Samsung Galaxy Z Fold8 dan Z Fold8 Ultra: Spesifikasi Lengkap, Harga Mulai dari Rp 20 Juta

Samsung Galaxy Z Fold8 dan Z Fold8 Ultra: Spesifikasi Lengkap, Harga Mulai dari Rp 20 Juta **Pembuka** Samsung Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Fold8 Ultra hadir dengan perubahan besar pada seri HP lipat Fold generasi ke-8. Dua varian ini menawarkan spesifikasi yang lebih canggih dan desain yang lebih menarik. **Momen Penentu di Menit Akhir** Sesuai rumor yang santer beredar sebelumnya, Samsung menghadirkan varian baru dengan embel-embel ‘Ultra’ untuk seri Fold. Jadi, kali ini ada dua model untuk seri Fold: Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Fold8 Ultra. Galaxy Z Fold8 tampil dengan form factor yang ‘fresh’, lebih ‘bantet’ dengan bobot super ringan, memiliki aspek rasio 4:3 untuk konsumsi media dan hiburan yang fleksibel. Sementara itu, Galaxy Z Fold8 Ultra hadir dengan desain menyerupai Galaxy Z Fold7, tetapi dengan bodi lebih tipis dan spesifikasi garang. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Varian Ultra ini masih tetap menyasar pengguna dengan kebutuhan produktivitas kelas wahid. Ada beberapa peningkatan yang menjadi ‘highlight’ untuk duo Galaxy Z Fold8 dan Z Fold8 Ultra, selain dari aspek desain. Antara lain, baterai dengan kapasitas lebih besar tanpa membuat bodi ‘bulky’ berkat teknologi silikon-karbon, kamera Galaxy Z Fold8 Ultra yang disamakan dengan Galaxy S26 Ultra, serta sistem hinge dan magnet buka-tutup yang lebih smooth dan kokoh. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan spesifikasi yang lebih canggih dan desain yang lebih menarik, Galaxy Z Fold8 dan Z Fold8 Ultra siap menghadapi persaingan di pasar smartphone. Varian Ultra ini akan menjadi pilihan utama bagi pengguna yang membutuhkan kekuatan dan fleksibilitas dalam satu perangkat. Sementara itu, Galaxy Z Fold8 akan menjadi pilihan yang lebih terjangkau bagi pengguna yang ingin mencoba teknologi HP lipat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Samsung Galaxy Z Fold8 dibanderol mulai Rp28.499.999, sementara Galaxy Z Fold8 Ultra dipatok mulai Rp32.499.999 di Indonesia. Ada banyak promo dalam masa periode pemesanan awal (pre-order). Salah satunya, diskon khusus hingga Rp4 juta untuk beberapa model. Berikut daftar harganya:

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260718162950-37-751863/samsung-galaxy-z-fold8-dan-z-fold8-ultra-spesifikasi-lengkap-di-ri, without altering the facts of the original article.

Samsung Galaxy Z Flip8 dan Z Fold8 Ultra Tiba, Harga Mulai dari Rp 20 Juta

Samsung meluncurkan seri HP lipat teranyarnya, yakni Galaxy Z Flip8, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Fold8 Ultra. Masing-masing model ini membawa peningkatan dari segi desain, fitur, dan kinerja.

**Momen Penentu di Menit Akhir** Samsung Galaxy Z Flip8 merupakan HP lipat model clamshell terbaru yang membawa peningkatan minor, tetapi krusial. Salah satu perubahan signifikan adalah dari segi engsel (hinge) yang makin kokoh dengan mekanisme buka-tutup lebih seamless, berkat celah bezel bagian dalam yang lebih lebar. Bodinya makin ringan, hanya 180 gram atau beda 8 gram dibandingkan Galaxy Z Flip7. Ketebalannya juga berkurang cukup signifikan menjadi 6,1 mm saat dibuka, berbanding 6,5 mm pada Galaxy Z Flip7. Ada dua fitur baru yang patut jadi sorotan, yaitu Flip Shot dan mode Perekaman Ganda. Flip Shot memungkinkan pengguna menyesuaikan background pada cover screen saat mengambil mirror selfie, sehingga pengalaman membuat konten jadi lebih unik dan ekspresif. Kemudian ada pula mode Perekaman Ganda yang untuk membuat konten lebih dinamis dengan mengaktifkan kamera depan dan belakang secara bersamaan. Pengguna dan teman bisa sama-sama melihat preview video secara simultan dari angle berbeda, sehingga menciptakan sinkronisasi yang sempurna. Hasilnya bisa langsung dibagikan ke media sosial tanpa perlu diedit lebih lanjut. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sama seperti Galaxy Z Flip8, ketahanan fisik juga menjadi peningkatan yang dibawa Samsung pada Galaxy Z Fold8. Dengan lapisan ganda titanium di bawah layar, panel akan lebih tahan terhadap guncangan. Engselnya juga dibuat lebih kokoh dengan mekanisme buka-tutup yang mulus. Galaxy Z Fold8 juga menjadi HP lipat book-style teringan dari Samsung, dengan bobot hanya 201 gram. Dengan cover screen lega berukuran 5,5-inci, HP ini bisa langsung masuk kantong tanpa terganjal tonjolan yang kerap mengganggu. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penggunaan material tangguh dan mekanisme hinge yang lebih seamless pada Galaxy Z Fold8 dan Z Flip8 menunjukkan bahwa Samsung memprioritaskan kenyamanan dan keamanan pengguna. Dengan demikian, pengguna dapat menggunakan HP lipat dengan lebih percaya diri dan tidak khawatir akan rusaknya perangkat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Saat ini, Samsung telah meluncurkan tiga model HP lipat teranyarnya, yaitu Galaxy Z Flip8, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Fold8 Ultra. Masing-masing model ini membawa peningkatan dari segi desain, fitur, dan kinerja. Namun, masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh untuk membuat HP lipat menjadi lebih umum dan terjangkau bagi masyarakat luas. Dengan harga mulai dari Rp 20 juta, Galaxy Z Flip8 dan Z Fold8 Ultra menawarkan pengalaman pengguna yang lebih baik dan lebih modern. Namun, harga ini masih relative mahal dan tidak dapat dijangkau oleh banyak orang. Oleh karena itu, Samsung harus terus mengembangkan teknologi dan meningkatkan kinerja HP lipat untuk membuatnya lebih terjangkau dan lebih umum.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260722234153-37-753088/cek-harga-resmi-samsung-galaxy-z-flip8-z-fold8-z-fold8-ultra-di-ri, without altering the facts of the original article.

