Pasca Stroke, Terapi Regeneratif Stem Cell Jadi Harapan Baru Pemulihan

Pasca stroke, terapi regeneratif stem cell menjadi harapan baru bagi pasien untuk memulihkan kemampuan motorik dan bicara yang terbatas. Lebih dari 357 ribu warga Indonesia tercatat meninggal akibat stroke setiap tahun, menjadikan Indonesia di urutan ke-11 kasus kematian akibat stroke di dunia. Stroke menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Terapi regeneratif menggunakan sel punca (stem cell) atau terapi eksosom diharapkan dapat memperbaiki jaringan otak yang rusak.

Fakta dan Angka Stroke di Indonesia

Menurut data, stroke merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Lebih dari 357 ribu warga Indonesia meninggal akibat stroke setiap tahun, atau sekitar 21% dari total kematian nasional. Indonesia berada di urutan ke-11 kasus kematian akibat stroke di dunia. Angka kematian yang tinggi bukan hanya disebabkan oleh faktor risiko, tetapi juga karena sebagian besar pasien terlambat datang ke fasilitas kesehatan.

Beberapa jam pertama setelah serangan stroke, tindakan cepat dokter dapat menyelamatkan nyawa dan meminimalkan kerusakan otak. Setelahnya, pasien rutin menjalani fisioterapi dan konsumsi obat-obatan. Namun, tidak sedikit pasien yang merasa proses pemulihan berjalan di tempat, kemampuan motorik atau bicara tetap terbatas meskipun sudah berikhtiar berbulan-bulan.

Tantangan dalam Pemulihan Pasca-Stroke

Keterbatasan dalam pemulihan pasca-stroke berkaitan erat dengan karakteristik sel otak yang sangat sulit untuk memperbaiki dirinya sendiri secara alami, terutama setelah mengalami kerusakan akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Pendekatan medis konvensional selama ini lebih berfokus pada pencegahan stroke berulang, seperti mengontrol tekanan darah dan mengencerkan darah, serta memaksimalkan sisa fungsi tubuh.

Namun, belum ada obat yang mampu menghidupkan atau memperbaiki jaringan otak yang sudah telanjur mati. Di sinilah inovasi modern Regenerative Therapy (Terapi Regeneratif) atau yang lebih dikenal dengan istilah stem cell membawa secercah harapan baru. Terapi ini dirancang untuk memperbaiki atau menggantikan sel, jaringan, atau organ yang rusak agar bisa berfungsi kembali seperti semula.

Bagaimana Terapi Regeneratif Bekerja?

dr. Febby Astari, IFMCP, dokter functional medicine di Seraphim Medical Center Gading Serpong menjelaskan, prinsip dasar dari regenerative therapy adalah mendukung kemampuan alami tubuh untuk memperbaiki dan meregenerasi dirinya sendiri. Melalui pemanfaatan sel punca (stem cell) atau terapi eksosom, kedokteran modern melatih sel yang tersisa dan mencoba memperbaiki lingkungan mikro di dalam otak yang rusak.

Ketika material biologis aktif ini disuntikkan secara aman ke dalam tubuh, mereka bekerja dengan melepaskan zat kimia khusus yang memicu angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru) untuk meningkatkan suplai oksigen ke otak. Terapi ini juga merangsang plastisitas otak, kemampuan sel saraf untuk membentuk koneksi baru, dan menekan peradangan kronis yang menghambat pemulihan pasca-stroke.

Keunggulan Terapi Regeneratif

Terapi regeneratif menawarkan berbagai keunggulan, seperti minim risiko penolakan karena menggunakan material biologis yang sering kali diambil dari tubuh pasien sendiri. Prosedurnya biasanya hanya berupa suntikan lokal, sehingga tidak memerlukan sayatan besar atau rawat inap yang lama. Terapi ini juga memerlukan waktu pemulihan yang singkat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski terapi regeneratif stem cell menawarkan harapan baru, namun masih banyak penelitian yang perlu dilakukan untuk memahami sepenuhnya potensi dan batasannya. Pasien dan keluarga harus tetap bekerja sama dengan tim medis untuk menentukan rencana perawatan yang paling tepat. Dengan kemajuan teknologi dan penelitian yang terus berlanjut, diharapkan terapi regeneratif dapat menjadi solusi yang lebih efektif bagi pasien stroke di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260623111222-33-744955/terapi-regeneratif–stem-cell–jalan-keluar-pemulihan-pasca-stroke, without altering the facts of the original article.

