencapai target APBN 2026. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Purbaya mengatakan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk meningkatkan penerimaan bea dan cukai. Pemerintah harus dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi kesulitan ini dan meningkatkan penerimaan bea dan cukai agar dapat mencapai target APBN 2026.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260722065748-4-752744/purbaya-bantah-bk-batu-bara-jadi-sebab-shortfall-setoran-bea-cukai, without altering the facts of the original article.

Pertamina Membangun Ekonomi Warga Balongan dengan PLTS

**Pertamina Membangun Ekonomi Warga Balongan dengan PLTS** Pertamina terus meningkatkan komitmennya dalam membangun ekonomi warga di sekitar wilayah operasional mereka. Lebih spesifik lagi, mereka telah meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Garbatera yang berfokus pada meningkatkan kesehatan dan perekonomian masyarakat. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan pelaku UMKM. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada bulan Juli 2025, Garbatera telah menggelar edukasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) bagi 30 kader Posyandu Desa Balongan disertai bantuan satu unit alat fogging. Pada bulan Agustus 2025, program PELITA (Pengasuhan Lestari Tumbuh Bersama) menjangkau 80 wali murid dan tenaga pendidik di dua PAUD Desa Balongan. Program ini bertujuan memperkuat pola asuh positif sejak usia dini. Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda, yaitu: – Edisi Bincang Sehat pada Mei 2026 menjangkau 45 kader Posyandu dan PKK, disertai bantuan alat kesehatan seperti timbangan digital, tensimeter, doppler, dan oximeter untuk memperkuat layanan Posyandu. – Kelompok Olahan Makanan Sehat (Omset) Balongan yang kini rutin memasok produk olahan ikan ke dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebanyak delapan kali sepanjang April 2026, seiring peningkatan pendapatan anggota kelompok sekitar Rp300.000 per bulan. – Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 10 KWH hasil kolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Program Desa Energi Berdikari pada Maret 2026. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dampak dari berjalannya program TJSL Garbatera sangat signifikan. Antara lain, kehadiran balita ke Posyandu meningkat 30 persen bersamaan dengan pemenuhan gizi pada bulan Vitamin A. Peningkatan pengetahuan kader kesehatan dan wali murid mengenai kesehatan keluarga serta pola asuh anak juga tercatat. Selain itu, penguatan layanan kesehatan dasar Posyandu melalui bantuan alat kesehatan dan renovasi Balai Perempuan Desa Balongan sebagai ruang pemberdayaan yang ramah bagi perempuan juga merupakan hasil dari program ini. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Bidan Desa Balongan, Dini S. Z., mengapresiasi konsistensi program TJSL Garbatera. Ia menilai program ini mampu mendukung pemenuhan gizi balita sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pengolahan pangan lokal. “Pemberian makanan tambahan ini sangat bermanfaat untuk balita di desa kami, apalagi diolah oleh warga sendiri. Harapannya, kesehatan anak-anak Balongan semakin baik dan angka gizi buruk bisa ditekan,” ujar Dini. Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Reno Fri Daryanto, menegaskan bahwa program CSR Garbatera hadir untuk memastikan kehadiran perusahaan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar wilayah operasional. “Kesehatan anak adalah investasi masa depan. Melalui program Garbatera, kami tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga memastikan proses pengolahannya melibatkan mitra binaan lokal sehingga manfaatnya berlipat, baik bagi kesehatan maupun perekonomian masyarakat,” ujar Reno. Dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bersinergi dalam memastikan program TJSL memberikan dampak yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Program ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya poin 2 Tanpa Kelaparan, dan poin 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260722073141-4-752757/manfaatkan-plts-pertamina-tingkatkan-ekonomi-kesehatan-warga-balongan, without altering the facts of the original article.