5 Raksasa Teknologi AS Tertimbun Utang Rp 30 Triliun, Krisis Keuangan Global Meningkat

Lima raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) tertimbun utang berkat pengembangan AI di tiap perusahaan. Besarannya mencapai US$1,65 triliun (Rp 29.515 triliun), dikutip dari AI Weekly, Rabu (22/7/2026).

Momen Penentu di Menit Akhir

Laporan Nikkei menyebutkan bahwa lima perusahaan Alphabet milik Google, Microsoft, Amazon, Meta, dan Oracle terjerat utang akibat pengembangan AI. Utang tersebut berada luar neraca keuangan di seluruh perusahaan dan telah membengkak delapan kali lipat hanya dalam waktu empat tahun. Instrumen yang masuk dalam studi adalah sewa pusat data dan kontrak pasokan GPU, yang merupakan kewajiban sebagai utang jika dibayarkan terlepas dari permintaan namun tidak tercatat dalam pos utang saat pasar menilai ekuitas.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Menurut laporan, Meta memiliki kewajiban di luar neraca mencapai US$420 miliar (Rp 7.523 triliun) atau tiga kali lipat dari yang tercatat. Perlu dicatat juga jika utang para perusahaan adalah konstruksi bukan pos akuntasi dari GAAP. Laporan itu juga tidak merinci besaran utang pada tiap perusahaan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Fenomena ini terjadi saat investasi untuk industri AI juga mengalami peningkatan selama beberapa waktu terakhir. Industri AI yang terus berkembang dapat menjadi penyebab utang para perusahaan meningkat. Namun, hal ini juga dapat menjadi tantangan bagi perusahaan untuk mengelola utang mereka dan meningkatkan keamanan keuangan mereka.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Krisis keuangan global yang meningkat dapat menyebabkan perusahaan-perusahaan tersebut menghadapi kesulitan dalam mengelola utang mereka. Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah yang lebih baik dalam mengelola utang dan meningkatkan keamanan keuangan. Perusahaan-perusahaan tersebut juga perlu meningkatkan transparansi dalam mengungkapkan utang mereka dan membuat rencana untuk mengelola utang mereka secara efektif.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260723071401-37-753099/5-raksasa-teknologi-as-tertimbun-utang-tembus-rp-30-ribu-triliun, without altering the facts of the original article.