Piala Dunia 2026: Daftar Negara yang Sudah Dipastikan Gugur dari Turnamen

Piala Dunia 2026 telah memasuki matchday kedua babak penyisihiran grup, namun sejumlah tim sudah dipastikan gagal melangkah ke fase gugur setelah menelan dua kekalahan beruntun. Tunisia menjadi tim terbaru yang dipastikan angkat koper dari turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut setelah kalah telak 0-4 dari Jepang dalam laga Grup F.

Kronologi Kekalahan Tim-Tim yang Tersingkir

Tunisia kalah 0-4 dari Jepang setelah sebelumnya dibekuk Swedia dengan skor 1-5. Dengan nol poin dari dua pertandingan, Tunisia tidak lagi memiliki peluang lolos ke babak berikutnya. Sebelum Tunisia, dua negara lain lebih dulu dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2026, yakni Turki dan Haiti. Turki harus mengakhiri perjalanan lebih cepat setelah menelan kekalahan dalam dua pertandingan awal Grup D melawan Australia dan Paraguay. Sementara itu, Haiti juga gagal meraih poin usai kalah dari Skotlandia dan Brasil di fase grup.

Momen Penentu di Grup F

Kekalahan Tunisia dari Jepang menjadi momen penentu yang membuat mereka tersingkir dari Piala Dunia 2026. Padahal, Tunisia masih menyisakan satu laga melawan Belanda, namun mereka tetap tidak dapat mengejar posisi pesaingnya di Grup F karena kalah dalam perhitungan head-to-head dari Jepang maupun Swedia.

Apa Artinya Ini bagi Tim-Tim yang Tersingkir?

Kegagalan Tunisia, Turki, dan Haiti melaju ke fase gugur Piala Dunia 2026 tentu memiliki dampak besar bagi tim-tim tersebut. Mereka harus kembali ke negaranya dan mengevaluasi kinerja mereka selama turnamen. Kegagalan ini juga dapat mempengaruhi kepercayaan diri dan motivasi tim untuk kompetisi-kompetisi mendatang.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meskipun beberapa tim sudah tersingkir, namun masih banyak tim yang masih berjuang untuk melaju ke fase gugur. Daftar tim yang tersingkir diperkirakan masih akan bertambah seiring berjalannya matchday kedua. Sejumlah negara yang belum mengoleksi poin dan berada dalam posisi rawan antara lain Senegal, Irak, Yordania, Aljazair, Uzbekistan, Panama, dan Kroasia. Piala Dunia 2026 masih menyajikan banyak kejutan dan pertandingan menarik yang dapat dinantikan oleh para penggemar sepak bola.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260623104305-33-744929/daftar-negara-yang-sudah-pasti-tersingkir-dari-piala-dunia-2026, without altering the facts of the original article.

Cakupan Imunisasi di RI: Menkes Ungkap Fakta Terbaru Bayi dan Anak Sekolah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan perkembangan terbaru cakupan imunisasi nasional dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI. Imunisasi di Indonesia saat ini telah mencakup 14 jenis vaksin atau antigen yang diberikan kepada bayi dan anak-anak sebagai upaya melindungi generasi muda dari berbagai penyakit menular berbahaya. Budi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan cakupan imunisasi guna mencegah munculnya kembali berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Pemerintah telah memperluas cakupan imunisasi rutin wajib bagi anak-anak dan bayi sebagai bagian dari transformasi kesehatan di bidang layanan primer.

Capaian Imunisasi Bayi dan Baduta

Budi menyebut bahwa pemerintah membagi pemantauan cakupan imunisasi ke dalam tiga kelompok sasaran utama, yaitu bayi, bayi di bawah dua tahun (baduta), dan anak sekolah. Berdasarkan data terbaru, cakupan imunisasi bayi lengkap tahun 2025 dan 2026 menunjukkan peningkatan. Sampai bulan Mei, pemerintah berhasil meningkatkan 5,8% dibandingkan pencapaian imunisasi tahun 2025 untuk periode yang sama. Sementara itu, data cakupan imunisasi baduta tahun 2025 dan 2026 juga menunjukkan tren yang positif.

Mengapa Cakupan Imunisasi Penting?