Geger Mantan Menteri RI Terciduk Jualan Beras di Glodok

Geger Mantan Menteri RI Terciduk Jualan Beras di Glodok Pada tahun 1980-an, mantan Menteri Agama RI Saifuddin Zuhri terbongkar berjualan beras di Pasar Glodok, Jakarta. Aktivitas ini dilakukan setiap pagi, setelah menunaikan salat Dhuha, dengan menyetir mobil sendiri dan mengangkut barang dagangan menuju pasar. **Momen Penentu di Menit Akhir** Mantapnya kehidupan pejabat negara setelah pensiun sering menjadi tanda tanya publik. Terkadang, mereka memilih menikmati masa tua, tetapi ada pula yang tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup. Saifuddin Zuhri merupakan salah satu contoh yang menarik perhatian. Dia dilantik sebagai Menteri Agama RI ke-10 pada 2 Maret 1962 dan mengakhiri masa jabatannya pada 1967. Setelah benar-benar pensiun dari jabatan negara, kehidupannya berubah jauh dari kemewahan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada era 1980-an, Saifuddin diketahui berjualan beras di Pasar Glodok. Aktivitas ini dilakukan setiap pagi sekitar pukul 09.00 WIB, seusai menunaikan salat Dhuha, dengan menyetir mobil sendiri dan mengangkut barang dagangan menuju pasar. Yang menarik, kegiatan berdagang tersebut berlangsung cukup lama tanpa diketahui keluarganya. Mereka hanya mengetahui Saifuddin selalu pulang membawa uang, tetapi tidak pernah tahu dari mana penghasilan itu berasal. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kejadian ini menunjukkan bahwa Saifuddin Zuhri memiliki nilai-nilai yang kuat dalam menjalani hidup. Dia tidak hanya menikmati kehidupan sebagai mantan menteri, tetapi juga memiliki niat untuk tetap bekerja dan memberikan kontribusi pada masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa dia memiliki kesadaran akan tanggung jawab sosial dan keinginan untuk tetap menjadi bagian dari masyarakat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kejadian ini juga menunjukkan bahwa Saifuddin Zuhri memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat. Dia tidak hanya berdagang, tetapi juga memiliki pengaruh yang signifikan dalam membantu orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa dia memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin yang baik dan memiliki visi untuk membantu orang lain. Dalam autobiografinya Berangkat dari Pesantren (1984), Saifuddin menceritakan bahwa pada 1942, ketika anak pertamanya lahir, dia pernah mencari nafkah sebagai pedagang. Saat itu, dia menjual apa saja yang bisa menghasilkan uang. Mulai dari pakaian bekas, peralatan rumah tangga bekas, hingga rokok. Kesederhanaan Saifuddin ternyata sudah terlihat sejak masih menjabat sebagai Menteri Agama. Baginya, jabatan merupakan amanah yang tidak boleh dimanfaatkan untuk memperoleh keistimewaan pribadi. Salah satu sikap yang paling dikenal adalah penolakannya terhadap fasilitas rumah dinas. Meski berhak menempati rumah dinas menteri, Saifuddin memilih tetap tinggal di rumah pribadinya di Jalan Dharmawangsa Raya No. 4, Kebayoran Baru. Bahkan ketika didesak agar menerima fasilitas tersebut, dia tetap menolak karena tidak ingin bersikap serakah. “Kalau begitu aku serakah namanya. Kalau menteri agama sudah serakah, bagaimana yang lain… sikapku tegas. Sejak itu aku tetap menempati rumah sendiri hingga sekarang,” tegasnya. Saifuddin kemudian memilih menyicil rumah sendiri di kawasan Jalan Hang Tuah 1/6, Kebayoran Baru, sebagai wujud komitmennya menjalani hidup sederhana dan mandiri. Setelah cicilan lunas, rumah tersebut bahkan dihibahkan secara cuma-cuma untuk kepentingan sosial Nahdlatul Ulama. Jejak hidup Saifuddin Zuhri berakhir pada 25 Februari 1986 setelah berjuang melawan sakit. Berpuluh tahun setelah meninggalkan jabatan, pengabdiannya seolah berlanjut ketika putra bungsunya, Lukman Hakim Saifuddin, dipercaya menjadi Menteri Agama dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo. Kehidupan Saifuddin Zuhri merupakan contoh yang menarik perhatian. Dia menunjukkan bahwa setelah pensiun dari jabatan negara, seseorang dapat tetap menjadi bagian dari masyarakat dan memberikan kontribusi pada orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai yang kuat dapat membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih sejahtera.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714151404-25-750735/geger-mantan-menteri-ri-terciduk-jualan-beras-di-glodok, without altering the facts of the original article.