Menurut Budi, rendahnya cakupan imunisasi di beberapa wilayah dapat meningkatkan risiko terjadinya kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular seperti campak dan penyakit lain yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan akan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat agar orang tua tidak ragu membawa anak mereka untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Pencegahan melalui imunisasi jauh lebih baik dibandingkan mengobati ketika penyakit sudah terjadi.

Dampak dan Upaya ke Depan

Budi menekankan bahwa golongan anak usia sekolah memerlukan intervensi khusus dan koordinasi yang lebih erat dengan pihak sekolah serta orang tua agar target proteksi tidak kecolongan. Selain itu, golongan dewasa di mana kesadaran kelompok dewasa untuk melakukan imunisasi lanjutan atau vaksinasi mandiri/program menunjukkan tren yang positif dan terus merangkak naik. Pemerintah terus mendorong pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan tenaga kesehatan untuk mengejar target cakupan imunisasi agar seluruh anak Indonesia memperoleh perlindungan yang merata.

Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk terus meningkatkan cakupan imunisasi dan mencegah munculnya kembali berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Dengan kerja sama dari semua pihak, diharapkan target proteksi dapat tercapai dan generasi muda Indonesia dapat terlindungi dari berbagai penyakit menular berbahaya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260623114031-33-744972/menkes-ungkap-update-terbaru-cakupan-imunisasi-bayi-anak-sekolah-di-ri, without altering the facts of the original article.

Banyak Warga Tolak Imunisasi, Menkes: Bapak-Bapak Perlu Dapat Edukasi

Menteri Kesehatan Ungkap Tantangan Imunisasi di Indonesia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang menolak vaksinasi, terutama dari kalangan laki-laki dewasa atau bapak-bapak. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Selasa (23/6/2026). Menurutnya, tingkat penerimaan vaksin di sejumlah kelompok masyarakat masih belum merata, dengan penolakan yang cukup tinggi ditemukan pada kelompok pria dewasa.

Menurut Budi, survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa 47% keluarga tidak mengizinkan anaknya imunisasi, bukan hanya ibu-ibu tapi banyak ayah-ayah yang tidak mengizinkan anaknya imunisasi. “Kita sudah melakukan survei alasan terbesar anak tidak imunisasi, yakni keluarga yang tidak mengizinkan,” ujar Budi dalam rapat kerja tersebut.

Alasan Penolakan Vaksinasi

Budi menjelaskan bahwa keraguan terhadap vaksin umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kurangnya pemahaman mengenai manfaat vaksin, maraknya informasi yang tidak akurat di media sosial, hingga khawatir Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan menganggap imunisasi tidak penting. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan edukasi publik mengenai pentingnya vaksinasi sepanjang hayat.

Mengapa Edukasi Penting?

Edukasi mengenai vaksinasi sangat penting karena vaksin tidak hanya melindungi individu yang menerima suntikan, tetapi juga membantu mencegah penularan penyakit di lingkungan keluarga dan masyarakat. Vaksin juga salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam menurunkan angka kematian. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan berencana memperkuat kampanye kesehatan dengan melibatkan tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta pemanfaatan platform digital agar informasi yang benar mengenai vaksin dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan cakupan imunisasi dan vaksinasi di berbagai kelompok usia. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dari semua pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat dan mencegah penularan penyakit.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260623125558-33-745014/menkes-sebut-masih-banyak-warga-tolak-imunisasi-singgung-bapak-bapak, without altering the facts of the original article.

Stabilitas Gula Darah dalam 10 Menit: Tips Efektif untuk Kesehatan Anda

Stabilitas gula darah sangat penting untuk kesehatan tubuh. Salah satu cara efektif untuk mencapainya adalah dengan berjalan kaki setidaknya 10 menit setelah makan. Dengan melakukan aktivitas fisik ringan ini, Anda dapat mencegah terjadinya gangguan pencernaan seperti kram perut atau refluks asam lambung. Berjalan kaki setelah makan juga membantu menurunkan kadar gula darah secara signifikan.

Mengapa Berjalan Kaki Setelah Makan Sangat Penting?

Kadar gula darah kemungkinan akan meningkat setelah makan. Menurut ahli endokrinologi di Mount Sinai, Suma Gondi, MD, bergerak setelah makan membantu otot menggunakan lebih banyak gula dari aliran darah. Saat tubuh bergerak, otot menarik gula ke dalam sel otot untuk energi. Berjalan kaki selama 10 menit segera setelah makan lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah daripada berjalan kaki selama 30 menit namun beberapa jam kemudian.

Biochemist sekaligus penulis dan edukator, Jessie Inchauspé, mengungkap bahwa berjalan ringan setelah makan dapat menurunkan lonjakan glukosa sekitar 20-30% atau lebih, tergantung jenis makanan, durasi aktivitas, dan kondisi metabolisme seseorang. Tidak harus jalan kaki, Anda juga bisa melakukan aktivitas fisik lain, seperti calf raises (push up kaki), menari, atau bahkan beres-beres rumah.

Dampak Positif bagi Kesehatan Tubuh

Bagi orang yang tidak memiliki diabetes sekalipun, strategi ini dapat membantu menjaga energi lebih stabil, mengurangi rasa ngantuk setelah makan, dan mendukung kesehatan metabolik jangka panjang. Dengan melakukan aktivitas fisik ringan setelah makan, Anda dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Apa yang Terjadi jika Tidak Dilakukan?

Kebiasaan langsung berbaring atau duduk setelah menyantap makanan berat sering kali menjadi rutinitas yang sulit dihindari. Padahal, bagi metabolisme tubuh, kebiasaan ini memicu lonjakan kadar gula darah secara drastis. Jika tidak diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kram perut atau refluks asam lambung, serta meningkatkan risiko penyakit kronis.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam jangka panjang, melakukan aktivitas fisik ringan setelah makan dapat menjadi kebiasaan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, penting untuk menjadikan berjalan kaki atau aktivitas fisik lain sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Dengan demikian, Anda dapat menjaga stabilitas gula darah dan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260623122132-33-744991/cuma-butuh-10-menit-tips-ini-bikin-gula-darah-tetap-stabil, without altering the facts of the original article.

Chef Michelin Trans Resort Bali: Mencicipi Menu Kelas Dunia dengan Sentuhan Lokal

Pengalaman kuliner kelas dunia kini dapat dinikmati di Bali tanpa harus bepergian ke Eropa. Program Michelin Fine Dining Experience by Chef Giorgio Bartolucci yang digelar oleh The Trans Resort Bali pada Minggu (21/6/2026) pukul 19.00 Wita, menghadirkan Giorgio Bartolucci, chef asal Italia yang dikenal dengan pendekatan kuliner Italia kontemporer. Acara ini merupakan bagian dari program THE TABLE by JRE (Jeunes Restaurateurs) dan mengusung konsep intimate fine dining experience. Chef Michelin Trans Resort Bali ini memberikan kesempatan bagi tamu undangan dan tamu hotel untuk menikmati sajian langsung dari sang chef sekaligus berinteraksi secara personal.

Momen Penentu di Malam Itu

Acara puncak dari program THE TABLE by JRE (Jeunes Restaurateurs) ini digelar secara eksklusif di The Pool Deck, The Trans Resort Bali. Para tamu undangan yang hadir menikmati suasana malam di area The Pool Deck di bawah langit terbuka. Sambil ditemani alunan live music, para tamu menikmati setiap hidangan yang disajikan secara bertahap. Suasana berlangsung hangat dan santai, sebagian tamu bercengkrama dalam kelompok kecil di meja masing-masing, tampak menikmati momen yang lebih intim dalam kelompok yang lebih kecil.

Tiga Fakta yang Bikin Acara Ini Berbeda

Beberapa fakta menarik dari acara ini adalah kesempatan bagi tamu untuk menikmati sajian langsung dari Chef Giorgio Bartolucci, suasana intimate fine dining experience di The Pool Deck, dan kesempatan berinteraksi secara personal dengan sang chef. Acara ini juga merupakan bagian dari program THE TABLE by JRE (Jeunes Restaurateurs), yang menghadirkan pengalaman kuliner kelas dunia di Bali.

Apa Artinya Ini bagi The Trans Resort Bali?