Heboh! Dukun di Jakarta Ngaku Kenal Orang Istana, Sukses Raup Miliaran

**Heboh! Dukun di Jakarta Ngaku Kenal Orang Istana, Sukses Raup Miliaran** **Pembuka** Pada tahun 1949, Jakarta menjadi saksi kejadian penipuan yang sangat mengejutkan. Seorang wanita bernama Raden Ajoe mengaku memiliki kemampuan sebagai dukun dan peramal, serta mengenal seseorang kaya raya yang bolak-balik di Istana Negara. Dengan modus ini, dia berhasil menipu banyak orang dan mengumpulkan uang yang sangat fantastis. **Mengapa & Dampak** Pada awal abad ke-20, kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal mistis masih sangat kuat. Banyak orang percaya bahwa dukun dan peramal memiliki kemampuan untuk melihat masa depan dan mengetahui lokasi harta karun yang terpendam. Raden Ajoe memanfaatkan kepercayaan ini dengan mengaku memiliki kemampuan tersebut. Dia juga memainkan sandiwara lain dengan berpura-pura menelepon seorang temannya yang disebut sebagai orang kaya di Istana Negara. Aksi ini membuat para korban semakin yakin bahwa dia memiliki koneksi dengan kalangan berpengaruh. Namun, penipuan Raden Ajoe akhirnya terbongkar setelah seorang pengusaha China melaporkannya kepada polisi. Hasil penyelidikan menemukan bahwa Raden Ajoe bukanlah seorang dukun, melainkan pengangguran yang memanfaatkan kepercayaan masyarakat. Penyelidikan juga menemukan bahwa dia telah menipu banyak orang di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya, dengan nilai uang yang dikumpulkan hingga 175.570 gulden. Jika dikonversikan dengan harga emas tahun 2024, nilainya setara sekitar Rp4 miliar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Raden Ajoe mengaku memiliki kemampuan sebagai dukun dan peramal, serta mengenal seseorang kaya raya yang bolak-balik di Istana Negara. 2. Dia memainkan sandiwara lain dengan berpura-pura menelepon seorang temannya yang disebut sebagai orang kaya di Istana Negara. 3. Penyelidikan menemukan bahwa Raden Ajoe bukanlah seorang dukun, melainkan pengangguran yang memanfaatkan kepercayaan masyarakat. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kejadian penipuan Raden Ajoe dapat dijadikan contoh penting tentang pentingnya kesadaran masyarakat terhadap penipuan. Dengan memahami modus penipuan dan tidak terlalu percaya dengan klaim-klaim yang tidak masuk akal, kita dapat menghindari menjadi korban penipuan. Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan bahwa penipuan dapat terjadi di mana saja dan pada siapa saja, sehingga kita harus selalu waspada dan tidak terlalu percaya dengan orang atau klaim yang tidak terpercaya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kejadian penipuan Raden Ajoe dapat dijadikan pelajaran penting tentang pentingnya kesadaran masyarakat terhadap penipuan. Dengan memahami modus penipuan dan tidak terlalu percaya dengan klaim-klaim yang tidak masuk akal, kita dapat menghindari menjadi korban penipuan. Namun, untuk melakukan ini, kita harus selalu waspada dan tidak terlalu percaya dengan orang atau klaim yang tidak terpercaya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260715160936-25-751065/heboh-dukun-di-jakarta-ngaku-kenal-orang-istana-sukses-raup-miliaran, without altering the facts of the original article.

Menteri RI Bongkar Korupsi Dibantu Tentara, 2.116 Pejabat Terjaring

**Menteri RI Bongkar Korupsi Dibantu Tentara, 2.116 Pejabat Terjaring** Dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia, terdapat sebuah operasi besar yang melibatkan kerja sama antara seorang menteri dan aparat militer. Operasi ini berhasil menjaring 2.116 pejabat negara dalam delapan bulan pertama pelaksanaannya. Tokoh yang memimpin operasi itu adalah Menteri Negara Penertiban dan Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) J.B. Sumarlin. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada Juni 1977, Presiden Soeharto menunjuk Sumarlin sebagai Koordinator Operasi Tertib (Opstib) Pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 1977. Tugas yang diberikan tidak ringan. Sumarlin diminta memberantas praktik koruptif, seperti pungutan liar, penyalahgunaan wewenang, serta berbagai bentuk penyelewengan yang dilakukan aparatur negara. Agar operasi berjalan efektif, pemerintah menempatkan Opstib di bawah Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib). Kepala Staf Kopkamtib saat itu, Laksamana TNI Sudomo, dipercaya memimpin unsur pelaksana Opstib sekaligus memberikan dukungan penuh kepada Sumarlin dalam menjalankan operasi penertiban. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam autobiografi J.B. Sumarlin: Cabe Rawit yang Lahir di Tengah Sawah (2012), Sumarlin menceritakan bahwa kasus pertama yang berhasil dibongkar adalah praktik mafia peradilan. Tim Opstib menangkap belasan hakim dari berbagai tingkat peradilan. Mulai dari pengadilan negeri hingga pengadilan tinggi di sejumlah provinsi. Para hakim tersebut kemudian menjalani pemeriksaan intensif. Setelah itu, sasaran operasi diperluas ke berbagai sektor strategis. Opstib melakukan penertiban di lingkungan perbankan, pelabuhan, kepegawaian, hingga pertanahan yang selama itu dinilai rawan penyimpangan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Hasil operasi tersebut tergolong sangat besar. Dalam delapan bulan pertama pelaksanaan Opstib, rata-rata 15 pejabat dijaring setiap hari. Secara keseluruhan terdapat 2.116 pejabat yang digaji negara terseret dalam 1.290 kasus. Mereka berasal dari berbagai institusi, mulai dari hakim, jaksa, kepala dinas hingga staf ASN. Para pelaku kemudian dijatuhi sanksi administratif maupun diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Keberhasilan itu membuat Opstib menjadi lembaga yang sangat disegani pada masanya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Menurut Sumarlin, kecepatan gerak operasi tersebut membuat banyak pejabat yang melakukan penyimpangan merasa khawatir. “Pendeknya, Opstib yang bergerak cepat selama periode 1977-1983 itu merupakan ‘momok’ yang paling ditakuti. Duet Sudomo-Sumarlin tampak tak segan-segan menghantam siapa saja yang diketahui melakukan penyelewengan,” kenang Sumarlin. Bertahun-tahun setelah operasi tersebut berakhir, Sumarlin mengaku tidak pernah melupakan peran Sudomo yang selalu memberikan dukungan selama dirinya memimpin Opstib. Menurutnya, dukungan dari unsur militer menjadi faktor penting dalam membongkar berbagai kasus penyelewengan, terutama yang berkaitan dengan penyalahgunaan tanah negara. “Saya akan selalu mengenang dan berterima kasih kepada Laksamana Sudomo. […] Pak Domo dengan Opstib-nya memberi full backing. Pokoknya dalam semua urusan penyelewengan tanah negara yang dipakai swasta, Pak Domo selalu turun tangan membantu saya,” ujar Sumarlin. Dalam artikel ini, kita dapat melihat bahwa operasi penertiban yang dipimpin oleh Menteri Negara Penertiban dan Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) J.B. Sumarlin bersama Laksamana TNI Sudomo berhasil menjaring 2.116 pejabat negara dalam delapan bulan pertama pelaksanaannya. Operasi ini merupakan contoh nyata bahwa kerja sama antara pemerintah dan aparat militer dapat membantu membasmi korupsi di dalam negeri. Namun, perlu diingat bahwa perjalanan menuju pemberantasan korupsi masih panjang dan memerlukan kerja sama yang lebih intensif dari semua pihak.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260718082615-25-751813/menteri-ri-bongkar-korupsi-dibantu-tentara-2116-pejabat-terjaring, without altering the facts of the original article.