Program Michelin Fine Dining Experience by Chef Giorgio Bartolucci ini memberikan dampak signifikan bagi The Trans Resort Bali. Dengan menghadirkan pengalaman kuliner kelas dunia, The Trans Resort Bali dapat meningkatkan reputasinya sebagai destinasi kuliner yang berkualitas. Selain itu, acara ini juga memberikan kesempatan bagi tamu untuk menikmati pengalaman kuliner yang unik dan eksklusif.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, The Trans Resort Bali diharapkan dapat terus menghadirkan pengalaman kuliner yang berkualitas dan unik. Dengan mempertahankan komitmen untuk menghadirkan pengalaman kuliner kelas dunia, The Trans Resort Bali dapat terus meningkatkan reputasinya sebagai destinasi kuliner yang berkualitas. Selain itu, The Trans Resort Bali juga diharapkan dapat terus berinovasi dalam menghadirkan pengalaman kuliner yang baru dan menarik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260623141951-33-745048/mencicipi-menu-kelas-dunia-racikan-chef-michelin-di-trans-resort-bali, without altering the facts of the original article.

Rabies Mengancam, Pemerintah Siapkan Rp50 M untuk Suntik Anjing di Bali

Rabies Mengancam, Pemerintah Siapkan Rp50 M untuk Suntik Anjing di Bali

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berencana menggelontorkan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk melaksanakan program vaksinasi rabies massal pada anjing di Pulau Bali. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memutus rantai penularan penyakit rabies yang masih menjadi ancaman serius di wilayah tersebut. Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, program ini sangat penting mengingat Bali memiliki populasi anjing yang cukup besar dan menjadi salah satu daerah dengan risiko penularan rabies tinggi.

Apa yang Terjadi?

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI, mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 1 juta ekor anjing di Bali yang memerlukan vaksinasi rabies. Ia menyebutkan bahwa biaya vaksinasi per anjing diperkirakan sekitar Rp50.000, sehingga total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp50 miliar. Menkes menyatakan bahwa vaksinasi massal ini merupakan cara paling efektif untuk mencegah kasus gigitan anjing yang berpotensi menimbulkan kematian pada manusia. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi Bali, dan pihak lainnya untuk melaksanakan program ini.

Mengapa dan Dampak

Mengapa Program Ini Penting?

Program vaksinasi rabies ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya risiko penularan rabies di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Bali. Penyakit rabies dapat menular melalui gigitan anjing yang terinfeksi, dan jika tidak ditangani dengan cepat, dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, vaksinasi massal pada anjing diharapkan dapat mengurangi risiko penularan dan melindungi masyarakat dari ancaman penyakit ini.

Dampak bagi Masyarakat dan Pariwisata

Dampak dari program ini tidak hanya terbatas pada kesehatan masyarakat, tetapi juga pada sektor pariwisata. Bali sebagai destinasi wisata populer tentunya ingin memastikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan. Dengan mengurangi risiko penularan rabies, diharapkan program ini dapat mendukung upaya peningkatan pariwisata di Bali.

Penutup

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menunjukkan komitmennya untuk mengatasi masalah rabies di Bali melalui program vaksinasi massal. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk koordinasi dengan berbagai pihak dan penganggaran. Dengan kerja sama yang baik dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan program ini dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan pariwisata di Bali.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260623140152-33-745038/perangi-rabies-menkes-butuh-rp50-m-untuk-suntik-anjing-seluruh-bali, without altering the facts of the original article.

Banyak Pekerja RI Tolak Gaji Naik, Ternyata Ini Alasannya

Banyak pekerja di Indonesia yang menolak kenaikan gaji jika harus bekerja di lingkungan kerja yang toxic. Berdasarkan survei terbaru Jobstreet by SEEK, mayoritas pekerja Indonesia lebih memilih mengorbankan waktu dan kenyamanan demi tambahan penghasilan daripada bekerja di perusahaan dengan budaya kerja yang tidak sehat. Bahkan, hanya 3% pekerja yang mengaku bersedia bekerja di perusahaan dengan budaya kerja toxic demi mendapatkan kenaikan gaji sebesar 10%.

Tolak Gaji Naik karena Lingkungan Kerja Toxic

Managing Director Indonesia Jobstreet by SEEK, Wisnu Dharmawan, mengatakan bahwa pekerja Indonesia memang bersedia melakukan sejumlah pengorbanan demi pendapatan yang lebih besar. Namun, tidak semua hal bisa ditukar dengan kenaikan gaji. “Pekerja Indonesia bersedia bekerja ekstra atau bahkan direlokasi ke kota lain jika mendapatkan kenaikan gaji. Tetapi bukan berarti mereka mau mengorbankan apa saja demi uang,” kata Wisnu dalam paparan Salary Pulse 2026 di kantor JobStreet Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Dalam laporan Salary Pulse 2026, hanya 3% pekerja Indonesia yang mengaku bersedia bekerja di perusahaan dengan budaya kerja toxic demi mendapatkan kenaikan gaji sebesar 10%. Angka tersebut menjadi yang paling rendah dibandingkan berbagai bentuk kompromi lain yang ditawarkan. Sebaliknya, pekerja Indonesia justru lebih bersedia mengorbankan waktu dan kenyamanan demi tambahan penghasilan. Sebanyak 29% responden mengaku bersedia menerima panggilan kerja di luar jam kerja atau on call, sementara 29% lainnya bersedia direlokasi ke kota maupun negara lain demi kenaikan gaji 10%.

Apa yang Terjadi pada Pekerja Indonesia?

Laporan Salary Pulse 2026 juga menunjukkan bahwa mayoritas pekerja Indonesia sebenarnya merasa gaji yang mereka terima sudah sesuai dengan pekerjaan yang dijalani. Sebanyak 81% responden mengaku merasa digaji secara layak atau adil untuk posisi mereka saat ini, dan ini pun menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat persepsi kelayakan gaji tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Meski demikian, tingkat kepuasan terhadap gaji masih berada di bawah angka tersebut. Hanya 66% pekerja yang mengaku puas dengan nominal gaji yang diterima.

Mengapa dan Dampaknya

Wisnu Dharmawan menilai bahwa temuan ini menunjukkan pekerja Indonesia tidak semata-mata mengejar gaji yang lebih tinggi, tetapi juga mempertimbangkan kualitas lingkungan kerja yang mereka jalani setiap hari. Laporan tersebut juga menemukan bahwa kepuasan terhadap gaji memiliki dampak langsung terhadap motivasi dan loyalitas pekerja. “Jadi pekerja yang merasa puas dengan gajinya tercatat 1,7 kali lebih termotivasi untuk memberikan usaha lebih di tempat kerja dibandingkan mereka yang tidak puas, dan sebaliknya, pekerja yang tidak puas dengan gajinya memiliki kemungkinan 2,2 kali lebih besar untuk berpikir mencari pekerjaan baru,” jelas Wisnu.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kondisi ini menunjukkan bahwa pekerja tidak hanya ingin memperoleh gaji yang sesuai standar pasar, tetapi juga ingin merasa dihargai secara lebih bermakna atas kontribusi yang mereka berikan di tempat kerja. “Perbedaan antara rasa ‘layak’ dan ‘puas’ juga dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari biaya hidup, kebutuhan keluarga, hingga target keuangan pribadi,” kata Wisnu. Survei Salary Pulse 2026 dilakukan terhadap 1.010 pekerja Indonesia berusia 18 hingga 64 tahun. Survey ini dilakukan pada Februari 2026.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260623155127-33-745094/survey-pekerja-ri-tolak-kenaikan-gaji-jika-kantor-masih-toxic, without altering the facts of the original article.

Gaji Tidak Naik, Gen X Pilih Bertahan di Kantor Toxic?

Generasi X (Gen X) tampaknya memiliki pendekatan yang berbeda dalam hal gaji di tempat kerja. Mereka cenderung tidak berani meminta kenaikan gaji dan lebih memilih bertahan dengan keadaan yang ada, bahkan jika gaji mereka tidak naik. Hal ini berbeda dengan generasi Z (Gen Z) yang lebih berani membicarakan gaji dengan atasan dan memperjuangkan kompensasi yang mereka inginkan.

Keberanian Gen Z dalam Membicarakan Gaji

Laporan Salary Pulse 2026 dari Jobstreet by SEEK menunjukkan bahwa 60% Gen Z memilih memulai sendiri diskusi soal kenaikan gaji dengan atasan atau bagian sumber daya manusia (SDM). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan milenial yang mencapai 55% dan Gen X sebesar 37%. Managing Director Indonesia Jobstreet by SEEK Wisnu Dharmawan mengatakan bahwa keberanian Gen Z untuk membicarakan gaji menjadi salah satu temuan paling menarik dalam survei tersebut.