20 Contoh Ungkapan Peribahasa dan Artinya dalam Konteks Kearifan Tradisional

Indonesia adalah sebuah bangsa yang sangat kaya akan warisan budaya, salah satunya tercermin melalui kekayaan bahasa. Peribahasa dan ungkapan tradisional merupakan cerminan dari cara pandang, nilai-nilai moral, serta kearifan lokal (local wisdom) yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Melalui peribahasa, para leluhur tidak hanya sekadar merangkai kata-kata indah, melainkan menyampaikan nasihat kehidupan, etika sosial, pedoman kepemimpinan, hingga cara menjaga keharmonisan alam. Mempelajari peribahasa berarti menelusuri akar filosofi hidup masyarakat Nusantara yang sarat akan makna mendalam.

Artikel ini akan membahas secara lengkap 20 contoh ungkapan peribahasa dan artinya dalam konteks kearifan tradisional, yang disusun secara menarik, informatif, dan ramah SEO untuk memperkaya wawasan Anda.

Apa Itu Kearifan Tradisional dalam Peribahasa?

Kearifan tradisional adalah nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sistem sosial masyarakat, yang biasanya disampaikan secara lisan melalui pantun, petuah, maupun peribahasa. Dalam konteks budaya Nusantara—khususnya budaya Melayu, Jawa, Sunda, dan daerah lainnya—peribahasa berfungsi sebagai alat kontrol sosial yang efektif tanpa harus menyakiti perasaan orang lain.

Penggunaan peribahasa sering kali digunakan untuk:

  • Menyampaikan kritik secara halus dan santun.
  • Memberikan motivasi atau dorongan moral.
  • Mengajarkan pentingnya kerja sama, kerendahan hati, dan kebijaksanaan.

Mari kita simak 20 contoh peribahasa pilihan yang sarat akan makna kearifan tradisional berikut ini.

20 Contoh Ungkapan Peribahasa dan Artinya

1. Bagai Air di Daun Talas

  • Arti: Seseorang yang pendiriannya tidak tetap, mudah berubah-ubah, atau tidak mempunyai pendirian yang kuat.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Mengajarkan pentingnya keteguhan hati dan integritas dalam memegang prinsip hidup, agar seseorang tidak mudah terombang-ambing oleh pengaruh buruk di luar dirinya.

2. Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh

  • Arti: Segala pekerjaan atau masalah akan mudah diselesaikan jika dikerjakan secara bersama-sama (gotong royong), sebaliknya perpecahan akan membawa kelemahan.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Ini adalah fondasi utama masyarakat agraris Nusantara yang sangat mengandalkan semangat kebersamaan dalam mengolah lahan dan membangun desa.

3. Di Mana Bumi Dipijak, Di Situlah Langit Dijunjung

  • Arti: Kita harus senantiasa menghormati adat istiadat, aturan, dan budaya di tempat kita berada atau tinggal.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Menekankan pentingnya toleransi, adaptasi, dan sikap menghargai kearifan lokal masyarakat setempat demi terciptanya keharmonisan sosial.

4. Tak Kan Melayu Hilang di Bumi

  • Arti: Semangat kebudayaan, identitas, dan nilai-nilai luhur suatu bangsa tidak akan mudah musnah selama masyarakatnya tetap menjunjung tinggi kehormatan dan budi pekerti.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Ungkapan kultural yang menyalakan rasa cinta tanah air serta pelestarian identitas budaya di tengah arus globalisasi.

5. Air Tenang Menghanyutkan

  • Arti: Orang yang pendiam, tenang, atau tidak banyak bicara biasanya memiliki banyak ilmu, keahlian, atau bahkan potensi tersembunyi yang berbahaya jika diremehkan.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Mengingatkan agar kita tidak mudah menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya saja, serta pentingnya bersikap rendah hati.