Perbedaan Persepsi antara Gen X dan Gen Z

Survei menunjukkan bahwa hanya 41% Gen X yang merasa digaji layak. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Gen Z dan milenial yang sama-sama berada di level 49%. Padahal secara pendapatan, Gen X justru merupakan kelompok dengan penghasilan relatif lebih tinggi. Hampir separuh atau 49% pekerja Gen X memiliki gaji bulanan di atas Rp8 juta, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pasar sebesar 43%.

Mengapa Gen X Kurang Berani?

Wisnu mengutip survey JobStreet menilai bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh persepsi ketidakadilan yang dirasakan pekerja senior saat membandingkan tanggung jawab besar yang mereka emban dengan rekan kerja lain yang memiliki pengalaman lebih sedikit. Selain itu, Gen X juga tercatat menjadi kelompok yang paling tidak nyaman meminta kenaikan gaji.

Dampak bagi Dunia Kerja

Keberanian Gen Z dalam membicarakan gaji tampaknya membuahkan hasil. Gen Z menjadi generasi yang paling banyak menerima kenaikan gaji dalam 12 bulan terakhir, yakni mencapai 72%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pekerja Indonesia sebesar 62%. Wisnu mengatakan bahwa Gen X mesti belajar dari Gen Z dalam hal ini.

Dalam jangka panjang, perbedaan pendekatan antara Gen X dan Gen Z dalam hal gaji dapat mempengaruhi dinamika dunia kerja. Perusahaan perlu memperhatikan kebutuhan dan harapan pekerja dari berbagai generasi untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dan produktif.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Perbedaan generasi dalam hal gaji dan dunia kerja masih akan menjadi topik yang relevan dalam waktu lama. Dengan memahami perbedaan pendekatan antara Gen X dan Gen Z, perusahaan dapat mengembangkan strategi yang tepat untuk meningkatkan kepuasan pekerja dan meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260623163916-33-745114/gen-z-paling-berani-minta-naik-gaji-gen-x-terima-nasib, without altering the facts of the original article.

Ronaldo Cs Hancurkan Uzbekistan 5-0, Siu!

Portugal sukses menghancurkan Uzbekistan dengan skor 5-0 pada laga kedua Grup K di Stadion Houston, Texas, Amerika Serikat, Rabu (24/6/2026) dini hari. Cristiano Ronaldo menjadi bintang kemenangan timnya dengan mencetak dua gol pada menit ke-6 dan 39′. Hasil ini membuat Ronaldo menjadi manusia pertama yang berhasil mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia.

Momen Penentu di Awal Pertandingan

Pertandingan ini dimulai dengan sangat baik bagi Portugal ketika Cristiano Ronaldo mencetak gol pada menit ke-6. Gol tersebut menjadi awal dari kemenangan besar Portugal. Nuno Mendes juga mencetak gol pada menit ke-17, menambah keunggulan Portugal menjadi 2-0. Ronaldo kembali mencetak gol pada menit ke-39, membuat skor menjadi 3-0 sebelum babak pertama berakhir.

Tiga Fakta yang Bikin Laga Ini Berbeda

Pada babak kedua, Portugal masih menunjukkan dominasinya. Abduvakhid Nematov melakukan gol bunuh diri pada menit ke-60, membuat skor menjadi 4-0. Rafael Leao, yang masuk sebagai pemain pengganti, juga mencetak gol, menambah keunggulan Portugal menjadi 5-0. Dengan kemenangan ini, Portugal melonjak ke puncak klasemen sementara Grup K dengan raihan empat poin.

Apa Artinya Ini bagi Portugal ke Depan?

Kemenangan ini sangat penting bagi Portugal karena mereka sebelumnya hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan RD Kongo pada laga pembuka. Dengan kemenangan ini, Portugal kini memimpin klasemen Grup K, unggul satu poin dari Kolombia yang berada di posisi kedua. Hasil ini juga menjadi catatan sejarah bagi Cristiano Ronaldo, yang kini menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah meraih kemenangan penting, Portugal masih memiliki jalan panjang di Piala Dunia 2026. Mereka harus terus menunjukkan performa yang baik untuk memastikan diri lolos ke babak berikutnya. Dengan skuad yang kuat dan performa yang meningkat, Portugal diharapkan dapat melangkah jauh di turnamen ini. Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya kini siap menghadapi tantangan berikutnya dengan percaya diri tinggi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260624070406-34-745185/siu-momen-bang-ronaldo-pimpin-kemenangan-portugal-5-0-atas-uzbekistan, without altering the facts of the original article.