6. Berakit-rakit ke Hulu, Berenang-renang ke Tepian; Bersakit-sakit dahulu, Bersenang-senang kemudian

  • Arti: Untuk mencapai sebuah kesuksesan, kebahagiaan, atau tujuan mulia, seseorang harus melewati perjuangan, kerja keras, dan ujian hidup terlebih dahulu.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Filosofi ketekunan dan etos kerja tinggi yang selalu ditanamkan orang tua kepada anak-anaknya di masa lampau.

7. Lempar Batu Sembunyikan Tangan

  • Arti: Perbuatan seseorang yang melakukan kejahatan, kekacauan, atau masalah, tetapi kemudian pura-pura tidak tahu atau tidak mau bertanggung jawab.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Mengajarkan nilai kejujuran, tanggung jawab moral, dan keberanian untuk mengakui setiap konsekuensi dari tindakan yang diperbuat.

8. Tong Kosong Nyaring Bunyinya

  • Arti: Orang yang sedikit pengetahuannya atau tidak berilmu biasanya paling banyak bicara, menyombongkan diri, atau besar omong kosongnya.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Dorongan agar manusia senantiasa menjadi pribadi yang bijaksana, banyak mendengar, dan kaya akan substansi ketimbang sekadar sensasi.

9. Nasi Sudah Menjadi Bubur

  • Arti: Sesuatu perbuatan atau kejadian telanjur terjadi dan tidak dapat diubah atau diperbaiki seperti sediakala.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Peringatan agar kita selalu berhati-hati, berpikir panjang, dan penuh pertimbangan sebelum mengambil keputusan penting dalam hidup.

10. Masuk Kandang Kambing Mengembik, Masuk Kandang Kerbau Menguak

  • Arti: Kita harus bisa menyesuaikan diri dengan adat istiadat, kebiasaan, atau lingkungan baru tempat kita berada.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Menyoroti pentingnya keluwesan sosial (adaptability) dalam berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat yang majemuk.

11. Sedia Payung Sebelum Hujan

  • Arti: Kita harus selalu bersiap-siap menghadapi segala kemungkinan buruk, kesulitan, atau bahaya sebelum hal tersebut benar-benar terjadi.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Mengajarkan sikap mawas diri, perencanaan matang, dan mitigasi risiko dalam mengelola kehidupan maupun pertanian.

12. Menepuk Air di Dulang, Terpercik Muka Sendiri

  • Arti: Menceritakan atau membuka keburukan keluarga atau kelompok sendiri yang pada akhirnya justru akan mempermalukan diri sendiri.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Menjaga kehormatan kolektif, kerukunan keluarga, dan etika komunikasi agar tidak saling menjatuhkan di ruang publik.

13. Tak Ada Gading yang Tak Retak

  • Arti: Tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna; setiap orang pasti memiliki kelemahan, kekurangan, atau pernah berbuat kesalahan.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Menumbuhkan sifat pemaaf, toleran, dan tidak mudah menghakimi orang lain secara berlebihan.

14. Bagai Musuh dalam Selimut

  • Arti: Orang terdekat atau kawan sendiri yang ternyata diam-diam berkhianat, mencelakai, atau menjadi musuh dalam kelompok.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Pengingat agar tetap waspada dalam membangun kepercayaan sosial, karena bahaya terbesar terkadang datang dari orang yang paling dipercaya.

15. Sepandai-pandai Tupai Melompat, Sekali Gagal Jatuh Juga

  • Arti: Sehebat-hebatnya seseorang menyembunyikan kejahatan, kecurangan, atau kesalahan, suatu saat pasti akan terbongkar juga.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Filosofi moral bahwa kebenaran dan hukum alam (karma) akan selalu menemukan jalannya untuk menegakkan keadilan.

16. Ada Gula Ada Semut

  • Arti: Di tempat atau daerah yang banyak sumber kemakmuran, keuntungan, atau rezeki, di situlah banyak orang akan datang berkumpul.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Menggambarkan dinamika sosial ekonomi masyarakat tradisional dalam melihat pusat-pusat keramaian atau pusat perdagangan.

17. Jati Diri Bagai Garam di Laut, Asam di Gunung Bertemu dalam Belanga

  • Arti: Jodoh atau pertemuan antar-manusia yang sudah ditakdirkan, meskipun berasal dari tempat yang sangat jauh, pasti akan dipertemukan juga.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Pandangan hidup masyarakat tradisional yang percaya pada takdir, kebesaran Tuhan, serta keterikatan tak kasat mata antar-manusia.

18. Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu

  • Arti: Tetaplah maju dan fokus pada tujuan hidup atau kebenaran yang diyakini, tanpa harus mempedulikan cercaan, fitnah, atau cemoohan orang lain.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Mengajarkan ketegaran mental, ketahanan emosional, dan fokus pada produktivitas daripada mendengarkan hal-hal negatif.

19. Sambil Diving Minum Air, Sambil Berenang Minum Air (Sambil Ber menyelam Minum Air)

  • Arti: Sekali melakukan satu pekerjaan atau kegiatan, sekaligus mendapatkan dua atau tiga keuntungan atau tujuan tercapai.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Menunjukkan kecerdikan, efisiensi, dan kebiasaan masyarakat tradisional yang produktif dalam memanfaatkan setiap peluang.

20. Karena Nila Setitik, Rusak Musu Sebelanga

  • Arti: Hanya karena sebuah kesalahan kecil yang diperbuat, kebaikan atau nama baik yang sudah besar seketika hancur dan tercemar.
  • Konteks Kearifan Tradisional: Peringatan keras agar kita selalu menjaga perilaku, nama baik, dan kredibilitas diri di hadapan masyarakat umum.

Kesimpulan

Peribahasa bukan sekadar hiasan kata dalam sastra, melainkan kompas moral warisan leluhur yang sarat akan makna kearifan tradisional. Di tengah era modern yang serba cepat ini, memahami dan merenungkan makna di balik 20 contoh peribahasa di atas dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih bijaksana, santun, serta menghargai akar budaya bangsa.

Mari lestarikan kekayaan bahasa dan kearifan lokal Nusantara agar nilai-nilai luhur tersebut tetap hidup dan relevan sepanjang masa.

penulis:M.Y

BRI Peduli Bantu Perempuan Ini Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut

**BRI Peduli Bantu Perempuan Ini Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut** **Pembuka** Rosyidah, seorang perempuan dari Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, telah mencapai kesuksesan dalam mengembangkan usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. Dengan bantuan dari Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan oleh BRI, Rosyidah berhasil meningkatkan penjualan produknya dan memperluas pilihan produk yang ditawarkan kepada konsumen. **Mengapa & Dampak** Empat tahun bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Rosyidah. Setelah kembali ke Indonesia, ia melihat potensi yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir, yaitu hasil laut yang tersedia dalam jumlah melimpah namun belum diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Dengan demikian, Rosyidah melihat sebuah peluang yang layak diperjuangkan untuk membuka kesempatan bagi para ibu nelayan di sekitar lingkungannya untuk ikut berkarya dan memperoleh tambahan penghasilan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Rosyidah mulai merintis usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. Namun, perjalanan membangun usaha tidaklah mudah. Tantangan terbesar yang dihadapi Rosyidah justru datang dari proses membangun kepercayaan diri sebagai seorang pelaku usaha. Ia harus belajar mengubah pola pikir, bangkit dari berbagai keraguan, hingga memahami cara memasarkan produknya agar semakin dikenal masyarakat. Keinginan untuk terus berkembang membawanya mengikuti Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan oleh BRI. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** – Rosyidah mengikuti Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan oleh BRI untuk memperkuat kemampuan berwirausaha sekaligus memperluas wawasan mengenai pengembangan usaha. – Melalui pelatihan tersebut, Rosyidah memperoleh perspektif baru yang membantunya melihat usahanya dengan cara yang berbeda. – Rosyidah juga memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Perubahan tersebut turut berdampak pada perkembangan usahanya. Jika sebelumnya penjualan C’milzea rata-rata hanya mencapai sekitar 50 kemasan, kini meningkat menjadi sekitar 70 hingga 100 kemasan. Selain itu, produk yang awalnya terbatas kini berkembang menjadi tiga variasi produk. Bagi Rosyidah, perjalanan dari negeri rantau hingga membangun usaha di kampung halaman menjadi bukti bahwa kesempatan untuk bertumbuh selalu terbuka bagi siapa saja yang mau belajar. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dukungan melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan fasilitas KUR BRI membantu Rosyidah untuk terus berkembang dan meningkatkan penjualan produknya. Namun, perjalanan membangun usaha masih panjang dan penuh tantangan. Rosyidah akan terus belajar dan berkembang untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan meningkatkan kesuksesan usahanya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260719143046-25-751953/bri-peduli-bantu-perempuan-ini-kembangkan-usaha-olahan-hasil-laut, without altering the facts of the original article.

Pelatihan Sertifikasi Halal BRI Peduli Bantu UMKM Tingkatkan Omzet

**Pelatihan Sertifikasi Halal BRI Peduli Bantu UMKM Tingkatkan Omzet** **Pembuka** Banyak usaha kecil yang lahir dari masa-masa sulit, termasuk BUNCY, usaha rumahan milik Lucy Emilda yang mulai dirintis pada tahun 2020 ketika pandemi memaksa banyak orang mencari cara untuk tetap bertahan. Dari dapur sederhana di Cimahi, Jawa Barat, Lucy mengolah cheese stick dengan harapan sederhana, menghadirkan camilan yang disukai banyak orang sekaligus menjadi penopang ekonomi keluarga. **Momen Penentu di Menit Akhir** Usaha BUNCY terus berkembang dengan mengedepankan cita rasa dan kualitas pada setiap produk yang dihasilkan. Namun, membangun sebuah usaha bukanlah perjalanan yang mudah. Di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin ketat, membangun kepercayaan konsumen menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Lucy dalam mengembangkan usahanya. Baginya, kepercayaan merupakan modal penting agar sebuah produk dapat diterima oleh masyarakat. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Lucy mengaku bahwa usaha kuliner, khususnya yang telah memiliki sertifikat halal, lebih mudah mendapatkan kepercayaan konsumen. Melalui fasilitasi Program Sertifikasi Halal dari BRI, BUNCY memperoleh kesempatan untuk melengkapi legalitas usahanya. Sertifikat halal menjadi pijakan awal bagi Lucy untuk melangkah lebih jauh dalam mengembangkan usahanya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Setelah mendapatkan sertifikasi halal, Lucy tidak berhenti sampai di situ. Ia melanjutkan pengurusan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) agar produknya memiliki legalitas yang semakin lengkap dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. “Setelah memiliki Sertifikasi Halal saya lanjut mengurus Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dengan kelengkapan tersebut saya bisa lebih luas melakukan jangkauan pasar dan berdampak pada peningkatan revenue usaha saya,” cerita Lucy. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Bagi Lucy, manfaat program ini tidak hanya terletak pada sertifikat yang diterima, tetapi juga pada proses pendampingan yang membuat seluruh tahapan pengurusan terasa lebih mudah. Mulai dari persyaratan hingga administrasi, setiap proses dilalui dengan arahan yang jelas sehingga pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya. “Terima kasih kepada BRI yang telah memfasilitasi saya mendapatkan sertifikat halal, dengan segala kemudahan syarat dan administrasi, petunjuk dari petugas saya merasa sangat terbantu. Usaha saya sangat terbantu dengan program ini,” imbuhnya. **Kesimpulan** Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny mengungkapkan bahwa BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, terus mengambil peran membantu pelaku UMKM melalui kegiatan pelatihan dan pemberian sertifikasi halal yang diharapkan dapat menciptakan UMKM yang dapat bersaing di pasar. Melalui pelatihan ini, BRI berharap pelaku UMKM mampu menjaga mutu produk, memperluas akses pasar, dan semakin siap naik kelas. **Output** Dengan dukungan dari BRI Peduli, BUNCY terus melangkah dengan keyakinan yang lebih besar. Dari sebuah dapur sederhana di Cimahi, usaha yang lahir di tengah pandemi ini membuktikan bahwa kesempatan dan pendampingan yang tepat mampu membantu pelaku UMKM tumbuh lebih percaya diri, memperluas pasar, dan terus berkembang secara berkelanjutan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720115458-25-752159/pelatihan-sertifikasi-halal-bri-peduli-bantu-umkm-tingkatkan-omzet, without altering the facts of the original article.

Bikin Geger! Pejabat RI Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas

**Bikin Geger! Pejabat RI Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas** **Momen Penentu di Menit Akhir** Di saat banyak pejabat memanfaatkan mobil dinas untuk berbagai keperluan, pejabat Indonesia bernama Baharuddin Lopa justru memilih naik angkutan kota (angkot) saat akhir pekan. Bukan karena tidak memiliki kendaraan, melainkan karena dia berpegang teguh pada prinsip bahwa mobil dinas hanya boleh digunakan untuk menjalankan tugas negara. Bagi Lopa, menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi adalah sesuatu yang haram. Prinsip itu diterapkannya tanpa pengecualian. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Baharuddin Lopa, Jaksa Agung ke-17 RI, dikenal sebagai sosok sederhana yang tidak pernah menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi. Bahkan, saat menghadiri pesta pernikahan pada 1980-an, dia turun dari angkot dan berjalan memasuki lokasi acara seperti tamu lainnya. Ketika ditanya mengapa dia tidak menggunakan mobil dinas, Lopa menjawab dengan tenang, “Ini hari Minggu. Ini juga bukan acara dinas. Jadi, saya tak boleh datang dengan mobil kantor.” **Apa Artinya Ini ke Depan?** Sikap Lopa yang sederhana dan tidak pernah menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi menjadi contoh yang baik bagi pejabat lainnya. Dengan demikian, mereka dapat menghindari kesan yang tidak pantas dan mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Selain itu, sikap Lopa juga menunjukkan bahwa seseorang dapat menjadi pejabat yang berpengaruh tanpa harus menggunakan mobil dinas. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun Baharuddin Lopa telah meninggal pada tahun 2001, namun legacy-nya masih terasa hingga saat ini. Banyak pejabat yang telah mengikuti jejaknya dan menggunakan angkot atau transportasi umum lainnya untuk keperluan pribadi. Namun, masih banyak lagi pejabat yang perlu dipicu untuk mengikuti jejak Lopa dan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Baharuddin Lopa meninggal pada tahun 2001 setelah berpenyakit jantung. Dia meninggalkan jejak yang sangat baik bagi pejabat lainnya. Lopa tidak pernah menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi dan selalu mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Dia adalah contoh yang baik bagi pejabat lainnya dan harus diingat sebagai sosok yang sederhana dan tidak pernah melupakan kepentingan negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714162653-25-750768/bikin-geger-pejabat-ri-terciduk-naik-angkot-tolak-pakai-mobil-dinas, without altering the facts of the original article.